Apa itu Psikologi Kriminologi dan Bagaimana Penerapannya?

Psikologi kriminologi adalah ilmu yang menganalisis dan menjelaskan perilaku kriminal, serta pencegahan dan rehabilitasi.

Forensik, Sosial5510 Views

Logos IndonesiaKamu pasti pernah menyaksikan film atau drama yang menceritakan tentang kasus-kasus kejahatan dan cara-cara untuk mengungkapnya. Dalam film atau drama tersebut, kamu mungkin melihat peran dari psikolog kriminologi, yaitu orang yang ahli dalam mempelajari perilaku kriminal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Namun, tahukah kamu bahwa psikologi kriminologi bukan hanya sekadar ilmu yang ada di layar kaca, tetapi juga ilmu yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan nyata?

Psikologi kriminologi adalah ilmu yang memiliki dua tujuan utama, yaitu menganalisis dan menjelaskan penyebab, proses, dan akibat perilaku kriminal, serta membantu pencegahan, penanggulangan, dan rehabilitasi perilaku kriminal. Psikologi kriminologi juga memiliki beberapa cabang ilmu yang berhubungan dengan aspek-aspek tertentu dari perilaku kriminal, seperti psikologi forensik, psikologi korban, psikologi pelaku, dan psikologi penegak hukum.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang apa itu psikologi kriminologi dan bagaimana penerapannya dalam berbagai bidang dan situasi yang berkaitan dengan perilaku kriminal. Kita juga akan membahas tentang bagaimana cara mempelajari dan menjadi psikolog kriminologi, serta apa saja manfaat psikologis yang dapat kita rasakan dari mempelajari dan bekerja di bidang ini.

Apa Itu Psikologi Kriminologi?

Dilansir dari DosenPsikologi, Psikologi kriminologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku kriminal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sedangkan menurut kompas, Perilaku kriminal adalah perilaku yang melanggar hukum pidana dan dapat dikenakan sanksi hukum. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kriminal dapat berasal dari dalam diri individu, seperti kepribadian, emosi, motivasi, atau gangguan mental, maupun dari luar diri individu, seperti lingkungan sosial, budaya, ekonomi, atau politik.

Psikologi kriminologi memiliki dua tujuan utama, yaitu:

  • Menganalisis dan menjelaskan penyebab, proses, dan akibat perilaku kriminal.
  • Membantu pencegahan, penanggulangan, dan rehabilitasi perilaku kriminal.
Baca Artikel Kami Lainnya: Standar M’Naghten dan Kesehatan Mental.

Psikologi kriminologi juga memiliki beberapa cabang ilmu yang berhubungan dengan aspek-aspek tertentu dari perilaku kriminal, seperti:

  • Psikologi forensik, yaitu ilmu yang mempelajari penerapan psikologi dalam konteks hukum dan peradilan pidana.
  • Psikologi korban, yaitu ilmu yang mempelajari dampak psikologis yang dialami oleh korban kejahatan dan cara-cara untuk membantu mereka.
  • Psikologi pelaku, yaitu ilmu yang mempelajari karakteristik psikologis yang dimiliki oleh pelaku kejahatan dan cara-cara untuk mengubah atau mengendalikan mereka.
  • Psikologi penegak hukum, yaitu ilmu yang mempelajari peran dan fungsi psikolog dalam membantu penegak hukum, seperti polisi, jaksa, hakim, atau pengacara.

Bagaimana Penerapan Psikologi Kriminologi?

Psikologi kriminologi dapat diterapkan dalam berbagai bidang dan situasi yang berkaitan dengan perilaku kriminal. Beberapa contoh penerapan psikologi kriminologi antara lain:

  • Dalam bidang investigasi kejahatan, psikolog kriminologi dapat membantu mengumpulkan dan menganalisis bukti-bukti psikologis yang berkaitan dengan kejahatan, seperti rekam jejak pelaku, motif kejahatan, profil pelaku atau korban, kesaksian saksi mata, atau analisis TKP.
  • Dalam bidang peradilan pidana, psikolog kriminologi dapat membantu memberikan kesaksian ahli atau pendapat ahli yang berkaitan dengan aspek-aspek psikologis dari kejahatan, seperti kemampuan mental pelaku atau korban, tingkat kesadaran atau kesengajaan pelaku atau korban, atau faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pelaku atau korban.
  • Dalam bidang pencegahan kejahatan, psikolog kriminologi dapat membantu merancang dan mengevaluasi program-program yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kejahatan atau mengurangi risiko terjadinya kejahatan. Program-program ini dapat berupa edukasi masyarakat tentang bahaya kejahatan
  • Dalam bidang penanggulangan kejahatan, psikolog kriminologi dapat membantu memberikan bantuan dan dukungan kepada korban atau pelaku kejahatan yang membutuhkan. Bantuan dan dukungan ini dapat berupa konseling, terapi, mediasi, atau advokasi.
  • Dalam bidang rehabilitasi kejahatan, psikolog kriminologi dapat membantu merancang dan mengevaluasi program-program yang bertujuan untuk merehabilitasi pelaku kejahatan yang telah menjalani hukuman atau mengalami gangguan mental. Program-program ini dapat berupa terapi perilaku, terapi kognitif, terapi kelompok, atau terapi sosial.

Refleksi Diri

Setelah membaca artikel ini, kamu mungkin bertanya-tanya apakah kamu tertarik dengan psikologi kriminologi dan bagaimana cara mempelajarinya. Jika kamu merasa demikian, kamu perlu mengetahui beberapa hal berikut ini:

  • Untuk mempelajari psikologi kriminologi, kamu perlu memiliki latar belakang pendidikan psikologi atau kriminologi. Kamu juga perlu memiliki minat dan kemampuan dalam bidang ilmu sosial, hukum, dan statistik.
  • Untuk menjadi psikolog kriminologi, kamu perlu memiliki sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi psikolog atau kriminolog. Kamu juga perlu memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan bidang psikologi kriminologi.
  • Untuk bekerja di bidang psikologi kriminologi, kamu perlu memiliki keterampilan dan sikap yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Beberapa keterampilan dan sikap yang dibutuhkan antara lain: analitis, objektif, komunikatif, empatik, etis, dan profesional.
Baca Artikel Kami Lainnya: Pahami Perbedaan Ketidakwarasan dan Penyakit Mental dalam Bidang Hukum.

Dengan mengetahui hal-hal di atas, kamu dapat menentukan apakah kamu cocok dan siap untuk mempelajari dan bekerja di bidang psikologi kriminologi. Kamu juga dapat merasakan manfaat psikologis dari mempelajari dan bekerja di bidang ini, seperti merasa lebih penasaran, berwawasan, bermanfaat, dan berkontribusi dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang berkaitan dengan perilaku kriminal.

Artikel oleh: Logos Indonesia.