Norma Aktivasi Model dalam Psikologi Lingkungan Perkotaan

Norma Aktivasi Model dalam konteks psikologi lingkungan perkotaan. "Apa itu?" Mari kita bahas bersama melalui penjelasan ini.

Relationship, Sosial1719 Views

Logos IndonesiaNorma Aktivasi Model dalam konteks psikologi lingkungan perkotaan. “Apa itu?”

Model Norma Aktivasi adalah satu teori yang cukup populer dalam psikologi lingkungan. Dan mungkin kita sudah merasakannya dalam kehidupan sehari-hari meski tanpa disadari. Jadi, sebelum kita mulai menjelaskan lebih jauh. Mari kita bayangkan sebuah situasi. Kamu sedang jalan-jalan di pusat kota yang ramai. Tiba-tiba melihat seseorang yang menjatuhkan sampah sembarangan. Apa yang akan kamu lakukan?

Baca Artikel Kami Lainnya: Yuk Belajar tentang Psikologi Lingkungan Perkotaan!

Nah, bagaimanapun reaksi kamu? Itulah yang disebut Norma Aktivasi Model. Ini adalah teori yang menjelaskan bagaimana norma-norma sosial. Seperti norma untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjadi aktif dan mempengaruhi perilaku kita.

Menggunakan Norma Aktivasi Model sebagai panduan, kita dapat memahami lebih dalam tentang dua tahap penting di mana norma sosial kita ‘bangkit’ atau diaktifkan dalam situasi sehari-hari. Kita akan membahasnya satu persatu.

Menggunakan Norma Aktivasi Model sebagai panduan, kita dapat memahami lebih dalam tentang dua tahap penting di mana norma sosial kita ‘bangkit’ atau diaktifkan dalam situasi sehari-hari. Kita akan membahasnya satu persatu.

Tahap 1: Mengaktivasi Norma

Pada tahap pertama, norma sosial kita tiba-tiba ‘bangun’ atau diaktifkan. Bayangkan begini, kamu sedang menikmati soremu di taman kota dan melihat seseorang dengan ceroboh membuang sampah sembarangan. Situasi ini mendorong otakmu untuk mengingat sebuah norma sosial, atau peraturan tak tertulis, yaitu “jangan membuang sampah sembarangan”.

Mungkin kadang kamu bertanya, “Kenapa sampai merasa risih lihat orang lain buang sampah sembarangan? Bukannya itu urusan dia?” Nah, di situlah peran Model Norma Aktivasi beraksi. Kejadian-kejadian seperti ini mengaktifkan norma dalam diri kita tentang bagaimana seharusnya memperlakukan lingkungan.

Mengenali Pelanggaran Norma

Jadi, tahap pertama ini pada dasarnya adalah proses di mana kita mengenali bahwa ada pelanggaran norma yang terjadi. Rasa risih dan tidak nyaman karena tindakan orang lain yang melanggar norma bukanlah sesuatu yang aneh. Itu adalah respon alami otak kita dalam mengenali sebuah pelanggaran norma.

Dengan mengenali adanya pelanggaran norma, otak kita memberikan ‘peringatan’ kepada kita tentang pentingnya menjaga dan menghormati norma-norma sosial yang ada. Keberadaan Model Norma Aktivasi ini membantu kita untuk mengingat dan melaksanakan norma-norma sosial. Sehingga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sosial dan fisik kita, khususnya dalam konteks lingkungan perkotaan.

Sejauh ini, tahap pertama ‘Mengaktifkan Norma’ sudah cukup jelas, bukan? Dengan pemahaman ini, kita akan lebih peka terhadap perilaku kita sendiri dan orang lain dalam konteks norma sosial dan lingkungan. Selanjutnya, kita akan membahas tahap kedua dari Model Norma Aktivasi pada pembahasan berikutnya.

Tahap 2: Respon Kita terhadap Norma

Begitu norma itu terpikir di benak kita, tentunya akan ada reaksi yang muncul. Reaksi ini bisa bervariasi, tergantung dari bagaimana kita menghadapi situasi tersebut. Misalkan, kita temuin orang yang buang sampah tadi. Bisa aja kita langsung ngasih tau dia kalau dia salah. Atau mungkin kita cuma bisa geleng-geleng kepala sambil merasa sebel.

Cara kita merespon norma yang aktif ini dipengaruhi oleh banyak hal. Seperti nilai-nilai yang kita pegang, berani atau nggak menyampaikan pendapat kita. Atau bagaimana kita melihat pentingnya situasi tersebut. Respon yang berbeda ini bisa membuat interaksi di kota jadi lebih dinamis dan unik.

Norma Aktivasi dalam Kehidupan Kota

Kota-kota besar punya banyak situasi yang bisa membangkitkan norma-norma kita. Dan ini nggak cuma tentang sampah. Misalnya, pas kita lihat ada orang parkir sembarangan, atau tiba-tiba dengar ada yang suaranya kegedean pas lagi di kereta. Situasi-situasi kayak gini bisa membuat norma sosial kita bangkit, lalu bikin kita bertindak sesuai apa yang kita anggap baik atau buruk.

Ketegasan dan Saling Menghargai

Intinya, respon kita terhadap norma ini penting, karena bisa membantu menjaga lingkungan kita supaya tetap nyaman untuk semua orang. Tapi ingat, nggak ada respon yang absolut bener atau salah. Yang penting adalah, saat kita merespon norma yang terbangun, selalu tunjukkin sikap tegas tapi juga saling menghargai. Jangan biarin norma diaktifkan tapi kita cuma bisa diam dan nggak berani merespon.

Setelah memahami kedua tahap ini, semoga kita bisa lebih peka terhadap sekitar kita dan lebih tahu cara merespon norma sosial. Jangan lupa, jangan ragu untuk merespon norma jika itu bisa berdampak positif.

Jadi, itulah Norma Aktivasi Model dalam psikologi lingkungan perkotaan. Dalam lingkungan seperti ini, norma-norma kita sering diaktifkan dan mempengaruhi perilaku kita. Tapi ingat, tidak ada respons yang benar atau salah. Setiap kita memiliki norma dan nilai yang berbeda-beda. Dan itu yang membuat kehidupan kita di kota menjadi sangat dinamis dan beragam. Tetapi satu hal yang perlu dipahami adalah, norma-norma ini ada untuk menjaga keseimbangan dan kenyamanan bersama.

Baca Artikel Kami Lainnya:  Ternyata Perbedaan Iklim Mampu Mempengaruhi Perilaku Manusia

Artikel oleh: Logos Indonesia.