Apa Itu Parafilia? Fantasi Seksual Yang Tidak Lazim

Apa itu parafilia? Fantasi seksual yang tidak lazim. Beberapa jeni dari parafilia yaitu fetis, pedofil, eksibisionisme, sadisme, masokisme.

Klinis1711 Views

Logos Indonesia Parafilia adalah kondisi psikologis yang ditemui oleh gairah atau hasrat seksual yang tidak konvensional atau dianggap tidak normal oleh masyarakat umum. Beberapa contoh dari parafilia termasuk voyeurisme (tertarik pada pengamatan orang lain yang sedang melakukan aktivitas seksual), sadisme (merasa senang atau terangsang oleh rasa sakit atau penderitaan orang lain), dan pedofilia (tertarik pada anak-anak prapubertas).

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal menderita parafilia, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Terapi kognitif dan perilaku dapat membantu orang yang menderita parafilia dalam mengelola dan mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut.

Baca Artikel Kami Lainnya: Pelecehan Seksual Di Tempat Kerja Dan Cara Menghadapinya.

Penting untuk diingat bahwa parafilia tidak sama dengan tindakan kriminal atau perilaku tidak etis. Orang yang menderita parafilia tidak dapat mengendalikan hasrat atau gairah mereka, namun mereka dapat belajar untuk mengelola kondisi tersebut dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain.

Jika kamu merasa memiliki gejala atau ciri-ciri dari parafilia, penting untuk berbicara dengan profesional kesehatan mental. Pada kali ini, kita akan membahas mengenai parafilia dan gejala umum yang sering di alami oleh penderitanya. Namun perlu diingat untuk tidak langsung mendiagnosis seseorang ataupun dirimu mengenai penjelasan dari artikel ini.

Penjelasan ini bertujuan untuk menyadarkan diri bahwa orang yang memiliki hasrat yang berbeda dari kebanyakan orang bisa jadi menjadi indikasi penyakit mental tertentu. Sehingga menyadarkan seseorang untuk berkonsultasikan kepada pihak yang terkait untuk mendapatkan penanganan lebih jauh.

Apa Itu Parafilia ?

Parafilia adalah kondisi ketika seseorang memiliki hasrat atau fantasi seksual yang tidak lazim atau tidak konvensional, yang dapat menyebabkan kesulitan atau rasa tidak nyaman pada orang yang mengalaminya atau orang lain yang terlibat dalam tindakan tersebut.

Contoh-contoh parafilia termasuk fetisisme (ketertarikan seksual terhadap benda-benda atau bagian tubuh tertentu), voyeurisme (mengintip orang yang sedang berhubungan intim), eksibisionisme (memamerkan diri kepada orang lain), sadisme (mendapatkan kepuasan seksual dari menyakiti orang lain), masokisme (mendapatkan kepuasan seksual dari disakiti), dan pedofilia (ketertarikan seksual terhadap anak-anak).

Baca Artikel Kami Lainnya: Ini Penjelasan Seseorang Baru Menyadari Dirinya Pernah Dilecehkan Sewaktu Kecil Saat Dewasa.

Penting untuk dicatat bahwa memiliki fantasi seksual yang tidak konvensional tidak selalu berarti bahwa seseorang mengalami parafilia atau akan melakukan tindakan yang melanggar hukum atau etika. Namun, jika hasrat tersebut mengganggu kesejahteraan seseorang atau orang lain, maka sebaiknya mencari bantuan dari profesional kesehatan mental.

Apa Saja Gejala Umum Dari Parafilia?

Gejala umum dari parafilia dapat bervariasi tergantung pada jenisnya, tetapi beberapa gejala yang umum dilaporkan oleh orang dengan parafilia adalah:

  • Fantasi seksual yang berulang dan intens terkait dengan objek atau situasi yang tidak lazim atau tidak konvensional.
  • Kesenangan atau gairah seksual yang hanya dapat dicapai melalui fantasi atau perilaku seksual yang tidak konvensional.
  • Kesulitan dalam mempertahankan hubungan seksual yang sehat dan memuaskan dengan pasangan, karena kebutuhan seksual yang hanya dapat terpenuhi melalui fantasi atau perilaku seksual yang tidak konvensional.
  • Ketidakmampuan untuk mengendalikan hasrat seksual yang tidak konvensional, meskipun menyadari konsekuensi yang mungkin timbul dari perilaku tersebut.
  • Merasa tidak nyaman atau malu dengan fantasi atau perilaku seksual yang tidak konvensional.
  • Kehilangan minat pada aktivitas seksual yang konvensional.
  • Perasaan kesepian atau isolasi sosial karena sulitnya menemukan pasangan yang memahami atau dapat memenuhi kebutuhan seksual yang tidak konvensional.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dengan fantasi seksual yang tidak konvensional mengalami parafilia atau mengalami masalah yang serius akibat kecenderungan seksual mereka. Namun, jika kamu merasa khawatir atau kesulitan dengan fantasi atau perilaku seksual kamu, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.

Apakah Perlu Penanganan Psikolog?

Ya, penanganan psikolog bisa diperlukan bagi seseorang yang mengalami parafilia. Karena parafilia merupakan kondisi yang berhubungan dengan hasrat atau fantasi seksual yang tidak lazim atau tidak konvensional, maka penanganannya juga harus melibatkan profesional kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater. 

Penanganan psikolog dapat membantu individu untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul dan belajar mengontrol hasrat seksual yang tidak konvensional secara aman dan sehat. Selain itu, psikolog dapat membantu individu untuk membangun kepercayaan diri dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Penting untuk diingat bahwa penanganan parafilia memerlukan waktu dan usaha, serta setiap individu mungkin membutuhkan jenis penanganan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis parafilia dan tingkat kesulitan yang dialami.

Baca Artikel Kami Lainnya: Dampak Pelecehan Seksual Pada Anak Dan Pencegahannya.

Itulah parafilia dan gejala umum yang sering dialami oleh penderita parafilia. Perlu dipahami bahwa parafilia ini merupakan tema besar dari beberapa penyimpangan hasrat seksual seseorang. Beberapa jeni dari parafilia yaitu fetis, pedofil, voyeurisme, eksibisionisme, sadisme, froteurisme, masokisme dan beberapa jenis penyimpangan seksual lainnya. 

Walalupun beberapa dari mereka tidak melakukan kegiatan kriminal, tapi mereka termasuk orang yang perlu diberikan penanganan lebih lanjut untuk bisa mengubah orientasi hasrat seksual yang benar.

Artikel oleh: Logos Indonesia.