Pahami 6 Jenis Belajar Menurut Tolman

6 jenis belajar Tolman, yaitu cathexes, equivalence belief, field expectancies, field cognition mode, Drive diskrimination, dan motor pattern.

Pendidikan, Tokoh3964 Views

Logos Indonesia – Tolman mengusulkan 6 jenis belajar. Mari kita bahas dalam artikel ini.

6 Jenis Belajar Menurut Tolman

Tolman mengusulkan 6 jenis belajar, yaitu cathexes, equivalence belief, field expectancies, field cognition mode, Drive diskrimination, dan motor pattern. Jenis-jenis belajar tersebut dipublikasikan pertama kali dalam artikel berjudul, “There Is More Than One Kid Of Learning”, pada tahun 1949.

Cathexes

Cathexes adalah jenis belajar yang mengasosiasikan objek tertentu dengan keadaan dorongan tertentu. Terdapat positif cathexes dan negatif cathexes untuk menjelaskan reaksi pembelajaran. Sebagai contoh dalam suatu negara yang terbiasa untuk makan-makanan berbahan ikan setiap harinya. Maka orang di dalam suatu negara tersebut akan berusaha mencari makanan yang berbahan ikan untuk memuaskan rasa laparnya dibandingkan jenis makanan lainnya.

Pemilihan makanan yang berbahan ikan merupakan proses pembelajaran akibat keadaan dorongan tertentu seperti rasa lapar yang diasosiasikan dengan memakan makanan berbahan ikan untuk mengatasi rasa laparnya. Contoh lainnya adalah kita yang tinggal di Indonesia terbiasa makan nasi ketika keadaan perut lapar. Nasi tidak bisa digantikan dengan jenis makanan lain untuk menggambarkan kata makan yang mengenyangkan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Strategi Meningkatkan Metakognisi Untuk Meningkatkan Pembelajaran Dan Kinerja Yang Lebih Produktif.

Proses pembelajaran yang dicontohkan tersebut antara nasi dan ikan menjadi contoh adanya positif cathexes. Ketika seseorang mempelajari untuk mendekati atau berusaha mencari objek tertentu dalam keadaan tertentu, itu disebut sebagai positif cathexes. Jadi seseorang akan berusaha mencari nasi ketika dalam keadaan lapar.

Sedangkan negatif cathexes merupakan kondisi seseorang yang akan menghindari objek tertentu ketika dalam keadaan dorongan tertentu. Sebagai contoh ketika seseorang tidak menyukai bau durian karena baunya yang sangat menyengat hingga membuat dirinya merasa pusing. Maka hal tersebut menjadi bagian pembelajaran untuk menghindari durian karena baunya yang akan membuat dirinya merasa pusing.

Equivalence Belief

Equivalence Belief atau keyakinan yang ekuivalensi. Seperti namanya, Equivalence Belief adalah proses pembelajaran yang berkaitan dengan dorongan sosial. Menurut Tolman, Equivalence Belief lebih berkaitan pada jenis pembelajaran yang berdasarkan faktor sosial atau nilai masyarakat setempat dari pada faktor fisiologis.

Salah satu contoh dari adanya pembelajaran yang terbentuk dari equivalence belief dalam masyarakat adalah anak yang mendapatkan nilai tertinggi, akan digambarkan sebagai anak yang selalu diterima oleh teman sebayanya dan selalu disukai oleh teman sekelasnya. Artinya, mendapatkan nilai “A” memiliki artian yang sama dengan penerimaan dan rasa suka dari teman sekelasnya.

Baca Artikel Kami Lainnya: Pandangan Psikologi Evolusioner Terhadap Pendidikan Anak.

Tentu saja jenis pembelajaran ini sangat berkaitan dengan keyakinan yang diyakini dalam suatu lingkungan terkait hal yang baik dan yang buruk. Suatu kondisi ataupun pencapaian seseorang dapat disimpulkan dengan pandangan masyarakat.

Field Expectancies

Field Expectancies adalah jenis pembelajaran yang lebih banyak dijelaskan dalam eksperimen hewan pada aliran behaviorisme. Field expectation ini menggambarkan bahwa setelah adanya isyarat tertentu, maka akan ada hal lain yang muncul sebagai bagian dari ekspektasinya.

Sebagai contoh, dalam eksperimen hewan terhadap tikus untuk menekan tuas. Setelah menekan tuas akan diberikan makanan. Tikus akan belajar bahwa dengan menekan tuas terdapat ekspektasi akan adanya makanan yang datang.

Field Cognition Mode

Field Cognition Mode atau mode Medan kognisi yaitu strategi atau suatu cara untuk menangani situasi pemecahan masalah. Namun menurut Tolman, field condition mode ini didasari adanya faktor bawaan. Walaupun begitu, menurut tolman hal tersebut bisa tingkatkan dengan banyaknya pengalaman.

Sehingga mode Medan kognisi ini sama dengan kesiapan untuk mencapai tujuan. Suatu keyakinan seseorang mampu menyelesaikan suatu permasalahan yang dialaminya.

Drive Diskrimination

Drive Diskrimination atau diskriminasi dorongan adalah jenis pembelajaran yang menekankan pada keadaan dorongan individu untuk merespon yang sesuai dengan dorongan tersebut. Sebagai contoh, dalam memberikan pembelajaran bagi hewan untuk berbelok ke arah kiri dan kanan sesuai dengan dorongan fisiologisnya.

Maka dalam labirin berbentuk T diberikan makanan di ujung sebelah kanan dan minuman di ujung sebelah kiri. Maka ketika hewan mengetahui adanya keberadaan makanan dan minuman tersebut. Hewan akan bergerak mengikuti dorongan yang mereka rasakan. Secara otomatis hewan akan bergerak ke sebelah kiri ketika dirinya haus dan bergerak ke sebelah kanan ketika dirinya lapar.

Baca Artikel Kami Lainnya: Penerapan Efek Garcia Pada Kehidupan Sehari-hari.

Menurut Tolman diskriminasi dorongan ini didasarkan pada fisiologis dan kondisi sosial. Namun terdapat kekurangan dari jenis pembelajaran ini. Menurut Tolman ketika suatu individu tidak mengetahui pasti kebutuhan, tujuan bahkan dorongan yang sedang dirinya rasakan, maka akan sulit untuk memberikan respon sesuai dengan dorongan tersebut.

Motor Pattern

Motor Pattern atau pola motor adalah jenis pembelajaran untuk memecahkan kesulitan. Jenis pembelajaran ini didasarkan dari pendapat Guthrie, tapi Toman enggan untuk menyatakan bahwa dirinya menerima pendapat dari Guthrie. Bahwa seseorang akan merespon berdasarkan asosiasi dengan stimuli.

Hergenhahn, B. R., & Olson, M. H. (2008). Teori Belajar, Edisi Ketujuh. Prenadamedia Group: Jakarta.

Artikel oleh: Logos Indonesia.