Inilah Penyebab dan Dampak Productivity Anxiety

Inilah penyebab dan dampak productivity anxiety, tuntutan sosial yang tinggi dan ketidakseimbangan kehidupan antara pekerjaan dan pribadi.

Klinis2037 Views

Logos Indonesia – Pernahkah kalian merasa tertekan karena merasa kurang produktif? Atau bahkan merasa cemas dan gelisah ketika tugas menumpuk? Jika ya, kalian mungkin mengalami yang namanya productivity anxiety. Tenang, kalian bukanlah satu-satunya! Dalam artikel ini, kita akan bahas tentang apa itu productivity anxiety. Apa saja penyebabnya dan dampaknya terhadap kesehatan psikologis kita. Yuk, mari kita pahami bersama.

Apa itu Productivity Anxiety?

Productivity anxiety adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa cemas, gelisah, dan tertekan karena merasa kurang produktif. Mereka merasa kesulitan untuk mencapai target produktivitas yang ditetapkan. Ketika productivity anxiety muncul, kita seringkali merasa terbebani oleh tugas-tugas yang harus diselesaikan. Akhirnya, rasa cemas itu malah mengganggu kinerja kita.

Perlu diingat bahwa produktivitas itu penting, tetapi terlalu fokus pada hasil dan memaksakan diri sendiri dapat berdampak negatif pada kesehatan mental kita. Semua orang memiliki batas. Cara tiap orang berbeda dalam mencapai produktivitas. Jadi jangan terlalu keras pada diri sendiri!

Apa Saja Penyebab Productivity Anxiety?

 

Berikut ini beberapa penyebab dari productivity anxiety.

  1. Perfectionism. Memiliki sifat perfeksionis, yaitu selalu menginginkan hasil yang sempurna, dapat menjadi penyebab productivity anxiety. Kita seringkali menempatkan standar yang tidak realistis pada diri sendiri. Sehingga merasa frustasi ketika tidak bisa memenuhi harapan tersebut.
  2. Perbandingan Sosial (Social Comparison). Era digital membawa banyak manfaat, tetapi juga membawa dampak negatif. Seperti perbandingan sosial yang tidak sehat. Melihat orang lain mencapai kesuksesan di media sosial bisa membuat kita merasa rendah diri dan kurang berharga. Ini bisa membuat kita merasa tidak cukup dengan pencapaian kita sekarang yang menganggap kita tidak se-“berhasil” mereka. Ini bisa menciptakan tekanan untuk “mengejar” kesuksesan yang serupa. Yang akhirnya menimbulkan productivity anxiety.
  3. Tuntutan Kinerja Tinggi (High Performance Expectations). Ketika kita hidup dalam lingkungan di mana standar kinerja sangat tinggi, misalnya di tempat kerja atau perguruan tinggi. Kita mungkin merasa harus mencapai target yang tinggi pula. Tekanan untuk selalu tampil sempurna dan mencapai target tersebut. Itu bisa menyebabkan rasa cemas yang berlebihan. Dalam lingkungan kerja atau pendidikan yang kompetitif dapat meningkatkan tingkat productivity anxiety. Tekanan untuk mencapai target, menyelesaikan tugas dengan cepat, atau menghadapi tenggat waktu ketat bisa membuat kita merasa tegang dan khawatir.
  4. Perasaan Tidak Mampu (Feeling of Inadequacy). Beberapa dari kita mungkin merasa tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas atau mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perasaan ini bisa muncul akibat pengalaman masa lalu, kritik berlebihan, atau pandangan diri yang negatif. Ketakutan gagal inilah dapat menjadi beban yang berat. Kita takut dianggap kurang kompeten atau tidak sukses jika tidak mencapai apa yang diharapkan.
  5. Penundaan (Procrastination). Ketika kita sering menunda-nunda pekerjaan, justru membuat tumpukan tugas yang harus diselesaikan semakin tinggi. Rasa bersalah karena penundaan ini juga bisa menjadi pemicu productivity anxiety.
  6. Tidak Seimbangnya Kehidupan (Work-Life Imbalance). Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah tantangan bagi banyak orang. Jika perasaan “terjebak” di dalam pekerjaan terjadi terus-menerus, ini dapat mengganggu kesehatan mental dan menyebabkan productivity anxiety.

Apa Saja Dampak Productivity Anxiety Bagi Psikologis Kita?

Berikut ini beberapa dampak psikologis dari productivity anxiety.

  1. Stres yang Tinggi. Productivity anxiety dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi. Ketika kita merasa cemas dan tertekan untuk terus produktif. Maka ubuh kita akan mengalami peningkatan produksi hormon stres, seperti kortisol, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Merasa terus-menerus tertekan untuk mencapai target produktivitas tinggi bisa menyebabkan tingkat stres yang tinggi. Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Sehingga membuat kita mudah merasa lelah bahkan setelah beristirahat.
  2. Gangguan Konsentrasi. Merasa cemas tentang produktivitas dapat mengganggu konsentrasi kita dalam menyelesaikan tugas-tugas. Pikiran yang dipenuhi kekhawatiran akan menghambat kemampuan kita untuk fokus dan berkinerja dengan baik.
  3. Perasaan Tidak Berharga. Ketika productivity anxiety menghantui pikiran kita. Maka kita merasa kurang berharga atau tidak kompeten. Rasa rendah diri ini dapat merusak kepercayaan diri dan motivasi untuk mencapai tujuan. Karena itu, Productivity anxiety seringkali membuat kita meragukan kemampuan dan nilai diri sendiri. Hal ini mengakibatkan rendahnya rasa percaya diri yang dapat menghambat kemampuan kita untuk mencapai potensi maksimal.
  4. Gangguan Tidur. Cemas dan khawatir tentang produktivitas dapat menyebabkan gangguan tidur. Seperti sulit tidur, terbangun tengah malam, atau tidur terlalu banyak. Gangguan tidur ini kemudian akan mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
  5. Depresi dan Kecemasan. Jika productivity anxiety terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat, ini dapat meningkatkan risiko depresi dan gangguan kecemasan. Kondisi ini perlu diperhatikan serius dan jika Anda merasa cemas atau tertekan dalam jangka panjang. Maka sebaiknya cari bantuan dari profesional.
Baca Artikel Kami Lainnya: Ciri-Ciri Addiction to Love. Ketahui Tanda-tanda Kecanduan Cinta

Productivity anxiety adalah masalah yang cukup umum di kalangan generasi muda yang tengah berjuang untuk meraih kesuksesan. Menjaga produktivitas penting, tetapi harus diimbangi dengan kesehatan mental yang baik. Beban berlebihan yang menyebabkan anxiety perlu diidentifikasi dan dikelola dengan bijaksana.

Baca Artikel Kami Lainnya: High Sensitive Person Sebagai Penjelasan Bagi Kaum Baperan

Artikel oleh: Logos Indonesia.