Pentingnya Mengajari Anak untuk Saling Berbagi

Mengajari anak untuk berbagi. Melalui berbagi, kita mengajarkan mereka bagaimana cara menghargai orang lain.

Logos IndonesiaSebagai orang tua, kita selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mereka, bukan? Salah satu cara untuk mendukung perkembangan mereka adalah dengan mengajari mereka konsep berbagi. Memang, berbagi sepertinya adalah hal yang sederhana. Hanya memberikan apa yang kita miliki kepada orang lain. Tapi sebenarnya, pengaruhnya besar sekali. Terutama untuk perkembangan emosi dan sosial anak.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apa Saja Bentuk dari Pro Environmental Behaviours?

Mengajari anak untuk berbagi bukan hanya soal memberikan mainan atau makanan kepada teman-temannya, tetapi lebih dari itu. Melalui berbagi, kita mengajarkan mereka bagaimana cara menghargai orang lain, memahami emosi orang lain, dan juga belajar tentang kerjasama. Ini semua adalah keterampilan penting yang akan mereka butuhkan nanti saat dewasa. Yuk, kita simak artikel ini bersama-sama!

Megapa Kita Perlu Mengajari Anak Saling Berbagi?

Berbagi adalah proses dua arah yang melibatkan penerimaan dan penyerahan. Ketika kita mengajari anak-anak untuk berbagi. Kita secara simultan membantu mereka memahami bagaimana perasaan orang lain, belajar memahami kebutuhan orang lain, bahkan belajar menghargai orang lain.

Dengan berbagi, anak-anak kita juga belajar tentang konsep kerjasama dan kompromi. Mereka belajar bahwa jika kita berbagi, tidak berarti kita kehilangan sesuatu. Tapi sebaliknya, kita mendapatkan sesuatu. Seperti persahabatan baru atau penghargaan dari teman-teman mereka.

1.     Menghargai Orang Lain

Ketika anak belajar berbagi, mereka sebenarnya sedang belajar bahwa dunia ini tidak selalu berputar di sekitar mereka sendiri. Hal ini membantu mereka menyadari bahwa kita harus menghargai teman atau orang lain. Artinya, berbagi membuat anak-anak kita belajar cara menghargai apa yang dimiliki orang lain.

2.     Mengenal Emosi Orang Lain

Berbagi juga membantu anak-anak kita memahami perasaan dan emosi orang lain. Misalnya, ketika temannya sedang sedih, mereka bisa berbagi sesuatu untuk meringankan kesedihan itu. Dengan ini, anak mulai belajar bagaimana menceritakan emosi mereka sendiri dan juga memahami emosi orang lain.

3.     Belajar tentang Kerjasama

Dengan berbagi, anak-anak secara alami akan membentuk kerjasama dan kompromi. Mereka akan belajar bahwa dalam hidup ini, kita punya banyak hal yang harus kita bagikan dengan orang lain. Dan itu bukan masalah. Sebaliknya, berbagi bisa membuat kita mendapatkan lebih banyak teman dan penghargaan.

Jadi, gimana? Sudah cukup yakin kan, kalau mengajari anak untuk berbagi itu penting? Berbagi bukan hanya soal memberikan apa yang kita punya kepada orang lain. Tapi juga tentang memahami dan mempercayai orang lain. Hall inilah yang nantinya akan membentuk karakter anak-anak kita menjadi pribadi yang baik dan menghargai orang lain.

Cara Mengajari Anak untuk Berbagi

Banyak metode yang bisa kita terapkan. Ada beberapa cara sederhana namun efektif yang bisa kita lakukan untuk membantu anak-anak kita belajar berbagi, mari kita simak bersama:

1. Beri Contoh

Anak-anak adalah peniru ulung, apapun yang mereka lihat dan dengar bisa dengan mudah mereka tiru. Jadi, jika kamu ingin anakmu belajar berbagi, kamu harus menjadi contoh. Jika mereka lihat kamu sering berbagi dan bersikap baik pada orang lain, bisa dipastikan mereka juga akan mengikuti sikap itu. Bisa jadi awalnya mereka hanya meniru, tapi lama-lama mereka akan paham alasan dan manfaat berbuat baik pada orang lain.

2. Berikan Pujian

Siapa sih yang tidak suka dipuji? Anak-anak kita pun pasti suka. Jadi, ketika mereka melakukan sesuatu yang baik, seperti berbagi mainan dengan temannya, langsung berikan pujian. Pujian dari kamu akan membuat mereka merasa bangga dan tentu saja, ini akan memotivasi mereka untuk terus berbuat baik lagi di kemudian hari.

3. Buatlah Aturan

Membuat aturan bisa jadi cara ampuh untuk mengajari mereka berbagi. Misalnya aja, ketika anakmu mendapat mainan baru, ajaklah dia untuk memberikan mainan lamanya kepada adik atau temannya. Dengan cara ini, mereka akan belajar bahwa berbagi bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan sesuatu yang membahagiakan.

4. Kenalkan Konsep “Giliran”

Konsep giliran bisa menjadi cara efektif untuk mengajari anak tentang berbagi. Ajari mereka bahwa tidak semua waktu itu waktu bermain mereka saja. Kadang-kadang, teman-temannya juga perlu waktu untuk bermain dengan mainan yang sama. Dengan ini, mereka akan belajar bahwa berbagi itu adil dan menyenangkan.

5. Jelaskan Dampak Positifnya

Jangan lupa juga untuk menjelaskan dampak positif dari berbagi. Katakan kepada anakmu bahwa, saat mereka berbagi, mereka akan merasakan kebahagiaan sendiri dan juga membuat orang lain bahagia. Jelaskan bahwa teman-temannya akan merasa senang dan menghargai ketika mereka berbagi mainan atau apa pun itu.

Nah, itulah beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengajari anak kita berbagi.

Ingatlah, sebuah tindakan berbagi dari anak-anak kita sekarang, tak hanya memberi mereka pelajaran berharga. Tapi juga semacam investasi untuk karakter mereka di masa depan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Ini Dampak Positif Dari Sisi Psikologis Pada Pro-Environmental Behaviour. Apakah Kamu Salah Satunya?

Artikel oleh: Logos Indonesia.