Star Syndrome, Istilah Bagi Seseorang Yang Menganggap Dirinya Sempurna

Star syndrome, Istilah bagi seseorang yang menganggap dirinya sempurna, sukses, Padahal biasa-biasa saja. Mereka ingin pengakuan orang lain.

Kerpibadian, Klinis4037 Views

Logos Indonesia Star Syndrome merupakan kondisi yang menggambarkan seseorang yang menganggap dirinya sangat sempurna, menganggap dirinya terkenal dan dikagumi banyak orang, padahal sebenarnya tidak. Star Syndrome ini memiliki nama lain yaitu gangguan kepribadian narsistik dalam psikologi klinis.

Kita harus mengenal lebih jauh tentang gejala-gejala Seseorang yang mengalami Star syndrome. Sehingga akan lebih mudah untuk ditangani oleh orang yang profesional di bidangnya. Karena gangguan ini mampu mempengaruhi aktivitas sehari-harinya dan menyulitkan ke orang di sekitarnya.

Apa Itu Star Syndrome?

Dilansir dari hello sehat, Star syndrome adalah istilah bagi orang awam untuk menggambarkan seseorang yang merasa dirinya sangat sempurna, merasa lebih baik dari orang lain. Padahal kenyataannya, belum tentu orang tersebut lebih baik dari orang lain. Kondisi tersebut yang menganggap diri mereka sebagai seseorang yang sangat penting layaknya seorang artis bintang terkenal, yang dikagumi banyak orang dengan talentanya. Karena itulah, nama sindrom ini disebut Star syndrome.

Biasanya mereka menunjukkan perilaku yang tidak semestinya, bahkan cenderung berlebihan. Mereka tidak mampu menerima kritikan dari orang lain atas kelemahan mereka. Kemarahan akan timbul setelah ada kritikan tersebut. Karena mereka menganggap dirinya sendiri sebagai orang yang paling hebat, tidak mau mengalah, dan meremehkan orang lain.

Baca Artikel Kami Lainnya: Tips Mengatasi Star Syndrome, Merasa Superioritas Dari Kekurangannya.

Gejala yang timbul pada orang yang memiliki Star syndrome adalah konsep diri mereka yang terlalu berlebihan terhadap diri mereka. Sehingga, kebutuhan akan perhatian dari orang di sekitarnya sangat penting bagi mereka. Mereka sangat senang jika orang lain mengagumi kehebatan mereka ataupun kelebihan mereka. Namun mereka tidak mampu untuk bersikap empati pada orang lain. Mereka hanya ingin diperhatikan namun tidak mau memperhatikan orang lain. Situasi inilah yang membuat hubungan orang yang mengalami Star syndrome berakhir dengan buruk.

Kebutuhan akan perhatian dari orang lain sangat tinggi. Sehingga ketika dirinya mendapati orang lain tidak memperlakukan dirinya sebagaimana keinginannya. Maka orang yang mengalami star syndrome mudah kecewa dan sedih.

Dilansir dari hello sehat, stasiun drum lebih banyak dialami oleh laki-laki daripada perempuan dan lebih sering dialami remaja dan dewasa awal.

Baca Artikel Kami Lainnya: Mengenal Gangguan Kepribadian Narsistik dan Histrionik sebagai Gangguan Kepribadian Yang Dramatis.

Penyebab dari Star syndrome ini masih belum jelas diketahui. Namun, mengingat bahwa star syndrome ini lebih banyak dialami oleh remaja. Maka kemungkinan besar dipengaruhi oleh gaya asuh orang tua yang terlalu protektif. Selain itu faktor genetik dan neurobiologis mungkin saja ikut berperan dalam terjadinya Star syndrome.

Terdapat beberapa kontroversi yang mungkin terjadi pada start syndrome, yaitu mungkin saja gejala yang dialami anak-anak merupakan bagian dari proses perkembangan dan bukan akibat dari gejala klinis. Namun, bukan berarti Setiap anak remaja akan mengalami gejala Star syndrome. Tapi terdapat banyak faktor yang mempengaruhi seorang remaja mengalami Star syndrome.

Gelaja Umum Penderita Star Syndrome

Dilansir dari Halodoc, orang dengan Star Syndrome biasanya menunjukkan gejala atau ciri-ciri seperti berikut.

Rasa Superior yang Berlebihan

Photo by Pixabay@ Ana Krach

Ciri utama dari Star syndrome adalah merasa superior dari orang lain. Mereka cenderung berlebihan terhadap suatu pencapaian kecil yang mereka dapatkan. Setiap kali berbicara tentang kesuksesan dan hubungan mereka, kemungkinan besar adalah kebohongan. Selain itu, mereka menganggap bahwa diri mereka sebagai seseorang yang unik dan istimewa. Di mana hanya orang-orang tertentu saja yang mampu memahami mereka. Tentu saja orang yang dimaksud adalah orang-orang yang memiliki status tinggi, yang setara dengan mereka.

Baca Artikel Kami Lainnya: Programmed Learning: Penerapan Teori Skinner Terhadap Metode Pembelajaran Saat Ini.

Tentu saja hal tersebut tidaklah benar. Pada kenyataannya, mereka yang mengalami stasiun room merupakan orang yang biasa-biasa saja dengan pencapaian kesuksesan yang biasa-biasa saja. Namun keyakinan pada diri sendiri yang cenderung melebihkannya hingga memicu cerita kebohongan tentang kesuksesan diri sendiri. Semua itu dilakukannya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Mereka ingin dikagumi dan dihormati oleh orang lain.

Hidup di Dunia Fantasi

Ciri yang kedua adalah mereka yang mengalami stasiun room hidup dalam dunia fantasi yang mereka buat sendiri. Keyakinan diri tentang superioritas membuat mereka tidak mampu mendengar kenyataan dari orang lain tentang diri mereka. Sehingga mereka cenderung berbohong pada diri sendiri dan menganggap bahwa diri mereka sangat istimewa. Kemudian menganggap kritikan orang lain sebagai pengganggu. Karena itu, semua perkataan orang lain yang berlawanan dengan keyakinannya, akan diabaikan.

Membutuhkan Pujian dan Kekaguman Yang Konstan

Kontroversi dan Kritik Positive Psychology

Kebutuhan akan dikagumi oleh orang lain adalah hal yang penting bagi mereka. Sehingga mereka siap untuk mengarang cerita tentang kesuksesan mereka demi pujian tersebut. Satu pujian saja tidak cukup untuk memuaskan perasaan mereka. Mereka menginginkan pujian yang konsisten dan terus-menerus dari orang lain.

Merasa Sangat Berhak untuk Apapun

Tips Manjaga Amarah

Bagi penderita Star syndrome, orang lain hanyalah sebagai pemeran pembantu dalam hidupnya. Mereka menganggap diri mereka istimewa dan berhak mendapatkan semua hal yang diinginkannya. Karena mereka menganggap orang lain tidak berarti apa-apa tanpa mereka. Sehingga ketika orang lain tidak mau menuruti setiap keinginannya. Maka orang tersebut akan dianggap tidak berguna.

Mengeksploitasi Orang Lain Tanpa Rasa Bersalah atau Malu

Ciri-Ciri Karyawan yang Mengalami Tekanan Kerja

Mereka cenderung menganggap orang lain rendah. Sehingga, mereka merasa bahwa mengeksploitasi orang lain adalah hal yang wajar. Mereka tidak merasa empati atau kasihan kepada orang lain Dan menganggap diri mereka sangat istimewa. Karena itu, orang lain haruslah menuruti semua perintah yang diminta olehnya.

Sering Merendahkan atau Meremehkan Orang Lain

Orang yang menderita Star syndrome, akan merendahkan orang lain sebagai cara untuk mengatasi perasaan kekurangan pada dirinya. Pada dasarnya Mereka memiliki banyak kekurangan. Namun dengan meremehkan orang lain, menghina orang lain, dan mengejek orang lain tentang kekurangan mereka mampu mengatasi perasaan kekurangan pada diri mereka. Hal tersebut dilakukannya untuk meningkatkan rasa superioritasnya atas kekurangannya.

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment