HRD Wajib Tahu : Ini Dia Tes yang Umum Digunakan Saat Proses Rekrutmen

Setiap perusahaan tentu memiliki rangkaian proses rekrutmen yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan masing-masing perusahaan. Berikut tes yang umum digunakan.

PIO2866 Views

Logos Indonesia –Jika Anda ingin membangun karir sebagai seorang HRD, atau Anda merupakan HRD baru yang sedang mempelajari tugas dan tanggung jawab seorang HRD, maka artikel ini akan sangat cocok untuk Anda. Artikel ini akan membahas mengenai rangkaian tes yang umum digunakan dalam proses rekrutmen karyawan.

Melakukan proses rekrutmen merupakan salah satu tugas seorang HRD. Untuk dapat menemukan karyawan yang cocok untuk posisi yang dibutuhkan bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu, perlu dilakukan serangkaian tes agar dapat melihat potensi dari calon karyawan.

Rekrutmen sendiri merupakan proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi atau jabatan yang kosong pada suatu perusahaan atau organisasi. Tujuan dari proses rekrutmen ini adalah untuk mengisi posisi-posisi kosong dalam perusahaan. Umumnya proses rekrutmen dilakukan sesuai dengan permintaan User (orang yang membutuhkan tambahan karyawan) atau jika terdapat karyawan yang memutuskan untuk berhenti bekerja (resign).

Setiap perusahaan tentu memiliki rangkaian proses rekrutmen yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan masing-masing perusahaan. Namun, beberapa tes berikut merupakan tes yang paling umum digunakan. Anda bisa menyesuaikan atau memodifikasi agar sesuai dengan kondisi perusahaan Anda.

Tes Wawancara / Interview

Tes Wawancara

Tes wawancara merupakan tes yang hampir selalu ada dalam proses rekrutmen. Umumnya wawancara akan dilakukan oleh HRD dan User, namun tidak jarang wawancara HRD dan wawancara User berlangsung di waktu berbeda.

Terdapat perusahaan yang juga hanya melakukan wawancara HRD atau hanya wawancara User saja. Tentunya hal tersebut disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan.

Wawancara HRD dilakukan untuk mengetahui data diri, karakter, kemampuan berpikir, dan secara garis besar kemampuan yang dimiliki oleh calon karyawan. Sedangkan untuk wawancara User umumnya akan lebih spesifik mengenai kemampuan dalam bidang yang nantinya akan ditempati oleh calon karyawan.

Dalam wawancara User, HRD akan bertugas untuk menjadi mediator pelaksanaan proses rekrutmen. Tidak jarang HRD akan menjadi notulen dalam proses wawancara tersebut. Namun kembali lagi, hal ini disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan.

Tes Kemampuan

Tes Kemampuan

Walau dalam proses wawancara sudah dicari tahu mengenai kemampuan calon karyawan, namun tidak jarang perusahaan akan melaksanakan tes kemampuan juga. Tes kemampuan ini akan berbeda sesuai dengan posisi yang akan ditempatkan. Misalnya untuk mengisi posisi Admin, akan diberikan serangkaian tes mengenai microsoft office dan filling document.

Tidak jarang perusahaan menyediakan tes dalam bentuk soal yang nantinya akan dikerjakan oleh calon karyawan. Sebagai seorang HRD, Anda akan bertugas sebagai fasilitator pelaksanaan tes kemampuan ini. Jika memungkinkan, Anda akan ikut serta dalam proses skoring. Namun, umumnya yang menentukan adalah User yang bersangkutan.

Baca Artikel Kami Lainnya : HRD Wajib Tahu : Aktivitas Team Building Untuk Karyawan

Psikotes

Psikotes

Tes psikologi atau psikotes merupakan salah satu rangkaian proses rekrutmen yang tidak kalah penting. Beberapa perusahaan besar justru menjadikan psikotes sebagai tolak ukur penting dalam proses rekrutmen. Pasalnya, dari psikotes dapat diketahui apakah tes wawancara dan tes kemampuan dilaksanakan dengan benar atau tidak.

Psikotes juga menjadi penting karena dari psikotes dapat mengungkap kepribadian dan kemampuan calon karyawan. Dengan demikian, HRD dapat mengetahui apakah calon karyawan dapat diterima atau tidak.

Psikotes yang dilaksanakan setiap perusahaan akan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan. Namun, psikotes yang umum digunakan adalah 16PF, MBTI, DISC, Tes Wartegg, Tes Pauli, dan masih banyak lagi. Tidak jarang juga perusahaan melaksanakan psikotes online.

Sebagai seorang HRD, dalam proses psikotes umumnya akan menjadi pelaksana dan skoring hasil psikotes. Hal inilah yang menjadikan alasan mengapa HRD perlu untuk memiliki skill dalam penyajian dan skoring alat tes psikologi.

Namun tidak jarang juga perusahaan menggunakan jasa penyedia psikotes untuk hal ini. Dengan demikian, HRD akan menjadi fasilitator dan mediator antara calon karyawan dan penyedia jasa psikotes tersebut.

Tes Kesehatan

Tes Kesehatan

Tes kesehatan umumnya akan menjadi rangkaian proses rekrutmen terakhir untuk dilaksanakan. Seperti pada namanya, tes kesehatan dilakukan untuk memastikan apakah calon karyawan tidak memiliki riwayat penyakit yang akan mengganggu pekerjaan kedepannya.

Tes ini cukup jarang digunakan. Namun untuk perusahaan di bidang pelayanan dan perbankan cukup sering menggunakan tes kesehatan dalam proses rekrutmennya. Sebagai seorang HRD, umumnya akan menjadi mediator pelaksanaan tes kesehatan ini.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa HRD merupakan pelaksana proses rekrutmen dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan karyawan. Untuk menemukan karyawan yang tepat, maka perlu melaksanakan serangkaian tes. Adapun tes yang dapat disajikan adalah tes wawancara, tes kemampuan, psikotes, dan tes kesehatan. Meski demikian, setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam tahapan proses rekrutmennya.

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam pengelolaan sumber daya manusia dalam perusahaan Anda, jangan ragu untuk menghubungi Konsultan HRD. Konsultan HRD akan membantu Anda dalam mengelola sumber daya manusia dalam perusahaan Anda.

Baca Artikel Kami Lainnya : HRD Wajib Tahu : Pentingnya Employee Wellness Program