Gangguan Mental Tidak Selalu Terkait dengan Masa Kecil yang Menyakitkan

Gangguan mental seringkali dihubungkan dengan pengalaman traumatis di masa kecil. Ada gangguan mental yang tidak memiliki penyebab itu.

Klinis1276 Views

Logos Indonesia – Mungkin kamu sering mendengar soal gangguan mental dan berbagai stereotip yang menyertainya. Nah, kali ini kita akan mencoba memahaminya lebih baik lagi. Jadi, gangguan mental itu sendiri merupakan kondisi yang mempengaruhi perasaan, pola pikir, dan perilaku seseorang. Tentu saja, ini adalah situasi yang normal jika terjadi dalam batasan wajar. Namun, bila gangguan mental sudah mempengaruhi aktivitas sehari-hari, tentu waktunya untuk mencari pertolongan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apakah Kamu Termasuk Social Butterfly? Inilah Tandanya Kamu Termasuk Social Butterfly

Gangguan mental seringkali dihubungkan dengan pengalaman traumatis di masa kecil. Meskipun ada keterkaitan di beberapa kasus, ternyata faktor-faktor penyebab gangguan mental jauh lebih beragam dan kompleks. Jadi, sangat salah jika kita menggeneralisasi dan secara serampangan mengaitkan gangguan mental dengan masa kecil yang menyakitkan.

Dengan artikel ini, kita akan mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan gangguan mental dan stigma yang sering mempengaruhi pandangan masyarakat. Sebelum memahami lebih jauh, penting bagi kita untuk menyadari bahwa gangguan mental bisa menimpa siapa saja, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, yuk kita buang stigma dan mulai belajar dengan lebih empati mengenai gangguan mental!

Tidak Semua Gangguan Mental Memiliki Penyebab Yang Sama

Tentu, kita semua sepakat bahwa tiap individu adalah unik dan memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Nah, hal ini juga berlaku dalam konteks gangguan mental. Tidak semua gangguan mental memiliki penyebab yang sama. Misalnya, kamu dan temanmu mungkin sama-sama memiliki gangguan cemas, tapi bukan berarti penyebab dan pengalaman yang kamu alami sama.

Salah satu stigma yang ada berkaitan dengan gangguan mental adalah disebabkan oleh trauma atau pengalaman buruk saat masa kecil. Kita tahu bahwa pengalaman tersebut dapat berpengaruh pada kesejahteraan mental kita, tetapi bukan berarti ini adalah satu-satunya faktor yang berperan. Banyak faktor lain yang bisa ikut berperan, mulai dari genetika, lingkungan, hingga pengalaman traumatis di usia dewasa.

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa skizofrenia. Salah satu gangguan mental serius, sering dikaitkan dengan faktor genetik dan biologis bukan masa kecil yang menyakitkan. Demikian juga gangguan bipolar, ditengarai disebabkan oleh faktor biologis dan genetik.

Lantas apa maknanya bagi kita? Sebaiknya kita tidak terlalu cepat mengaitkan gangguan mental seseorang dengan asumsi umum seperti trauma masa kecil. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, penyebabnya bisa jadi lebih kompleks dan bervariasi.

Jenis Gangguan Mental yang Tidak Selalu Terkait dengan Masa Kecil yang Menyakitkan

Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental yang cukup serius dan kompleks. Gangguan ini mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Skizofrenia biasanya muncul pada usia akhir remaja atau awal dewasa. Penyebab umum terjadinya skizofrenia adalah faktor genetik.

Genetik memainkan peran penting dalam skizofrenia. Jika ada anggota keluarga yang memiliki skizofrenia, risiko untuk mengembangkan gangguan ini menjadi lebih tinggi. Namun, fakta bahwa banyak orang dengan skizofrenia tidak memiliki riwayat keluarga menunjukkan bahwa gen bukan satu-satunya faktor.

Selain itu, apa yang terjadi di dalam otak juga berperan. Ada dugaan bahwa skizofrenia bisa diakibatkan oleh keseimbangan kimia otak. Misalnya, peneliti percaya bahwa keseimbangan dopamin dan glutamat, dua zat kimia yang membantu sel-sel otak berkomunikasi, bisa mempengaruhi skizofrenia.

Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan adalah istilah umum untuk serangkaian gangguan yang melibatkan kecemasan, rasa takut yang berlebihan dan berkelanjutan. Meskipun pengalaman traumatis di masa kecil bisa menjadi pemicu. Tetapi gangguan kecemasan juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau peristiwa traumatis pada saat dewasa.

Misalnya, studi telah menunjukkan bahwa genetika bisa mempengaruhi seberapa rentan seseorang pada kecemasan. Beberapa penelitian menunjukkan ada gen tertentu yang berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan kecemasan.

Depresi Mayor

Depresi Mayor adalah salah satu gangguan mood yang paling umum. Penyebab depresi mayor bisa bervariasi dan biasanya melibatkan kombinasi faktor genetik, biologis, lingkungan, dan psikologis.

Faktor genetik berperan dalam depresi mayor. Meskipun beberapa orang dengan depresi mayor mungkin tidak memiliki riwayat keluarga, orang-orang dengan riwayat keluarga depresi mayor cenderung lebih rentan.

Faktor-faktor lingkungan dan psikologis, seperti stres kronis, peristiwa traumatis, atau kerugian mendadak bisa memicu depresi mayor pada individu yang rentan. Ini berarti bahwa stres parah dalam kehidupan dewasa bisa memicu depresi mayor, tidak harus berasal dari trauma masa kecil.

Obsesif Kompulsif Disorder (OCD)

OCD adalah gangguan yang ditandai oleh kehadiran obsesi (pikiran atau ketakutan yang berulang dan tidak diinginkan). Dan kompulsi (tingkah laku atau ritual berulang yang dilakukan seseorang untuk mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi).

Faktor genetik dan lingkungan tampaknya memainkan peran dalam OCD. Risiko OCD lebih tinggi pada orang yang memiliki kerabat satu derajat yang terdiagnosis OCD.

Selain itu, ada bukti bahwa OCD mungkin terkait dengan aspek-aspek tertentu dari fungsi otak. Misalnya, gambaran otak telah menunjukkan bahwa beberapa area otak mungkin berbeda pada orang dengan OCD dibandingkan dengan orang yang sehat.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apakah Ada Dampak Buruk Menjadi Social Butterfly? Mengulik Sisi Negative

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment