Tahapan Dialectical Behavior Therapy (DBT) dan Contohnya

Tahapan dalam Dialectical Behavior Therapy (DBT) biasanya digunakan untuk gangguan Borderline Personality Disorder.

Konseling2159 Views

Logos IndonesiaPernahkah kamu mengalami kesulitan menghadapi emosi yang kuat atau perilaku yang merusak? Jika ya, Dialectical Behavior Therapy (DBT) bisa menjadi solusi yang tepat untukmu. DBT adalah sebuah pendekatan terapeutik yang dirancang untuk membantu kita mengatasi tantangan emosional dan perilaku yang mengganggu. Mari kita pahami tahapan-tahapan penting dari DBT.

Sesi I: Pre-asesmen – Mempersiapkan Diri untuk Menuju Perubahan

Sesi pre-asesmen merupakan langkah awal dalam DBT. Di dalam sesi ini, terapis akan melakukan penilaian untuk menentukan apakah DBT sesuai untuk mengatasi permasalahan yang kamu alami. Jika terapis merasa DBT tepat untukmu, maka terapis akan menjelaskan prosedur yang akan dijalani. Kemudian meminta persetujuan serta komitmenmu untuk menjalani terapi ini.

Sesi II: Terapi Individu – Temukan Cara Menuju Perubahan

Sesi terapi individu biasanya dilakukan sekali dalam seminggu. Dan berlangsung selama 40–60 menit. Melalui sesi ini, terapis akan membimbingmu untuk:

1. Mengurangi perilaku yang dapat menyakiti diri sendiri atau mencoba bunuh diri.
2. Mencapai tujuan dan meningkatkan kualitas hidup dengan mengatasi masalah kesehatan mental dan hubungan interpersonal.
3. Mengubah kebiasaan atau pola perilaku negatif menjadi perilaku positif yang mendukung tujuan hidupmu.

Bersama terapis, kamu akan belajar strategi dan keterampilan khusus untuk menghadapi tantangan yang kamu hadapi. Terapis akan memberikan dukungan, pengertian, dan panduan dalam perjalananmu menuju perubahan positif.

Sesi III: Latihan Keterampilan dalam Kelompok – Belajar dari Orang Lain

Sesi ini melibatkan kelompok kecil yang dipimpin oleh beberapa terapis. Dalam kelompok ini, kamu akan diajarkan empat keterampilan penting, yaitu:

1. Regulasi emosi. Memahami, mengatur, dan mengelola emosi yang kuat dengan cara yang sehat.
2. Keterampilan interpersonal. Meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain melalui komunikasi efektif, pengaturan konflik, dan negosiasi.
3. Toleransi distres. Menghadapi situasi sulit atau stres dengan cara yang sehat tanpa merusak diri sendiri.
4. Kesadaran diri. Meningkatkan kemampuan untuk memahami pikiran, perasaan, dan sensasi fisik secara objektif tanpa penilaian.

Terapis akan mengajarimu keterampilan-keterampilan ini melalui diskusi, latihan role play, dan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan di rumah. Kamu juga akan berbagi pengalaman dan belajar dari pengalaman orang lain dalam kelompok.

Sesi IV: Telephone Crisis Coaching – Mendapatkan Dukungan di Saat-Saat Sulit

Telephone crisis coaching adalah sesi di mana kamu dapat menelepon terapis saat kamu merasa ingin menyakiti diri sendiri. Kondisi ketika kamu menghadapi kesulitan dari yang telah kamu pelajari.

Baca Artikel Kami Lainnya: Dampak Negatif dari Transferens Balik dalam Konseling.

Terapis akan memberikan bimbingan dan dukungan melalui telepon dalam situasi-situasi krisis tersebut. Penting untuk diingat. Bahwa batasan waktu dan durasi panggilan akan ditetapkan agar kamu tidak menjadi tergantung pada terapis.

Melalui tahapan-tahapan ini, DBT memberikan kamu strategi untuk mengatasi tantangan emosional dan perilaku yang mengganggu. Dalam proses ini, kamu akan merasakan perubahan positif dalam hidupmu. Sehingga mampu menghadapi masa depan dengan lebih baik.

Contoh Penerapan Dialectical Behavior Therapy (DBT)

Berikut ini adalah contoh penerapan tahapan DBT dalam kasus seorang yang mengalami Gangguan Borderline Personality Disorder:

Sesi I: Pre-asesmen

Dalam sesi pre-asesmen, terapis akan bertemu dengan individu tersebut untuk mengevaluasi masalah-masalah yang dia alami. Kemudian memahami apakah DBT sesuai untuknya. Misalnya, terapis dapat mengajukan pertanyaan mengenai gejala yang dialami, sejarah medis dan kehidupan individu. Kemudian membahas tujuan dan harapannya dalam terapi. Jika individu tersebut cocok dengan DBT, terapis akan menjelaskan secara detail tentang tahapan-tahapan terapi. Kemudian mendapatkan persetujuan serta komitmen individu tersebut untuk memulai perjalanan ini.

Sesi II: Terapi Individu

Dalam terapi individu, individu tersebut akan bertemu dengan terapisnya secara rutin. Misalnya, setiap minggu selama 40–60 menit. Di dalam sesi ini, terapis akan membantu individu tersebut mengenali dan mengurangi perilaku yang dapat menyakiti diri sendiri. Mereka juga akan menjelajahi tujuan hidup individu tersebut. Kemudian mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan mengatasi masalah kesehatan mental dan hubungan interpersonal yang sulit. Terapis akan membantu individu tersebut mengubah pola perilaku negatif menjadi perilaku positif yang mendukung tujuan hidupnya.

Sesi III: Latihan Keterampilan dalam Kelompok

Individu tersebut akan berpartisipasi dalam sesi kelompok DBT dengan terapis. Dimana individu lain yang juga menjalani terapi berpartisipasi dalam diskusi. Dalam kelompok ini, individu tersebut akan belajar empat keterampilan penting DBT, regulasi emosi dan keterampilan interpersonal. Kemudian toleransi distres dan kesadaran diri. Misalnya, mereka akan belajar strategi untuk mengenali emosi yang kuat dan mengatasi konflik interpersonal. Kemudian menghadapi situasi sulit dan meningkatkan kesadaran diri tentang pikiran dan perasaan mereka. Terapis dan kelompok akan memberikan dukungan, diskusi, dan latihan role play. Tujuannya untuk membantu individu tersebut menguasai keterampilan-keterampilan ini.

Sesi IV: Sesi Telephone Crisis Coaching

Individu tersebut akan memiliki akses untuk menelepon terapisnya saat mereka menghadapi situasi krisis dalam menerapkan keterampilan yang telah dipelajari. Misalnya, jika individu tersebut mengalami keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Atau
pun kesulitan mengendalikan emosi mereka. Maka mereka dapat menelepon terapisnya untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan. Terapis akan memberikan bimbingan melalui telepon dalam situasi-situasi tersebut. Membantu individu mengatasi.

Dalam contoh kasus ini, tahapan-tahapan DBT digunakan untuk membantu individu dengan Gangguan Borderline Personality Disorder. Cara mengatasi tantangan emosional dan perilaku mereka. Melalu ini, individu tersebut dapat belajar mengelola emosi dan meningkatkan hubungan interpersonal. Sehingga mampu mengatasi situasi sulit. Kemudian mencapai perubahan positif dalam hidup mereka.

Baca Artikel Kami Lainnya: Perbedaan antara Transferens Balik dan Transferens dalam Konseling.

Artikel oleh: Logos Indonesia