Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Bekerja dengan Bos yang Toxic

Beginilah cara menjaga kesehatan mental saat bekerja dengan bos yang toxic. Mencari dukungan dari rekan kerja menjadi salah satu caranya.

PIO, Relationship2584 Views

Logos IndonesiaBekerja dengan bos yang toxic bisa sangat menegangkan dan mempengaruhi kesejahteraan kita sebagai karyawan. Terkadang kita merasa ingin segera meninggalkan pekerjaan. Tapi di sisi lain, banyak karyawan yang memilih bertahan kerja meski dengan bos yang toxic. Lalu, apa alasan karyawan memilih bertahan kerja dengan bos yang toxic?

Alasan Karyawan Memilih Bertahan Kerja Dengan Bos Yang Toxic?

Banyak alasan bagi karyawan untuk bertahan bekerja walaupun dengan atasan yang toxic. Keputusan ini dipilih karena mereka telah mempertimbangkan dampak negatif dan positif yang akan terjadi setelahnya. Namun kebanyakan dari mereka memiliki alasan untuk mendapatkan kondisi yang aman dari pengambilan keputusan itu. Berikut ini adalah beberapa alasan karyawan memilih bertahan kerja dengan bus yang toksik.

Takut Kehilangan Pekerjaan

Salah satu alasan paling umum mengapa karyawan memilih bertahan kerja dengan bos yang toxic adalah takut kehilangan pekerjaan. Mereka khawatir jika mereka berhenti atau mencoba untuk menyelesaikan masalah dengan bos mereka. Mereka mungkin kehilangan pekerjaan dan sulit untuk menemukan pekerjaan baru.

Keterikatan Dengan Pekerjaan

Karyawan yang merasa terikat dengan pekerjaan atau perusahaan mungkin merasa sulit untuk meninggalkannya, terlepas dari kondisi bos mereka. Keterikatan ini bisa terbentuk karena rasa kesetiaan, pengalaman kerja yang baik di masa lalu, atau karena faktor lain seperti kestabilan finansial dan manfaat karyawan.

Menghindari Konflik

Beberapa karyawan mungkin memilih untuk bertahan kerja dengan bos yang toxic untuk menghindari konflik atau pertentangan yang bisa terjadi jika mereka mencoba untuk menyelesaikan masalah dengan bos mereka. Mereka merasa bahwa lebih baik menahan diri dan menjaga ketenangan daripada memperburuk situasi dengan memicu konflik.

Harapan Akan Perubahan

Karyawan mungkin berharap bahwa bos mereka akan berubah, dan mereka dapat memperbaiki hubungan dengan bos mereka. Mereka mungkin berpikir bahwa masalah dengan bos mereka hanya sementara, dan mereka hanya perlu bersabar.

Sulit Untuk Menemukan Pekerjaan Yang Lebih Baik

Beberapa karyawan mungkin merasa sulit untuk menemukan pekerjaan yang lebih baik atau memilih untuk bertahan di tempat kerja yang sekarang. Hal ini karena faktor ekonomi atau kesulitan dalam mencari pekerjaan baru.

Baca Artikel Kami Lainnya: Tips Agar Terciptanya Work Well Being Di Tempat Kerja.

Namun, penting untuk diingat bahwa bertahan di tempat kerja dengan bos yang toxic dapat merusak kesehatan mental dan emosional kita. Yang kemudian mempengaruhi produktivitas dan kinerja kita di tempat kerja. Jika kamu merasa sedang bekerja dengan bos yang toxic. Jangan ragu untuk mencari bantuan atau sumber daya yang dapat membantu kamu mengatasi situasi tersebut.

Ada banyak organisasi atau sumber daya luar yang dapat membantu karyawan yang mengalami masalah dengan bos mereka. Ingatlah, idak ada yang pantas untuk dijadikan sasaran dari perilaku yang tidak sehat atau toxic.

Apa Yang Harus Diperhatikan Jika Bekerja Dengan Bos Yang Toxic?

Bekerja dengan bos yang toxic bisa sangat sulit dan menantang. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu memilih untuk bertahan kerja dengan bos yang toxic:

Identifikasi Perilaku Yang Tidak Sehat

Yang pertama kali perlu kamu lakukan adalah mengidentifikasi perilaku yang tidak sehat dari bosmu. Ini bisa termasuk perilaku seperti verbal atau fisik yang agresif, intimidasi, pengawasan yang berlebihan, pengambilan keputusan yang tidak adil, atau perilaku lain yang merugikan dan merusak kesehatan mentalmu.

Jangan Berdiam Diri

Jangan berdiam diri dan terus menerima perilaku yang tidak sehat dari bosmu. Jika kamu tidak mengatakan apa-apa, bosmu mungkin berpikir bahwa perilaku tersebut bisa diterima dan terus melakukannya. Cobalah untuk mengungkapkan kekhawatiranmu dengan bosmu secara terbuka dan jujur, atau meminta bantuan dari atasanmu atau departemen sumber daya manusia jika kamu merasa kesulitan untuk menyelesaikan masalah secara langsung dengan bosmu.

Cari Dukungan

Cobalah mencari dukungan dari teman, keluarga, atau karyawan lain di tempat kerja yang dapat membantumu mengatasi situasi yang sulit ini. Kamu juga dapat mencari sumber daya luar seperti konselor atau psikolog yang dapat membantumu mengelola stres dan kecemasan yang mungkin timbul akibat bekerja dengan bos yang toxic.

Pertimbangkan Untuk Mencari Pekerjaan Baru

Jika kamu merasa bahwa situasi tidak dapat diperbaiki atau kamu tidak lagi merasa nyaman atau aman di tempat kerja, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru di tempat kerja yang lebih sehat dan aman.

Tetap Professional

Meskipun sulit, tetaplah profesional dan jangan ikut melakukan perilaku yang tidak sehat seperti melakukan pembalasan atau melaporkan bosmu ke atasanmu tanpa alasan yang jelas. Hal ini dapat memperburuk situasi dan mempengaruhi reputasimu di tempat kerja.

Baca Artikel Kami Lainnya: Manfaat Psikologis Pemimpin Yang Menerapkan Mindful Leaders Di Lingkungan Pekerjaan.

Bekerja dengan bos yang toxic memang tidak mudah, tetapi dengan mengidentifikasi perilaku yang tidak sehat, mencari dukungan, dan mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru jika diperlukan, kamu dapat mengatasi situasi tersebut dengan lebih baik dan menjaga kesehatan mental dan emosionalmu.

Baca Artikel Kami Lainnya: Tips Mengembangkan Kemampuan Kerja Sama Tim di Tempat Kerja.

Artikel oleh: Logos Indonesia.