Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) Dari Stendberg Dan Gardner

Teori kecerdasan majemuk (multiple intelligence) dari Stendberg dan Gardner. Teori triarki Stendberg dan teori kecerdasan dari Gardner.

Kerpibadian, Tokoh4556 Views

Logos Indonesia Teori kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh steinberg dan gardner. Berikut ini yang akan dijelaskan mengenai teori triarti dari Steinberg dan teori kecerdasan majemuk dari Gardner.

Teori Triarki Steinberg

Berpikir Kreatif.

Robert J. Steinberg mengembangkan triarchic theory of intelligence. Stenberg percaya bahwa kecerdasan itu berbentuk majemuk. Bentuk dari kecerdasan Steinberg memiliki tiga jenis, yaitu kecerdasan analitis kecerdasan kreatif dan kecerdasan praktis. Berikut ini adalah bentuk kecerdasan majemuk dari Steinberg.

Kecerdasan Analitis

Kecerdasan jenis ini memiliki kemampuan untuk menganalisis, melakukan penilaian, mengevaluasi, membandingkan, dan membedakan sesuatu hal. Seseorang yang memiliki kecerdasan analitis mampu membedakan atau membandingkan dua hal. Mereka juga dominan dalam hal memberikan evaluasi.

Kecerdasan Kreatif

Seseorang yang lebih dominan pada kecerdasan kreatif adalah mereka yang dominan mampu menciptakan sesuatu hal yang baru, merancang sesuatu, menemukan sesuatu, dan membuat sesuatu hal yang original. Mereka yang memiliki kecerdasan kreativitas memiliki imajinasi yang tinggi. Sehingga mereka mampu membayangkan sesuatu yang abstrak ataupun ide baru yang ada di kepala mereka.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apa Itu Phone Anxiety? Di Sini Ada Tips Untuk Mengatasinya.

Sisi kreatif yang dominan pada seseorang, mampu menciptakan ide baru yang orisinil. Mereka berpikir secara berbeda dari orang kebanyakan untuk menemukan solusi. Karena itu, biasanya orang kreatif mampu menciptakan ide yang tidak dipikirkan oleh orang kebanyakan. Inti dari pemikiran mereka adalah orisinalitas dalam menemukan solusi.

Kecerdasan Praktis

Seseorang yang memiliki kecerdasan praktis adalah mereka yang mampu untuk menggunakan sesuatu, menerapkan, mengimplementasikan dan menerjemahkan gagasan menjadi tindakan. Mereka merupakan seorang praktisi yang mampu mengubah ide menjadi kenyataan. Mereka juga mampu untuk menggunakan alat atau media dalam menunjang tugasnya. Karena itu kecerdasan praktis lebih banyak di asosiasikan dengan seseorang yang mampu menggunakan alat. Mereka juga ahli dalam bidang tertentu yang bersifat implementasi dari sebuah teori.

Teori Kecerdasan Menurut Gardner

Mengenal Self Management Untuk Menunjang Karir

Howard Gardner mengembangkan kecerdasan majemuk menjadi 8 jenis kecerdasan. Gardner menjelaskan bahwa 8 kecerdasan ini berkaitan dengan pekerjaan yang cocok terhadap kekuatan kecerdasan tersebut.

Baca Artikel Kami Lainnya: Kamu Suka Naik Roller Coaster? Perasaan Takut Yang Menyenangkan.

Kedelapan kecerdasan ini yaitu kecerdasan verbal, kecerdasan matematika, kecerdasan spasial, kecerdasan jasmani kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Berikut ini dijelaskan depalan kecerdasan beserta pekerjaan yang cocok dengan kekuatan dari kecerdasan tersebut.

Kecerdasan Verbal

Kecerdasan verbal berkaitan dengan kemampuan untuk berpikir menggunakan kata-kata. Kemampuan dalam berbahasa dan mengekspresikan makna sangat dominan pada seseorang yang memiliki kecerdasan verbal. Karena itu pekerjaan yang cocok dengan kemampuan tersebut adalah menjadi seorang penulis cerita, wartawan pembicara dan pekerjaan lainnya yang menuntut penggunaan bahasa.

Kecerdasan Matematika

Kecerdasan matematika berkaitan dengan kemampuan dalam melakukan operasi matematika. Mereka mampu menghitung dengan baik dan menerapkan konsep matematika. Sehingga pekerjaan yang cocok dengan kemampuan tersebut adalah menjadi peneliti, insinyur, akuntansi dan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan implementasi konsep matematika.

Kecerdasan Spasial

Kecerdasan spasial berkaitan dengan kemampuan untuk berpikir tiga dimensi. Mereka mampu membayangkan suatu konsep dalam bentuk bidang di otak mereka. Biasanya daya imajinasi dari seorang yang memiliki kecerdasan spasial ini sangat tinggi. Karena itu pekerjaan yang cocok dengan kemampuan tersebut adalah menjadi seorang arsitek, seniman, nelayan dan pekerjaan lainnya yang menerapkan konsep spasial.

Kecerdasan Jasmani Kinestetik

Kecerdasan jasmani kinestetik ini berkaitan dengan kemampuan untuk memanipulasi objek. Selain itu mereka juga dapat menyesuaikan diri secara fisik. Biasanya orang yang memiliki kecerdasan jasmani kinestetik memiliki tubuh yang kuat dan atletis. Beberapa orang lainnya mampu membentuk suatu objek menjadi lebih bernilai. Inti dari kecerdasan jasmani kinestetik berada pada kemampuan yang luar biasa terhadap motorik halus dan motorik kasarnya.

Sehingga pekerjaan yang cocok bagi seseorang yang memiliki kecerdasan jasmani kinestetik adalah menjadi seorang ahli bedah pemahat, penari, atlet, dan pekerjaan lainnya yang lebih dominan pada motorik halus maupun motorik kasar.

Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musikal berkaitan pada kemampuan untuk mengidentifikasi frekuensi nada atau melodi. Mereka yang memiliki kecerdasan musikal sangat peka terhadap perbedaan ritme dan nada yang mereka dengar. Karena itu mereka mampu membedakan nada satu dengan yang lainnya hanya dengan mendengarkannya saja. Menjadi seorang musisi, pencipta lagu dan konselor merupakan pekerjaan yang cocok dengan kecerdasan musikal.

Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal berkaitan pada kemampuan untuk memahami orang lain. Mereka suka berinteraksi dengan orang lain. Hubungan sosialnya sangat luas. Mereka terkenal mudah bergaul. Karena itu orang yang memiliki kecerdasan interpersonal cocok dengan pekerjaan sebagai guru dan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan hubungan sosial.

Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal berkaitan dengan kemampuan untuk memahami diri sendiri. Sehingga seseorang yang memiliki kecerdasan intrapersonal cocok dengan pekerjaan sebagai teolog dan psikolog.

Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis berkaitan dengan kemampuan untuk mengamati pola dari alam. Mereka mampu memahami sistem alamiah yang ada di bumi maupun sistem yang dibuat oleh manusia. Mereka memusatkan diri pada kebermanfaatan lingkungan sekitar.

Sehingga pekerjaan yang cocok untuk seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis adalah menjadi seorang petani, botanis, pemerhati lingkungan hidup, pengamat landscape, dan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Gaya Pengasuhan Anak Dari Psikologi Perkembangan Anak.

Hapsari, I. Indri. (2016). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Penerbit Indeks.

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment