Mengenal Tes SPM (Standard Progressive Matrices)

Tes SPM (Standard Progressive Matrices) merupakan salah satu tes psikologi yang bertujuan untuk mengungkap kemampuan seseorang dalam memahami figur yang tidak berarti.

Pendidikan, PIO10998 Views

Logos Indonesia – Tes kecerdasan atau tes intelegensi merupakan serangkaian tes yang digunakan dengan tujuan untuk mengungkap atau mengukur kecerdasan seseorang. Tes intelegensi sempat menjadi tolak ukur utama di masyarakat untuk menentukan jenjang pendidikan bahkan pekerjaan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tes intelegensi harus beriringan dengan tes kepribadian yang dianggap tidak kalah penting.

Hasil dari tes intelegensi umumnya akan berupa IQ (Intelligence Quotient). Pada satu tes intelegensi yang dikenal dengan Tes SPM (Standard Progressive Matrices), tidak menampilkan nilai IQ dalam hasilnya, melainkan berupa tingkatan kecerdasan.

Artikel ini akan menjelaskan seputar Tes SPM, aspek Tes SPM, tingkat kecerdasan, hingga kelebihan dan kekurangan dari Tes SPM.

Apa Itu Tes SPM?

Apa Itu Tes SPM

Tes SPM (Standard Progressive Matrices) merupakan salah satu tes psikologi yang bertujuan untuk mengungkap kemampuan seseorang dalam memahami figur yang tidak berarti. Dari tes ini subjek akan dilihat kemampuannya dalam mengerti dan melihat hubungan antara bagian-bagian gambar yang disajikan serta mengembangkan pola berpikir yang sistematis.

Tes ini masuk dalam kategori tes intelegensi dan kategori tes non verbal. Maksud dari tes non verbal adalah materi dalam tes ini tidak berbentuk lisan atau tulisan, melainkan dalam bentuk gambar.

Tes SPM ini disusun oleh John C. Raven dan pertama kali dipublikasikan di tahun 1938. Meski demikian, tes ini baru digunakan di tahun 1954. Tes ini disusun berdasarkan teori G faktor yang dikemukakan oleh Spearman.

Awal penggunaannya, tes ini diterapkan untuk angkatan bersenjata Inggris pada Perang Dunia II. Hingga saat ini Tes SPM masih sering digunakan dan dikenal sebagai salah satu dari jenis tes culture fair test atau tes yang dapat digunakan oleh semua budaya.

Pada penerapannya, tes SPM bisa digunakan oleh usia 6 tahun hingga usia 65 tahun. Dengan demikian tes ini mampu untuk mencakup banyak subjek.

Aspek yang Diungkap Tes SPM

Aspek yang Diungkap Tes SPM

Terdapat 6 aspek yang menjadi tolak ukur dari Tes SPM, yaitu:

Aspek penalaran

Maksud dari penelaran dalam hal ini adalah bagaimana subjek mampu untuk menarik kesimpulan dan membuktikan bahwa kesimpulan tersebut memang benar dan sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.

Aspek ketepatan

Ketepatan dalam hal ini adalah kemampuan untuk menghitung secara tepat atau benar, walaupun dalam tes ini tidak terdapat soal berhitung dengan angka.

Aspek abstraksi

Abstraksi dalam hal ini adalah kemampuan individu dalam menangkap, membayangkan dan menganalisa sesuatu akan ditangkap indera secara abstrak.

Baca Artikel Kami Lainnya : Mengenal Tes Wartegg

Aspek sistematis

Sistematis dalam hal ini adalah kemampuan individu dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan langkah dan arahan yang telah diberikan sebelumnya. Perlu juga perencanaan yang tepat, efektif serta efisien.

Aspek kecepatan dan ketelitian

Kecepatan dan ketelitian dalam hal ini adalah kemampuan individu dalam hal  kecepatan dan ketelitian ketika menangkap serta mengolah sebuah informasi dengan baik.

Aspek konsentrasi

Konsentrasi dalam hal ini adalah kemampuan individu untuk bisa memberikan perhatian pada sebuah hal di satu waktu dengan baik.

Tingkat Kecerdasan Tes SPM

Tingkat Kecerdasan Tes SPM

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa hasil dari Tes SPM bukan IQ berupa angka, melainkan tingkatan atau level intelektual yang dibagi dalam beberapa kategori berikut:

Grade I

Ini merupakan tingkatan tertinggi dari hasil Tes SPM ini, dimana individu yang masuk dalam kategori grade I memiliki nilai persentil di atas 95 dan masuk dalam kategori kapasitas intelektual superior.

Grade II

Individu yang masuk dalam kategori grade II memiliki nilai persentil 75 sampai 95 dan masuk dalam kategori intelektual di atas rata-rata.

Grade III

Individu yang masuk dalam kategori grade III memiliki nilai persentil 25 sampai 75 dan masuk dalam kategori intelektual rata-rata.

Grade IV

Individu yang masuk dalam kategori grade IV memiliki nilai persentil 5 sampai 25 dan masuk dalam kategori intelektual di bawah rata-rata.

Grade V

Individu yang masuk dalam kategori grade V memiliki nilai persentil dibawah 5 dan masuk dalam kategori intelektual terhambat.

Kelebihan dan Kelemahan Tes SPM

Kelebihan dan Kelemahan Tes SPM

Tes SPM masih menjadi salah satu bentuk tes intelegensi yang masih eksis hingga saat ini karena berbagai kelebihan yang dimiliki, yaitu tes ini dianggap mampu untuk mengasah kecepatan dan ketepatan dalam mengerjakan soal tes, hingga mampu mengukur pemahaman dan pengertian terhadap gambar yang diberikan dan mengembangkan pola pikir sistematis. Selain itu tes ini juga dapat digunakan oleh semua budaya dan dari adanya tes ini kita dapat mengetahui kesulitan belajar yang dialami.

Walaupun Tes SPM memiliki serangkaian kelebihan, namun tes ini juga bukan tes yang sempurnah seperti tes-tes psikologi lainnya. Tes SPM juga memiliki kekurangan, yaitu tes ini merupakan tes yang berbatas waktu. Dikhawatirkan hasil dari tes ini bukan menggambarkan intelegensi seseorang tinggi atau rendah, bisa jadi lambatnya pengerjaan dalam tes ini dikarenakan individu merupakan orang yang teliti.

Cukup banyak tes intelegensi yang beredar di masyarakat. Jika kamu ingin mengetahui seberapa baik intelegensi yang kamu miliki, tidak ada salahnya untuk mengikuti Psikotes atau Psikotes Online. Tes SPM ini juga bisa menjadi salah satu opsi tes intelegensi yang bisa kamu pilih.

Baca Artikel Kami Lainnya : Mengenal Tes Grafis : BAUM DAP HTP