Trichotillomania: Dorongan Kuat untuk Mencabut Rambutnya Sendiri

Trichotillomania adalah gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang memiliki dorongan tak terkendali untuk mencabut rambutnya sendiri.

Klinis394 Views

Logos IndonesiaMungkin ada saat-saat di mana kita merasa tertekan dan tidak bisa berhenti mengutak-atik rambut kita. Namun, apa yang kamu alami kemungkinan besar tidak sama dengan apa yang dialami oleh mereka yang mengidap Trichotillomania. Trichotillomania adalah gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang memiliki dorongan tak terkendali untuk mencabut rambutnya sendiri. tidak hanya dari kepala, tetapi juga dari alis, bulu mata, dan bahkan tubuh lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang Trichotillomania.

Baca Artikel Kami Lainnya: Pertolongan Pertama bagi Penderita Kleptomania: Langkah Awal Mengatasi Gangguan

Trichotillomania bukanlah hal yang jarang terjadi. Sebenarnya, menurut studi penelitian, ada sekitar 2-3% dari populasi kita yang mungkin mengalami kondisi ini. Terlepas dari prevalensinya yang lumayan tinggi, masih banyak orang yang tidak menyadari kondisi ini. Sehingga seringkali mereka yang mengidap Trichotillomania merasa tidak dihargai dan kesulitan menemukan dukungan yang tepat. Kita perlu lebih paham tentang kondisi ini agar bisa membantu mereka yang membutuhkan.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan informasi yang lebih baik tentang Trichotillomania. Dengan memahami lebih baik tentang Trichotillomania, kita dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini. Kemudian menyediakan dukungan yang dibutuhkan oleh mereka yang berjuang dengan Trichotillomania. Mari kita mulai dengan memahami apa itu Trichotillomania dan gejalanya.

Pengertian Trichotillomania

Trichotillomania, juga biasa dikenal sebagai gangguan mencabut rambut, merupakan satu bentuk gangguan pengendalian impuls. Bukanlah “kebiasaan buruk” yang dapat dihentikan dengan mudah, Trichotillomania lebih dari itu. Sebuah gangguan mental yang melibatkan dorongan inner yang tak tertahankan untuk mencabut rambut. Tidak hanya terbatas pada rambut kepala, pencabutan bisa melibatkan rambut dari mana saja seperti alis, bulu mata, dan zona bulu tubuh lainnya.

Mengenai penyebab atau faktor pemicu Trichotillomania, sains belum memberikan jawaban yang pasti. Bisa jadi, seperti gangguan kesehatan mental lainnya, ada banyak faktor yang bermain – genetika mungkin memainkan peran. Atau kondisi ini bisa dipicu oleh stres atau perubahan besar dalam hidup. Beberapa riset menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara Trichotillomania dan gangguan Obsesive Compulsive Disorder (OCD). Namun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan ini sepenuhnya. Yang jelas, ini bukan sebuah pilihan – tidak ada yang memilih untuk mengidap Trichotillomania.

Gejala dan Tanda-tanda Trichotillomania

Gejala Trichotillomania cenderung dibagi dalam dua kategori: fisik dan emosional/perilaku. Gejala fisik Trichotillomania cukup spesifik dan biasanya mudah dikenali. Mereka mencakup bald patches atau area botak di kepala atau alis, atau kehilangan bulu mata. Sedangkan perubahan perilaku dan emosional bisa beragam antara individu. Namun, beberapa tanda umum mencakup perasaan tegang sebelum mencabut atau ketika berusaha tidak mencabut rambut. Gejala berikutnya terdapat perasaan rileks atau rasa lega setelah mencabut rambut. Mari kita lebih memahami gejala ini dari 2 aspek yaitu gejala fisik, perilaku dan emosi.

Gejala Fisik

Gejala fisik Trichotillomania mungkin paling mudah dikenali dan bisa mencakup:

  • Penampilan Rambut yang Tidak Rata atau Irreguler: Area kebotakan, atau rambut yang lebih pendek atau lebih panjang di beberapa area. Biasanya merupakan gejala paling jelas dari Trichotillomania. Karena penderita biasanya memiliki area “favorit” di mana mereka mencabut, pola kehilangan rambut bisa berubah seiring waktu.
  • Luka atau Lecet pada Kulit dalam bentuk akibat Penarikan Rambut: Luka bisa datang dalam banyak bentuk. Termasuk luka bekas tarikan, infeksi dari mencabut, atau luka sendiri dari mencoba “meraih” rambut bawah kulit.
  • Trichobezoar: Dalam beberapa kasus, orang yang menderita Trichotillomania mencabut dan memakan rambut mereka. Yang dapat menumpuk di perut dan menyebabkan masalah pencernaan atau masalah kesehatan tambahan.

Perubahan Perilaku dan Emosional

Perubahan perilaku dan emosional bisa lebih sukar dideteksi, tetapi juga merupakan tanda penting dari Trichotillomania. Perubahan ini bisa berupa:

  • Perasaan Tegang yang Melepas saat Mencabut Rambut: Orang yang mengidap Trichotillomania sering merasa sangat tertekan atau gelisah sampai mereka mencabut rambut . dan kemudian merasa lega atau puas segera setelahnya.
  • Mencabut Rambut Tanpa Sadar: Beberapa orang mungkin mencabut rambut mereka saat stres atau sibuk. Seringkali tanpa menyadari apa yang mereka lakukan sampai mereka melihat kerusakan fisiknya.
  • Perubahan Dalam Rutinitas Sosial atau Perilaku Penghindaran: Orang dengan Trichotillomania mungkin mulai menghindari situasi sosial atau aktivitas. Di mana kehilangan rambut mereka akan terperinci. Mereka mungkin juga menghabiskan lebih banyak waktu dan upaya untuk menyembunyikan penampilan rambut mereka. Misalnya dengan mengenakan topi, syal, jilbab, atau menggunakan makeup tambahan.

Pemahaman dan pengenalan yang lebih baik terhadap gejala dan tanda-tanda ini bisa sangat membantu mereka. Karena kita dapat berkontribusi dalam mendorong mereka yang membutuhkan untuk mencari bantuan dan mendapatkan penanganan yang tepat. Jadi coblah untuk lebih berempati dengan orang di sekitarmu. Mungkin saja kehadiranmu sangat berarti.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apa Sebenarnya yang Terjadi di Otak Penderita Kleptomania?

Artikel oleh: Logos Indonesia.