Baby Blues Syndrome. Gangguan Emosi Yang Terjadi Setelah Melahirkan

Baby Blues Syndrome. Gangguan emosi yang terjadi setelah melahirkan. Terjadinya perubahan emosi setelah melahirkan.

Keluarga, Klinis278 Views

Logos Indonesia Mari kita bahas mengenai Baby Blues Syndrome yang termasuk gangguan emosi. Karena itu ciri utama yang terlihat adalah adanya perubahan emosi setelah melahirkan.

Apa Itu Baby Blues Syndrome?

Baby blues syndrome termasuk pada golongan gangguan emosi yang terjadi setelah seorang ibu melahirkan. Gangguan emosi ini memberikan perubahan emosi yang signifikan antara setelah dan sebelum seorang melahirkan. Baby blues syndrome memiliki nama lain yaitu postpartum distress syndrome. Beberapa wanita mungkin mengalami hal ini sebagai efek psikologis setelah melahirkan.

Gejala yang umum dirasakan pada seorang wanita setelah persalinan adalah munculnya perasaan gundah dan sedih secara berlebihan. Gejala tersebut yang memicu terjadinya baby blues syndrome. Walaupun gejala tersebut umum terjadi pada seorang wanita yang baru saja persalinan. Tapi tidak semua wanita mengalami baby blues syndrome.

Baca Artikel Kami Lainnya: Pahami 3 Jenis Komitmen Karyawan. Kamu Yang Mana?

Kapan terjadinya baby blues syndrome dan berapa lama, itu tergantung pada orang tersebut. Namun secara umum, baby blues syndrome lucu sekitar 3-4 hari setelah melahirkan. Kemudian, baby blues syndrome mampu berlangsung hingga 14 Hari. Untuk kondisi yang ringan, gejala tersebut cenderung dianggap sepele bahkan dibiarkan saja. Namun ketika kondisi tersebut memicu dampak negatif bagi seorang ibu maupun anaknya. Maka kondisi ini sudah dianggap parah dan perlu ada penanganan lebih lanjut.

Walaupun sekecil apapun gejala yang di timbulkan, pergi saja perlu penanganan yang tepat untuk mengatasinya. Jangan menyepelekan tentang psikologi seseorang. Karena hal tersebut hanya akan memperparah situasi yang ada.

Ciri-Ciri Baby Blues Syndrome

Dilansir dari Halodoc, terdapat beberapa ciri-ciri baby blues syndrome. Berikut ini adalah ciri-ciri seseorang yang mengalami baby blues syndrome. Namun perlu diingat, emosi yang dijelaskan harus dialami setelah seorang ibu melahirkan.

  • Seseorang ibu yang merasa sedih dan depresi setelah proses melahirkan.
  • Seorang ibu yang cenderung tidak stabil. Sehingga dirinya mudah marah ataupun takut yang tidak beralasan.
  • Cenderung merasa kelelahan walaupun tidak melakukan apapun. Hal ini karena kualitas tidur yang tidak bagus dan sering mengalami sakit kepala.
  • Merasa kurang percaya diri yang memicu terjadinya kecemasan pada dirinya.

Itu adalah beberapa ciri-ciri dari seseorang yang mengalami baby blues syndrome. Perlu diketahui mungkin saja beberapa orang mengalami semua gejala tersebut maupun beberapa gejala saja. Namun akan lebih baik untuk menanyakan lebih lanjut pada seseorang yang ahli di bidangnya seperti psikolog.

Baca Artikel Kami Lainnya: Cara Mencegah Terjadinya Baby Blues Syndrome.

Pemberian diagnosis yang dilakukan sendiri merupakan hal yang tidak baik dilakukan. Hal ini karena kamu sebagai orang awam tidak memahami lebih dalam mengenai ciri-ciri yang disebutkan dalam artikel ini. Sehingga mungkin saja diagnosis yang kamu buat untuk dirimu sendiri, tidaklah benar.

Penyebab Baby Blues Syndrome

 

Dilansir dari Alodokter, terdapat beberapa penyebab dari baby blues syndrome. Walaupun pada dasarnya, terjadinya baby blues syndrome masih belum diketahui secara jelas. Tetapi, secara umum memiliki kaitan dengan perubahan hormon seseorang setelah melahirkan.

Perubahan Hormon

Perubahan hormon tentu saja dialami oleh seseorang yang baru saja melahirkan. Perubahan hormon yang sangat strategis ini mampu mengganggu seseorang dalam mengekspresikan emosinya. Kondisi seperti hormon estrogen dan progesteron yang menurun mampu memberi dampak pada perubahan suasana hati yang tergolong ekstrem. Selain itu, terdapat perasaan lelah dan tertekan dalam menghadapi situasi yang baru ini.

Pengalaman Pertama Menjadi Seorang Ibu

Salah satu faktor lainnya adalah pengalaman bagi seorang ibu. Ketika ini merupakan pengalaman pertamanya, maka banyak sekali kekhawatiran yang ada di benak dirinya. Sehingga kamu harus beradaptasi pada kondisi yang baru. Kamu akan mematikan setiap dari respon seorang anak sebagai suatu hal yang besar. Kurangnya informasi dan belum pernah mengalami menjadi hal yang membuat dirimu cemas dan tertekan menghadapinya. Karena itu mungkin dengan bertambahnya informasi mengenai Parenting dan dunia anak. Maka rasa cemas itu akan berkurang.

Sulit Beradaptasi

Kondisi yang baru menjadi seorang ibu membuat dirimu harus beradaptasi dengan perubahan yang ada. Kemudian kamu menanggung tanggung jawab sebagai seorang ibu yang merupakan hal itu baru saja kamu alami. Kurangnya informasi dan pengalaman dalam mengurus segala hal terkait anak, mampu berkontribusi terjadinya baby blues syndrome.

Kurang Tidur

Ketika merawat seorang bayi maka kamu mengorbankan usaha dan emosional. Bahkan kebutuhan akan tidur yang cukup mungkin saja tidak bisa kamu penuhi saat merawat seorang bayi. Hal ini karena merawat seorang bayi sangat meminta waktu. Hingga akhirnya merasa kelelahan dan tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Hal inilah yang memicu baby blues syndrome pada seorang ibu.

Memiliki Riwayat Gangguan Kesehatan Mental

Salah satu alasan yang umum terjadi ketika seseorang mengalami baby blues syndrome adalah orang tersebut memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Seseorang yang memiliki riwayat gangguan emosi cenderung mengalami baby blues syndrome. Gangguan kesehatan mental lainnya yang mampu berkontribusi dalam terjadinya baby blues syndrome, yaitu depresi, bipolar, atau gangguan kecemasan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Bagaimana Warna Bisa Mempengaruhi Emosi Seseorang? Pembahasan Tentang Psikologi Warna.

Artikel oleh: Logos Indonesia.