Yuk Kenali Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Yuk kenali Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan karakteristiknya. Stres yang traumatik akibat pengalaman traumatik.

Klinis390 Views

Logos Indonesia Apakah kamu pernah melihat seseorang yang mengalami traumatik secara mendalam? Apa saja yang mereka lakukan? Dan Apakah kamu tahu penyebab dari mereka yang mengalami traumatik secara mendalam itu? Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai karakteristik dari seseorang yang mengalami Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD.

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) sering terjadi pada orang yang telah mengalami pengalaman yang sangat menyakitkan dan terbilang ekstrem. Pengalaman yang mereka alami bukanlah sekedar sebuah kegagalan atau kecelakaan yang biasa. Melainkan, pengalaman menyakitkan yang sangat luar biasa hingga menimbulkan stres yang traumatik.

Baca Artikel Kami Lainnya: Yuk Kenalan Dengan Gangguan Kepribadian Ganda.

Mungkin kamu akan kesulitan untuk mengindentifikasi mengenai orang yang depresi (stres akut) dan yang mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Karena secara tampak luar terlihat mirip. Walaupun begitu, tentu saja dari kedua istilah tersebut memiliki ciri utama yang khas. Seseorang yang mengalami depresi, memiliki penyebab yang beragam tidak hanya karena pengalaman yang menyakitkan. Sedangkan seseorang yang mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) tentu saja disebabkan oleh pengalaman yang traumatik. Pengalaman yang traumatik ini dapat berupa pembunuhan yang dapat mengancam jiwa, menyaksikan kematian, cidera serius, peperangan, bencana alam, dan suatu peristiwa yang memiliki ketakutan yang ekstrem horor, dan membuat diri kita tidak berdaya menghadapinya. Sehingga, Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) diasosiasikan dengan pengalaman yang traumatik.

Apa Itu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)?

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) menurut DSM – IV – TR, adalah suatu respon yang diakibatkan dari stressor yang berat, yang memicu terjadinya peningkatan kecemasan, penghindaran stimulus yang diasosiasikan dengan trauma dan tumpulnya respon emosional. Sedangkan kriteria Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dalam DSM – IV – TR, yaitu:

  1. Pemaparan pada suatu kejadian traumatik menyebabkan ketakutan ekstrem.

  2. Kejadian tersebut dialami berulang.

  3. Orang yang bersangkutan menghindari stimulus yang diasosiasikan dengan trauma dan memiliki keunggulan responsivitas.

  4. Symptom ketegangan berlebihan seperti respon terkejut yang berlebihan.

  5. Durasi simpan lebih dari satu bulan.

Dari karakteristik tersebut, terdapat tiga hal yang khas dari Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), yaitu pengalaman tersebut diingat secara berulang, perasaan mati rasa, dan peningkatan ketegangan.

Pengalaman Tersebut Diingat Secara Berulang

Seseorang yang mengalami Post Traumatic Stress Disorder akan terus teringat pada kejadian yang menimpa pada dirinya. Pengalaman tersebut bagaikan suatu ketakutan yang mendalam dan traumatik. Bahkan, mereka suka terbangun dari tidur mereka akibat dari mimpi buruk tersebut. Pada suatu hal yang berhubungan dengan rasa takut mereka akan diasosiasikan secara nyata pada pengalaman yang traumatik tersebut.

Karena itu, seorang yang mengalami Post Traumatic Stress Disorder pada peperangan. Mungkin saja akan teringat kembali ketika mendengar suara petir. Hal ini karena suara petir begitu menggelegar hingga mengingatkan mereka pada suara tembakan di masa perang. Hal lainnya juga memiliki cara kerja yang sama. Stimulus seperti bunyi, bentuk, bahkan suasana yang terlihat mirip dengan pengalaman yang traumatik tersebut, akan membangkitkan kembali memori mereka seperti mereka berada di situasi tersebut lagi.

Baca Artikel Kami Lainnya: Strategi Untuk Regulasi Diri.

Kalau itu, perlu diperhatikan bahwa seseorang yang mengalami Post Traumatic Stress Disorder perlu diberikan perhatian yang khusus. Mereka mungkin saja merasa seperti berada dalam peristiwa traumatik itu kembali dan tidak mampu mengontrolnya.

Salah satu kekhawatiran yang perlu diperhatikan adalah keinginan untuk bunuh diri. Akibat dari emosional yang secara mendalam mengenai peranan dirinya yang terus masuk dalam peristiwa yang traumatik. Ketika mereka menganggap bahwa traumanya ini hanya akan hilang ketika dirinya mengakhiri hidupnya. Karena itu, seseorang yang mengalami Post Traumatic Stress Disorder tidak bisa untuk didiamkan sendirian. Setidaknya ada seseorang yang selalu mendampinginya dan mengawasinya.

Perasaan Mati Rasa

Perasaan mati rasa di sini adalah mengenai terlalu banyak emosi negatif di dalam dirinya seperti perasaan ketakutan, sedih, dan lainnya mengenai pengalaman yang traumatik. Akibat emosi traumatik tersebut mengakibatkan seseorang tidak tertarik lagi pada suatu kegiatan sosial, dan tidak mampu untuk merasakan emosi positif. Hingga akhirnya emosi tersebut tumpul. Mereka tidak bisa lagi merasakan adanya kebahagiaan dan ketertarikan pada interaksi sosial. Bagi seseorang yang Post Traumatic Stress Disorder akan berulang mengalami fase mati rasa dan mengalami kembali situasi yang traumatik.

Peningkatan Ketegangan

Simtom simtom seperti sulit untuk tidur, sulit berkonsentrasi, merasa dirinya terancam, terkejut secara berlebihan, itu merupakan beberapa dari sistem peningkatan ketegangan. Mereka mungkin saja ketika ada suara yang sedikit mengencang, respon yang diberikan adalah rasa terkejut yang berlebihan. Kemudian sulitnya untuk tidur akibat mimpi buruk yang sering melanda mereka. Hingga akhirnya mereka merasa waspada berlebihan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Lalukan Ini Jika Orang Terdekat Mu Berniat Melakukan Bunuh Diri.

Davison, G.C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment