Kunci Mengubah Pola Pikir dan Perilaku dalam Keluarga Toxic: Komitmen, Komunikasi, dan Penerimaan Kesalahan

Kunci mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic: komitmen, komunikasi, dan penerimaan kesalahan.

Keluarga, Klinis, Sosial4873 Views

Logos Indonesia Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku individu. Keluarga yang memiliki lingkungan yang sehat dan positif dapat memberikan pengaruh positif pada anggota keluarganya, sehingga membentuk individu yang sehat dan berkualitas. 

Namun, tidak semua keluarga mampu memberikan lingkungan yang sehat dan positif bagi anggota keluarganya. Beberapa keluarga dapat dianggap sebagai keluarga toxic karena pola pikir dan perilaku yang tidak sehat yang dimilikinya.

Baca Artikel Kami Lainnya: Teori Frustasi-Agresi dan Kenakalan Remaja.

Keluarga toxic dapat memiliki dampak buruk pada anggota keluarga yang terlibat di dalamnya. Dalam keluarga toxic, pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dapat menjadi rutinitas yang tidak pernah berhenti dan mempengaruhi anggota keluarga untuk mengembangkan pola pikir dan perilaku yang sama.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas cara mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga yang toxic. Namun untuk masuk ke dalam pembahasan tersebut, ada baiknya kamu mengidentifikasi terlebih dahulu, apakah keluargamu termasuk keluarga yang toxic.

Apakah Keluargamu Termasuk Keluarga Yang Toxic?

Langkah pertama untuk mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic adalah dengan mengidentifikasi pola yang tidak sehat. Pola-pola ini mungkin telah berlangsung selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai hal yang normal oleh anggota keluarga. Beberapa pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dalam keluarga toxic adalah:

  • Terdapat komunikasi yang buruk. Komunikasi yang buruk dapat terjadi jika anggota keluarga tidak memiliki keterampilan untuk berkomunikasi secara efektif. Komunikasi yang buruk dapat membuat anggota keluarga sulit untuk saling memahami.
  • Terdapat perilaku agresif. Perilaku agresif dapat berupa kekerasan fisik maupun verbal. Hal ini dapat terjadi jika anggota keluarga tidak memiliki cara yang sehat untuk mengekspresikan emosinya.
  • Ada kontrol yang berlebihan: Kontrol yang berlebihan dapat membuat anggota keluarga merasa terkekang dan tidak memiliki kebebasan untuk melakukan hal-hal yang diinginkannya.
  • Cenderung merendahkan dirimu. Sikap merendahkan dapat membuat anggota keluarga merasa tidak dihargai dan rendah diri.

Baca Artikel Kami Lainnya: Stimulus Sampling Theory dan Atensi Selektif: Mengapa Kita Tidak Selalu Sadar dengan Informasi yang Kita Terima?

Bagaimana Cara Mengubah Pola Pikir Keluarga yang Toxic?

Setelah mengidentifikasi pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dalam keluarga toxic, langkah selanjutnya adalah menggantinya dengan pola yang lebih sehat dan positif. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengganti pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dalam keluarga toxic adalah:

  • Meningkatkan keterampilan komunikasi. Anggota keluarga dapat belajar untuk berkomunikasi dengan cara yang lebih efektif dan positif. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan atau kursus keterampilan komunikasi.
  • Mempelajari cara mengekspresikan emosi dengan sehat. Anggota keluarga dapat belajar untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih sehat seperti dengan cara menulis atau berbicara dengan teman atau keluarga yang lain.
  • Memberikan ruang dan kebebasan. Memberikan ruang dan kebebasan kepada anggota keluarga dapat membantu mereka merasa lebih dihargai dan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi.
  • Meningkatkan rasa hormat dan menghargai. Anggota keluarga dapat belajar untuk saling menghargai dan memperlakukan satu sama lain dengan rasa hormat yang tinggi.

Dalam mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic, dibutuhkan kesabaran dan waktu. Hal ini tidak akan terjadi dalam semalam, namun dengan tekad dan konsistensi, perubahan dapat terjadi. Perubahan yang terjadi dapat membawa dampak positif bagi seluruh anggota keluarga dan menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat dan bahagia.

Hal yang Perlu Kamu Perhatikan!

Selain mengidentifikasi pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan menggantinya dengan pola yang lebih sehat dan positif, terdapat juga beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic. Pertama, Mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic memerlukan komitmen yang kuat dari seluruh anggota keluarga. Semua anggota keluarga harus berkomitmen untuk melakukan perubahan dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat.

Kamu juga harus bisa menghindari konflik yang tidak perlu. Mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic dapat menyebabkan konflik di antara anggota keluarga. Oleh karena itu, penting untuk menghindari konflik yang tidak perlu dan menyelesaikan konflik dengan cara yang baik dan sehat.

Baca Artikel Kami Lainnya: Memulai Hidup Baru: Membangun Dukungan Sosial Setelah Keluar dari Keluarga Toxic.

Tetap menjaga komunikasi terbuka. Komunikasi terbuka sangat penting dalam mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic. Seluruh anggota keluarga harus berusaha untuk terbuka dan jujur dalam berkomunikasi.

Terpenting adalah kamu bisa menerima kesalahan. Mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic tidaklah mudah dan dapat melibatkan kesalahan. Oleh karena itu, seluruh anggota keluarga harus bersedia untuk menerima kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut.

Mengubah pola pikir dan perilaku dalam keluarga toxic dapat membawa dampak positif bagi seluruh anggota keluarga. Namun, perubahan tersebut memerlukan waktu dan kesabaran. Oleh karena itu, seluruh anggota keluarga harus berkomitmen untuk melakukan perubahan dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat dan bahagia.

Artikel oleh: Logos Indonesia.