James Rowland Angell. Psikolog dan Pendidik Amerika

James Rowland Angell adalah seorang psikolog dan pendidik Amerika yang pernah menjabat sebagai presiden ke-16 Universitas Yale.

Berita829 Views

Logos IndonesiaJames Rowland Angell adalah seorang psikolog dan pendidik Amerika yang pernah menjabat sebagai presiden ke-16 Universitas Yale antara tahun 1921-1937. Ia juga merupakan salah satu tokoh utama dari aliran fungsionalisme dalam psikologi, yang menekankan pada fungsi dan adaptasi jiwa manusia terhadap lingkungannya.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Angell lahir pada tanggal 8 Mei 1869 di Burlington, Vermont. Ia lahir dalam salah satu keluarga akademis yang paling terkemuka dalam sejarah Amerika. Ia adalah keturunan keenam dari Thomas Angell yang menetap di Providence, Rhode Island. Ayahnya, James Burrill Angell, adalah presiden Universitas Vermont dari tahun 1866 hingga 1871 dan kemudian Universitas Michigan dari tahun 1871 hingga 1909. Kakeknya dari pihak ibu, Alexis Caswell, adalah seorang profesor Matematika dan Astronomi di Universitas Brown, kemudian menjadi presidennya. Ia juga merupakan anggota pendiri dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional. Kakak laki-lakinya, Alexis C. Angell, menjadi profesor hukum di Michigan, dan kemudian hakim federal. Suami dari kakak perempuannya, Andrew C. McLaughlin, adalah kepala departemen sejarah di Michigan. Sepupunya, Frank Angell, mendirikan laboratorium psikologi di Universitas Cornell dan Stanford.

Angell lulus dari Universitas Michigan dengan gelar sarjana pada tahun 1890. Ia bekerja sama dengan John Dewey, mendapatkan gelar master di bawah bimbingannya pada tahun 1891. Di Michigan ia menjadi anggota dari persaudaraan Delta Kappa Epsilon (cabang Omicron). Ia kemudian pergi ke Universitas Harvard di mana ia menerima gelar master kedua pada tahun 1892 dalam bidang psikologi. Ia belajar untuk gelar doktor dalam bidang filsafat di Berlin dan Halle. Disertasinya tentang perlakuan kebebasan dalam Kant diterima, tetapi memerlukan perubahan gaya bahasa, yang ia tidak pernah selesaikan. Sebaliknya, ia memutuskan untuk menerima sebuah posisi di Universitas Minnesota. Ia tidak pernah mendapatkan gelar doktor secara resmi, tetapi ia menerima 23 gelar kehormatan selama hidupnya.

Karier Akademis

Pada tahun 1895, Angell ditawari sebuah posisi di Universitas Chicago oleh John Dewey, yang telah pindah dari Michigan setahun sebelumnya. Hampir segera, ia menulis sebuah artikel bersama dengan koleganya dari Chicago, Addison W. Moore yang secara bersamaan menyelesaikan perselisihan sengit antara psikolog Cornell Edward Bradford Titchener dan psikolog Princeton James Mark Baldwin serta meletakkan dasar-dasar untuk aliran fungsionalisme dalam psikologi.

Angell bertugas secara berturut-turut sebagai direktur laboratorium psikologi (1894-1901), profesor dan kepala departemen psikologi (1905-1919), dekan fakultas (1911-1919), dan presiden pelaksana (1918-1919) di Universitas Chicago. Selama Perang Dunia I ia membantu mengembangkan tes kecerdasan untuk Tentara AS. Angell terpilih sebagai presiden Asosiasi Psikolog Amerika (1906) dan kemudian menjadi editor Psychological Monographs (1912-1922).

Presiden Universitas Yale

Pada tahun 1921, Angell menerima jabatan presiden Universitas Yale, menjadi orang pertama yang bukan lulusan Yale yang menjabat posisi tersebut. Di bawah kepemimpinannya (1921-1937), Yale mengalami kemajuan secara intelektual, sosial, dan material. Angell berhasil meningkatkan standar akademik, memperluas kurikulum, memperbaiki fasilitas, menarik dana dan sumbangan, serta mempromosikan kerjasama antara fakultas dan mahasiswa.

Angell juga menghadapi beberapa tantangan dan kontroversi selama masa jabatannya. Ia berusaha untuk menjaga keseimbangan antara tradisi liberal dan konservatif di Yale, serta antara kepentingan lokal dan nasional. Ia juga berusaha untuk mengatasi masalah diskriminasi rasial dan agama di Yale, meskipun ia sendiri tidak sepenuhnya bebas dari prasangka. Ia juga terlibat dalam perdebatan tentang peran universitas dalam masa krisis ekonomi dan politik, terutama selama Depresi Besar dan Perang Dunia II.

Angell mengundurkan diri dari jabatan presiden Yale pada tahun 1937, setelah menderita serangan jantung. Ia kemudian menjadi profesor emeritus psikologi di Yale dan terus aktif dalam berbagai organisasi pendidikan dan sosial. Ia juga menulis beberapa buku tentang pendidikan, patriotisme, dan propaganda perang.

Karya dan Kontribusi

Angell adalah seorang psikolog yang produktif dan berpengaruh. Ia adalah salah satu tokoh utama dari aliran fungsionalisme dalam psikologi, yang menekankan pada fungsi dan adaptasi jiwa manusia terhadap lingkungannya. Ia juga merupakan salah satu pendiri psikologi sosial sebagai bidang ilmiah yang mandiri. Ia menulis beberapa buku tentang psikologi, antara lain:

– Psychology: An Introductory Study of the Structure and Function of Human Consciousness (1904)
– Chapters from Modern Psychology (1912)
– Psychology and Life (1913)
– The Problems of Personality: Studies Presented to Dr. Morton Prince (1917)
– Introduction to Psychology (1918)

Baca Artikel Kami Lainnya: Pahami Perbedaan Ketidakwarasan dan Penyakit Mental dalam Bidang Hukum.

Angell juga adalah seorang pendidik yang visioner dan reformis. Ia berhasil membangun departemen psikologi di Universitas Chicago sebagai salah satu pusat penelitian psikologis terkemuka di dunia. Ia juga berhasil memimpin Universitas Yale sebagai salah satu universitas terbaik di Amerika Serikat. Ia berkontribusi bagi perkembangan pendidikan tinggi di Amerika Serikat dengan menjadi anggota dari berbagai komisi dan organisasi pendidikan, antara lain:

– Carnegie Corporation
– Carnegie Foundation for the Advancement of Teaching
– General Education Board
– National Research Council
– American Council on Education

Angell meninggal pada tanggal 4 Maret 1949 di Hamden, Connecticut. Ia dimakamkan di Grove Street Cemetery di New Haven. Ia meninggalkan warisan yang besar bagi psikologi dan pendidikan Amerika.

Artikel oleh: Logos Indonesia.