Yuk Belajar tentang Psikologi Lingkungan Perkotaan!

Tapi, pernahkah kamu menyadari bagaimana sebenarnya lingkungan perkotaan ini mempengaruhi kita sebagai individu? Yuk belajar!

Relationship, Sosial2254 Views

Logos IndonesiaDalam era modern ini, mayoritas dari kita hidup di tengah-tengah hiruk pikuk lingkungan perkotaan. Skyscraper tinggi, polusi suara, macet, dan lainnya kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tapi, pernahkah kamu menyadari bagaimana sebenarnya lingkungan perkotaan ini mempengaruhi kita sebagai individu?

Pengertian Psikologi Lingkungan Perkotaan

Psikologi lingkungan perkotaan adalah cabang ilmu psikologi yang berfokus pada interaksi antara manusia dengan lingkungan perkotaan. Bagaimana lingkungan ini mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pola pikir kita. Studi ini mencakup berbagai faktor seperti desain rumah, lingkungan kerja, hingga ruang publik.

Sebagai contoh, mari kita bayangkan beberapa situasi berikut ini:

  1. Ketika kamu berada di dalam apartemenmu yang sempit, akankah kamu merasa nyaman atau enggan untuk berlama-lama di sana?
  2. Setiap pagi di perjalanan menuju kantor, apakah suasana jalan yang padat dan bising membuat energimu terkuras?
  3. Setelah menyelesaikan pekerjaan, apakah taman yang asri dan sejuk membuatmu merasa lebih rileks?

Nah, itulah beberapa situasi yang merujuk pada lingkungan perkotaan. Dari situ kita bisa melihat bahwa lingkungan perkotaan mencakup banyak hal. Mulai dari tempat tinggal, transportasi, lingkungan kerja atau sekolah, taman kota, hingga tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan.

Mengenal Lebih Jauh tentang Psikologi Lingkungan Perkotaan

Psikologi lingkungan perkotaan, seperti yang kita tahu, adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara kita dengan lingkungan perkotaan kita tinggal. Tapi, lingkungan perkotaan ini bisa meliputi berbagai aspek, lho. Jadi, apa saja sih yang termasuk dalam lingkungan perkotaan itu sendiri?

Psikologi lingkungan perkotaan menelaah bagaimana kita bereaksi terhadap berbagai situasi tersebut. Tentunya, kita meresapi berbagai pengalaman yang bisa mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan perilaku kita. Misalnya, mungkin kita merasa kesal saat terjebak macet. Ataupun mungkin kita merasa bersemangat saat menjelajahi pusat perbelanjaan baru yang penuh warna.

Baca Artikel Kami Lainnya: Kenapa Negara Maju Memilih Tidak Punya Anak?

Dalam pembahasannya, psikologi lingkungan perkotaan juga melibatkan ahli dari berbagai disiplin ilmu. Seperti arsitektur, perencanaan kota, sosiologi, dan antropologi. Dengan dukungan dari para ahli ini, kita bisa mengkaji bagaimana lingkungan kita dirancang dan terbentuk. Apa saja kebijakan yang mempengaruhinya.

Dalam konteks psikologi sendiri. Kita mengacu pada teori-teori yang ada, seperti teori kognitif, teori perilaku, dan teori emosi. Hal ini untuk melihat bagaimana lingkungan perkotaan bisa mempengaruhi pola pikir, perasaan, dan tindakan kita sebagai manusia.

Jadi, dengan memahami lebih jauh tentang psikologi lingkungan perkotaan, kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung kebahagiaan kita bersama. Mulai dari desain rumah yang membuat kita merasa betah. Pengaturan taman kota yang ramah pengunjung. Hingga kebijakan yang mengutamakan kebutuhan kita sebagai penghuni perkotaan.

Elemen-elemen Penting dalam Psikologi Lingkungan Perkotaan

Dalam psikologi lingkungan perkotaan, ada tiga konsep dasar yaitu desain lingkungan, kebutuhan psikologis, dan perilaku serta interaksi sosial.

Desain Lingkungan

Elemen pertama yang kita bisa bahas adalah desain lingkungan. Kalau kamu pikir sejenak. Pasti kamu akan sadar, betapa banyak detail dan elemen di lingkunganmu yang memainkan peran dalam perasaan sehari-harimu. Misalnya, apakah ruang tamu rumahmu yang sempit itu membuat kamu merasa terkurung? Ataukah warna cat kuning di kamar tidurmu membuatmu merasa lebih ceria?

Nah, itulah mengapa desain lingkungan sangat penting. Mulai dari pencahayaan, warna, suara, hingga tata letak, semua bisa berpengaruh pada mood dan perasaan kamu. Ruangan yang terang dan berwarna cerah biasanya bisa membuat kita merasa lebih bahagia dan energik. Sementara itu, lingkungan yang sunyi dan berwarna gelap bisa membuat kita merasa tenang. Namun di sisi lain juga bisa membuat kita merasa sedih atau tegang.

Kebutuhan Psikologis

Sudah tidak diragukan lagi bahwa lingkungan perkotaan kita sering memberikan tekanan psikologis. Macet, polusi, keramaian, bisa memicu stres dan kecemasan. Oleh karena itu, psikologi lingkungan perkotaan juga memperhatikan bagaimana kebutuhan psikologis kita dapat dipenuhi di tengah keriuhan kota.

Coba bayangkan, rasanya pasti menyenangkan bila kita bisa menyisihkan waktu sejenak untuk bersantai di taman kota. Setelah seharian sibuk bekerja atau belajar. Selain itu, memiliki lingkungan kerja atau belajar yang nyaman juga tentunya bisa membuat kita lebih produktif.

Perilaku dan Interaksi Sosial

Terakhir, ada konsep perilaku dan interaksi sosial yang juga harus kita anggap penting. Kota sebagai lingkungan sosial besar, punya begitu banyak ruang dan peluang interaksi. Kita seringkali bertemu, berbincang, dan bekerja sama dengan orang lain. Tidak heran bila lingkungan perkotaan ini memengaruhi bagaimana kita berinteraksi dan berperilaku.

Misalnya, di tempat yang ramai dan sibuk, seperti pusat perbelanjaan atau stasiun kereta. Kita mungkin akan cenderung merasa tergesa-gesa dan memilih untuk tidak berhenti sejenak untuk mengobrol dengan orang lain. Sebaliknya, di tempat yang lebih santai, seperti taman atau kafe. Kita mungkin akan lebih terbuka untuk berinteraksi dan menghabiskan waktu bersama orang lain.

Jadi, desain lingkungan, kebutuhan psikologis, dan perilaku sosial. Ketiganya menjadi bagian yang penting dalam psikologi lingkungan perkotaan. Kita perlu memahami dan mempertimbangkan ketiganya agar bisa hidup dengan lebih baik dan bahagia di tengah hiruk pikuk kota.

Baca Artikel Kami Lainnya: Bagaimana Jika Suatu Negara Tidak Memiliki Generasi Muda? Mengulik Dampak Psikologisnya

Artikel oleh: Logos Indonesia.