Gangguan Kecemasan : Apa Itu Generalized Anxiety Disorder?

Generalized anxiety disorder atau yang biasa disebut gangguan kecemasan umum merupakan salah satu bagian dari gangguan kecemasan yang memiliki ciri, perasaan cemas yang umum dan bahwa pikiran akan sesuatu yang buruk mungkin terjadi, dan keadaan peningkatan keterangsangan tubuh.

Klinis950 Views

Logos Indonesia – Perasaan cemas terhadap sesuatu atau kondisi tertentu merupakan perasaan yang normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Sayangnya, kecemasan yang berlangsung dalam waktu lama dan terjadi secara intens bisa merupakan salah satu tanda kesehatan mental kamu sedang terganggu. Pasalnya, kecemasan semacam itu dapat mengganggu kamu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Gangguan kecemasan atau yang biasa disebut dengan anxiety disorder merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perasaan takut dan cemas secara berlebihan. Dalam DSM-V, gangguan kecemasan sendiri terbagi lagi ke dalam beberapa golongan gangguan. Salah satu bagian dari gangguan cemas yang cukup umum dikenal adalah generalized anxiety disorder atau gangguan cemas umum.

Pada artikel ini, kami akan membahas secara lebih detail mengenai generalized anxiety disorder, gejala generalized anxiety disorder, penyebab generalized anxiety disorder, hingga penanganan individu dengan generalized anxiety disorder.

Apa Itu Generalized Anxiety Disorder?

Apa Itu Generalized Anxiety Disorder

Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai generalized anxiety disorder, ada baiknya kamu mengetahui pengertian dari generalized anxiety disorder itu sendiri. Berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Rumah Sakit Hermina, generalized anxiety disorder atau yang biasa disebut gangguan kecemasan umum merupakan salah satu bagian dari gangguan kecemasan yang memiliki ciri, perasaan cemas yang umum dan bahwa pikiran akan sesuatu yang buruk mungkin terjadi, dan keadaan peningkatan keterangsangan tubuh.

Berbeda dengan kecemasan pada umumnya yang dipicu oleh suatu objek, situasi, atau aktivitas yang spesifik. Pada penderita generalized anxiety disorder justru tidak berdasarkan hal-hal tersebut, melainkan berdasarkan yang disebut oleh Freud dengan istilah “mengambang bebas” (free floating).

Seorang penderita generalized anxiety disorder bukan mengkhawatirkan hal-hal umum seperti, takut salah bicara di depan umum, atau pekerjaan yang mungkin tidak terselesaikan. Melainkan, hal-hal yang dikhawatirkan lebih mengkhawatirkan hampir semua hal dalam kehidupan sehari-hari, seperti kerja, kesehatan, uang atau keamanan, yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Pikiran-pikiran dan perasaan cemas yang menumpuk ini akhirnya dapat mempengaruhi mereka dalam bertindak sehari-hari.

Gejala Generalized Anxiety Disorder

Gejala Generalized Anxiety Disorder

Generalized anxiety disorder atau gangguan kecemasan umum memiliki gejala yang merupakan bagian dari beberapa kecemasan lainnya, seperti panic disorder, phobia disorder, post traumatic stress disorder (PTSD),  dan gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial.

Perbedaan dari generalized anxiety disorder dengan gangguan kecemasan lainnya adalah pada generalized anxiety disorder kecemasan akan muncul pada berbagai kondisi, bukan karena satu kondisi tertentu. Saat perasaan cemas itu muncul, penderita akan merasakan kecemasan hampir setiap hari. Tentu saja hal ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Adapun gejala fisik dan mental yang dirasakan oleh penderita generalized anxiety disorder adalah merasa khawatir dan resah, susah tidur atau berkonsentrasi, mudah marah, pusing, lelah, dan gemetar, jantung berdebar-debar, nyeri otot, nyeri perut, dan nyeri kepala, berkeringat berlebihan, sesak napas, hingga merasa kesakitan.

Baca Artikel Kami Lainnya : Gangguan Kecemasan : Mengenal Panic Disorder dan Kapan Harus Ke Psikolog

Penyebab Generalized Anxiety Disorder

Penyebab Generalized Anxiety Disorder

Sama halnya dengan gangguan kesehatan mental lainnya, generalized anxiety disorder juga hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Namun, beberapa peneliti tentang gangguan mental percaya bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang kemungkinan besar bisa mengidap generalized anxiety disorder, yaitu:

Pengalaman trauma

Seseorang yang memiliki trauma seperti mendapatkan KDRT, atau menjadi korban bullying, akan berpeluang untuk mengalami generalized anxiety disorder.

Genetik

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga atau orang tua dengan generalized anxiety disorder, akan berpeluang untuk mengalami generalized anxiety disorder.

Jenis kelamin

Seorang wanita  dipercaya lebih berpeluang mengalami generalized anxiety disorder, dibandingkan dengan seorang pria.

Aktivitas berlebih pada otak

Seseorang yang memiliki aktivitas berlebihan di bagian otak yang mengendalikan emosi dan tingkah laku, akan berpeluang lebih besar untuk mengalami generalized anxiety disorder.

Senyawa dalam otak

Seseorang yang memiliki senyawa serotonin dan noradrenalin yang tidak seimbang dalam otak, akan berpeluang lebih besar untuk mengalami generalized anxiety disorder.

Narkoba dan minuman keras

Seseorang yang mengkonsumsi narkoba atau obat-obatan terlarang, dan minuman keras, akan berpeluang lebih besar untuk mengalami generalized anxiety disorder.

Penanganan Terhadap Pengidap Generalized Anxiety Disorder

Penanganan Terhadap Pengidap Generalized Anxiety Disorder

Jika kamu merasa mengalami beberapa gejala dari generalized anxiety disorder, ada baikan kamu mengunjungi puskesmas atau rumah sakit terdekat dan berkonsultasi dengan Psikiater. Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi Klinik Konsultasi Psikologi atau melakukan Konseling Online, untuk berkonsultasi dengan Psikolog.

Baik Psikolog maupun Psikiater akan memberikan penanganan terhadap gangguan generalized anxiety disorder, jika kamu telah diidentifikasi memiliki generalized anxiety disorder. Umumnya, mereka menggunakan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) sebagai patokan apakah seseorang memiliki suatu gangguan tertentu.

Jika sudah terdiagnosis memiliki generalized anxiety disorder, umumnya Psikolog akan memberikan terapi psikologis berupa cognitive behavioral therapy (CBT). Sedangkan Psikiater akan meresepkan beberapa obat yang dapat menyeimbangkan senyawa kimia dalam otak, seperti antidepresan. Namun, untuk bisa mengkonsumsi obat-obatan tentu harus melalui resep dokter.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca Artikel Kami Lainnya : Mengenal Macam-Macam Gangguan Kecemasan