Fenomena Efek McGurk. Saat Otak Dan Gerakan Mulut Tidak Sinkron

Fenomena Efek McGurk. Saat otak dan gerakan Mulut tidak sinkron. Sehingga merasakan bunyi yang lain dari sumber aslinya.

Biopsikologi1814 Views

Logos Indonesia – Pernah tidak kamu mengalami ketidaksinkronan antara otak dan gerakan mulut yang ditunjukkan oleh seseorang? Kamu melihat gerakan mulut orang tersebut mengatakan hal yang berbeda dengan bunyi yang dikeluarkan. Misalkan saja, kamu mendengar orang tersebut mengatakan “ba”. Tapi ketika kamu melihat gerakan mulut orang tersebut, kamu seakan-akan mendengar kata “ga”. Ketidaksesuaian antara gerakan mulut dan suara yang dimunculkan ini memicu kebingungan pada otakmu saat memproses kata tersebut.

Jika kamu pernah mengalami hal yang serupa, maka itu disebut sebagai fenomena efek McGurk. Fenomena ini merupakan fenomena kognitif yang umum dialami banyak orang ketika berhadapan dengan ketidaksinkronan antara gerakan mulut dan suara yang dikeluarkan. Bagian yang terkait dengan pemrosesan audio visual ini yang berkontribusi terjadinya efek McGurk.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apa Saja Faktor-faktor Terjadinya Efek McGurk?

Namun hal yang berbeda akan kamu rasakan ketika menutup mata saat mendengarkan suara tersebut. Maka Otak tidak akan sulit mengidentifikasi suara tersebut. Karena yang diproses hanyalah audio saja tanpa ada visualisasi. Saat menutup mata, kamu akan mendengarkan suara ucapan orang tersebut yang sebenarnya.

Sedangkan ketika kamu melihat gerakan mulut sembari mendengar ucapan orang tersebut. Maka otakmu kebingungan dalam memproses kedua stimulus tersebut. Otak akan bingung memproses suara yang terdengar atau gerakan mulut yang terlihat. Karena kedua stimulus tersebut memberikan hal yang berbeda. Lebih lengkapnya mengenai efek McGurk, kamu bisa membaca artikel ini hingga selesai.

Apa Itu Efek McGurk?

Efek McGurk merupakan fenomena yang membuat otak kesulitan dalam memproses kedua stimulus yang berlawanan antara yang didengar dan yang terlihat. Efek McGurk ini, terjadi karena seseorang melihat gerakan bibir yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan orang tersebut. Sehingga memicu kata lain yang berbeda dari yang terdengar.

Istilah efek McGurk ini, diperkenalkan oleh Harry McGurk dan John MacDonald, seorang psikologi kognitif yang secara tidak sengaja menemukan fenomena ini di tahun 1976.

Baca Artikel Kami Lainnya: Mengenal Efek Placebo Dan Penelitian Eksperimen Menggunakan Efek Placebo.

Terdapat beberapa faktor eksternal yang memicu terjadinya efek McGurk, seperti gangguan visual, pengalihan stimulus, perasaan familiar dan struktur suku kata. Sedangkan faktor internal yang memicu terjadinya efek McGurk, yaitu karena adanya kerusakan otak, penyakit alzheimer, gangguan bahasa dan afasia.

Dampak yang diberikan pada efek McGurk dapat bervariasi antar bahasa. Namun, efek McGurk ini tidak akan berpengaruh ketika kamu tidak paham bahasa yang kamu dengar. Hal ini karena, efek McGurk merupakan fenomena perseptual audio visual. Kamu berusaha memahami apa yang diucapkan oleh orang tersebut dan apa yang dikatakan berdasarkan gerak bibir orang tersebut. Namun ketika dua hal tersebut memberikan respon yang berbeda. Itu akan membingungkan otak untuk mempersetualkan kata itu.

Baca Artikel Kami Lainnya: Efek Bystander, Penjelasan Mengenai Orang Yang Melihat Tanpa Menolong Orang Lain.

Jadi bisa dikatakan bahwa efek McGurk merupakan ilusi yang terjadi akibat interaksi antara hal penglihatan dan pendengaran untuk mempersepsi ucapan seseorang. Ketika komponen penglihatan dan komponen pendengaran tersebut tidak sesuai dan dipaksa untuk digabungkan, maka akan memunculkan suara lain yang tidak terkait dengan dua komponen tersebut. Suara lain ini menjadi cara otak Untuk menginduksikan persepsi suara ketiga.

Sedangkan Ketika seseorang memiliki pendengaran yang buruk dan kata yang diucapkan oleh orang lain terdengar jelas, bisa menjadi sumber umum dari efek McGurk. Intinya adalah efek McGurk ini merupakan fenomena perseptual yang membingungkan otak ketika dihadapkan oleh dua kombinasi audio dan visual yang tidak sinkron. Sehingga menghasilkan kata yang berbeda dari yang didengar.

Sejarah Efek McGurk

Efek McGurk ditemukan oleh Harry McGurk dan John MacDonald. Pada tahun 1976, mereka tidak sengaja mengalami efek McGurk saat melakukan penelitian tentang persepsi bahasa baik di setiap tahap perkembangannya.

Pada saat itu, mereka memutar video seorang Ibu berbicara. Terdapat seorang teknisi yang mengisi suara yang terdengar seperti “ba” dan rekaman video visual yang memperlihatkan gerakan bibir “ga”. Saat kedua hal tersebut digabungkan, Mereka merasa mendengar kata “da”.

Kata yang terdengar tersebut merupakan fonem kata yang berbeda dari sumber audio maupun sumber visual yang disajikan sebenarnya. Fenomena tersebut membingungkan mereka dan menyadari bahwa hal tersebut bukan berasal dari kesalahan teknisi, tetapi respon umum yang dialami manusia untuk mempersepsi kedua komponen yang tidak sinkron itu.

Bagaimana Dampak Efek Mcgurk Di Berbagai Negara?

Menurut McGurk, efek McGurk ini bervariasi antar bahasa di berbagai negara. Seperti di Spanyol, Italia, Turki, Inggris, Belanda, dan Jerman mengalami efek McGurk yang lebih kuat dari pada di Cina dan Jepang. Hal ini karena bahasa yang mereka gunakan memiliki ucapan yang mirip-mirip.

Selain itu, pada budaya Jepang dan Cina, terdapat komunikasi yang menghindari kontak mata yang menjelaskan bahwa efek McGurk ini tidak berpengaruh disana. Pendengaran orang Jepang juga mampu dengan baik mengenal ketidakcocokan antara rangsangan audio dengan visual. Hal ini karena mungkin saja orang Jepang lebih menekankan pada bunyi suara dari pada visual gerakan bibir.

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment