Kelebihan dan Kekurangan dari Acceptance and Commitment Therapy (ACT)

Apa saja kelebihan dan kekurangan dari Acceptance and Commitment Therapy (ACT)? Mari kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini.

Klinis, Konseling4188 Views

Logos IndonesiaAcceptance and Commitment Therapy (ACT) adalah bentuk terapi perilaku kognitif yang menekankan pada penerimaan diri sendiri dan pengembangan komitmen untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang penting bagi seseorang. ACT membantu individu untuk menghadapi dan menerima pikiran, emosi, dan sensasi fisik yang tidak menyenangkan, sehingga mereka dapat fokus pada tindakan yang penting bagi mereka dalam kehidupan mereka.

Terapi ini mencakup berbagai teknik kognitif dan mindfulness untuk membantu individu mengubah cara mereka berpikir dan merespons terhadap pengalaman internal dan eksternal. Tujuan akhir dari ACT adalah membantu individu mencapai kebahagiaan, kesejahteraan, dan kepuasan hidup yang lebih besar melalui pengembangan komitmen dan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut.

Apa Saja Kelebihan dan Kelemahan ACT?

Menurut Hayes (2012) terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan dari Acceptance and Commitment Therapy (ACT).

Kelebihan ACT

Kelebihan ACT secara umum mampu meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. ACT dapat membantu mengembangkan kemampuan untuk menerima pikiran dan perasaan yang tidak diinginkan, meningkatkan keberadaan di saat ini, dan mengambil tindakan yang konsisten dengan nilai-nilai dan tujuan hidup mereka. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Abram Amsel dan Teori Frustrative Nonreward (FNR).

Selain itu, ACT bersifat fleksibel. Artinya, ACT dapat diadaptasi ke berbagai kondisi dan populasi, seperti anak-anak, remaja, dewasa, atau kelompok yang berbeda. ACT juga tidak memerlukan peralatan khusus seperti obat-obatan, sehingga lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping. Jadi, ACT berfokus pada solusi, membantu individu untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi sekaligus membantu mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah tersebut.

Kelemahan ACT

Kelemahan ACT yang pertama yaitu membutuhkan waktu dan komitmen. Seperti terapi lainnya, ACT memerlukan waktu dan komitmen untuk mencapai hasil yang diinginkan. Jika tidak dilakukan secara konsisten, maka terapi ACT ini sulit mendapatkan hasil yang efektif.

Selain itu, ACT tidak cocok untuk semua orang. ACT mungkin tidak cocok untuk semua orang, terutama untuk individu yang mengalami masalah kesehatan mental yang lebih berat atau memiliki masalah kesehatan fisik yang buruk. Hal ini karena selama menjalani ACT, kita harus bisa mempertahankan tingkat kognisi yang baik. Melibatkan pengontrolan pikiran, emosi, dan nilai-nilai pribadi. Jika seseorang mengalami masalah kesehatan mental yang berat, seperti gangguan psikotik atau gangguan kepribadian yang parah, maka terapi ACT mungkin tidak cocok karena individu tersebut mungkin tidak mampu mempertahankan tingkat kognisi yang baik selama terapi.

Beberapa latihan dalam ACT mungkin saja melibatkan gerakan fisik, seperti teknik pernapasan dan meditasi. Oleh karena itu, jika seseorang mengalami masalah kesehatan fisik yang buruk atau memiliki keterbatasan fisik. Maka terapi ACT mungkin tidak cocok diterapkan atau mungkin bisa dilakukan modifikasi terlebih dahulu.

Baca Artikel Kami Lainnya: 6 Proses Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dan Contohnya.

ACT membutuhkan tingkat kesiapan dan motivasi yang tinggi. Dalam proses ACT kita akan menghadapi pengalaman yang tidak diinginkan dan menemukan nilai-nilai yang penting bagi mereka. Jika seseorang tidak siap atau tidak memiliki motivasi untuk menghadapi tantangan ini, maka terapi ACT mungkin tidak efektif.

ACT mungkin tidak cocok untuk masalah psikologis yang spesifik. Terapi ACT berfokus pada pengembangan keterampilan psikologis yang umum dan tidak berfokus pada masalah spesifik tertentu. Jika seseorang mengalami masalah yang memerlukan pendekatan terapi yang spesifik, seperti trauma atau kecemasan sosial yang parah, maka terapi ACT mungkin tidak cukup untuk membantu masalah tersebut.

Meskipun ACT tidak cocok untuk semua kondisi orang, tapi terapi ini masih dapat memberikan manfaat bagi banyak orang yang mencari bantuan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Jadi penting untuk berkonsultasi dengan terapis terlatih dan berpengalaman untuk menentukan apakah ACT adalah terapi yang tepat bagimu atau tidak.

Baca Artikel Kami Lainnya: Mengapa Menerima Kesedihan itu Penting?

ACT memerlukan terapis yang terlatih dan berpengalaman untuk memberikan terapi yang efektif. Oleh karena itu, sulit untuk diakses di beberapa wilayah atau komunitas yang tidak memiliki tenaga medis yang memadai. Terakhir, seperti terapi lainnya, hasil ACT tidak bisa dijamin 100% berhasil. Keberhasilan terapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya, seperti dukungan sosial dan motivasi pasien.

Apakah ACT Bisa Untuk Gangguan Psikologi yang Parah?

Acceptance and Commitment Therapy (ACT) awalnya dirancang untuk mengatasi masalah psikologis ringan hingga sedang, seperti kecemasan dan depresi. Namun, seiring dengan perkembangan ACT, terapi ini juga telah digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi psikologis yang lebih parah dan berat, seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD), gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan kepribadian.

Hal ini karena ACT lebih menekankan pada pengembangan keterampilan psikologis dalam menghadapi pengalaman yang sulit daripada perubahan pikiran dan perilaku secara langsung, terapi ini mungkin tidak cocok untuk semua orang dengan kondisi psikologis yang parah dan berat. Pada kondisi yang parah dan berat, mungkin diperlukan perawatan yang lebih intensif, seperti terapi obat, perawatan rawat inap, atau terapi lain yang lebih fokus pada perubahan pikiran dan perilaku secara langsung.

Walaupun begitu, ACT tetap dapat digunakan sebagai terapi pendukung untuk membantu individu dengan kondisi psikologis yang parah dan berat dalam mengatasi pengalaman yang sulit dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Artikel oleh: Logos Indonesia.