Biografi O. Hobart Mowrer dan Kontribusinya Dalam Teori Belajar Dan Terapi Perilaku

O. Hobart Mowrer (1907-1982) adalah seorang psikolog Amerika yang terkenal kontribusinya dalam bidang teori belajar dan terapi perilaku.

Tokoh1671 Views

Logos Indonesia O. Hobart Mowrer (1907-1982) adalah seorang psikolog Amerika yang terkenal karena kontribusinya dalam bidang teori belajar dan terapi perilaku. Selama karirnya, ia mempelajari bagaimana pengalaman masa kecil seseorang mempengaruhi perilaku mereka di masa dewasa. 

Dalam artikel ini mari kita bahas biografi singkat dari O. Hobart Mowrer dan kontribusinya dalam ilmu psikologi. Mari kita mulai dari masa kanak-kanak Mowrer hingga sepeninggalannya yang mampu memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya teori belajar dan  terapi perilaku.

Masa Kanak-Kanak Mowrer

Mowrer lahir pada 29 Januari 1907 di Bloomington, Illinois. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Oscar, adalah seorang pengacara dan ibunya, Emma, adalah seorang guru. Keluarga Mowrer pindah ke Des Moines, Iowa, ketika Hobart masih kecil, dan itulah tempat dia tumbuh besar.

Mowrer menghabiskan masa kecilnya sebagai anak yang aktif dan sangat cerdas. Dia menyukai membaca dan menulis, dan menjadi sangat tertarik pada topik psikologi sejak usia dini. Saat masih kecil, Mowrer sering membaca buku-buku tentang psikologi dan berbicara dengan psikolog terkenal pada saat itu.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Singkat Karl Jaspers Dan Kontribusinya.

Pada usia 14 tahun, Mowrer mulai menderita serangan panik yang parah. Hal ini memicu ketertarikannya pada masalah kecemasan dan pengobatan. Dia memutuskan untuk mempelajari psikologi di universitas dan memperoleh gelar sarjana dari University of Illinois pada tahun 1928. Setelah itu, dia melanjutkan studinya di Universitas Yale dan memperoleh gelar PhD di bawah bimbingan Clark Hull pada tahun 1932.

Perjalanan Karir Mowrer

O. Hobart Mowrer.

Setelah lulus dari Yale, Mowrer bergabung dengan fakultas Universitas Illinois sebagai asisten profesor. Dia mulai mengejar minatnya pada masalah kecemasan dan memulai risetnya pada kondisi yang disebut “ketakutan yang dipelajari” atau “phobia”. Mowrer percaya bahwa ketakutan bisa dipelajari melalui pengalaman masa kecil dan ia melakukan penelitian pada tikus untuk membuktikannya.

Pada tahun 1947, Mowrer bergabung dengan fakultas Universitas Purdue, di mana dia menghabiskan sebagian besar karirnya. Di sana, ia memperkenalkan teknik yang dikenal sebagai “aversive counterconditioning” untuk membantu orang mengatasi ketakutan dan fobia. Teknik ini melibatkan memasangkan respons fisiologis yang tidak menyenangkan (seperti mual atau sakit kepala) dengan stimulus yang menyebabkan ketakutan, sehingga orang dapat belajar untuk mengurangi atau menghilangkan ketakutan mereka.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Singkat John Garcia Dan Efek Garcia.

Selain itu, Mowrer juga terkenal karena teorinya tentang “kepercayaan diri dasar”. Menurut teorinya ini, pengalaman masa kecil seseorang mempengaruhi bagaimana seseorang memandang diri mereka sendiri di masa dewasa. Jika seorang anak diberi penghargaan dan penguatan yang memadai selama masa kecilnya, ia akan memiliki kepercayaan diri yang kuat di masa dewasa. Namun, jika seorang anak sering disalahkan dan dikritik selama masa kecilnya, ia akan cenderung kurang percaya diri di masa dewasa.

Puncak Karir Mowrer

Masa puncak karir O. Hobart Mowrer dapat dikatakan terjadi pada tahun 1950-an dan 1960-an ketika ia menjadi salah satu psikolog paling terkenal dan dihormati di Amerika Serikat. Pada saat itu, ia adalah salah satu tokoh utama dalam gerakan terapi perilaku dan telah memperkenalkan teknik-teknik terapi baru yang sangat efektif untuk membantu orang mengatasi masalah psikologis mereka.

Pada tahun 1950, Mowrer menulis buku berjudul “Learning Theory and Personality Dynamics” yang dianggap sebagai salah satu karya penting dalam bidang psikologi. Buku tersebut membahas tentang teori pembelajaran dan bagaimana pengalaman masa kecil seseorang dapat memengaruhi kepribadian mereka di masa dewasa. Buku ini menjadi sangat populer dan menjadi referensi penting bagi para psikolog yang tertarik dalam bidang terapi perilaku.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Singkat Hildegard Peplau.

Selain itu, pada tahun 1955, Mowrer juga memperkenalkan teknik terapi baru yang disebut dengan “aversive counterconditioning”. Teknik ini melibatkan penggunaan stimulus yang tidak menyenangkan untuk mengubah perilaku negatif. Contohnya, jika seseorang memiliki kecenderungan untuk merokok, teknik ini akan mengganti kebiasaan merokok dengan mual yang disebabkan oleh bau rokok yang menyengat, sehingga individu tersebut akan menghindari merokok di masa mendatang.

Teknik ini menjadi sangat populer dalam bidang terapi perilaku dan banyak psikolog yang menggunakannya untuk membantu orang mengatasi masalah psikologis seperti fobia, ketakutan, dan kecemasan.

Pada tahun 1961, Mowrer menerbitkan buku “The Crisis in Psychiatry and Religion” yang menjadi karya paling terkenalnya. Dalam buku ini, Mowrer membahas tentang bagaimana agama dan psikiatri telah menjadi terpisah secara drastis dan bagaimana keduanya dapat bekerja sama untuk membantu orang mengatasi masalah psikologis mereka. Buku ini menjadi sangat populer dan banyak orang yang tertarik pada masalah psikologis dan agama menggunakan buku ini sebagai referensi penting.

Pada tahun 1978, Mowrer menerima Penghargaan Distinguished Scientific Contribution dari American Psychological Association atas kontribusinya dalam bidang psikologi dan terapi perilaku.

Sayangnya, pada tahun 1982, Mowrer meninggal dunia karena serangan jantung. Namun, warisan intelektualnya tetap terus hidup dan berdampak pada bidang psikologi hingga saat ini.

Artikel oleh: Logos Indonesia.