Kapan Harus ke Psikolog?

Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk melalui permasalahan yang ada. Namun ada kalanya orang tersebut membutuhkan bantuan seseorang. Mengunjungi Psikolog bisa menjadi solusi terbaik dalam hal ini.

Konseling118 Views

Logos Indonesia – Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengenai apakah kamu harus ke psikolog atau tidak? Atau kamu memiliki ketakutan dianggap “gila” jika berkonsultasi dengan psikolog? Sebenarnya baik penyakit fisik maupun mental, keduanya perlu mendapatkan penanganan yang sama.

Kamu yang paling tahu kondisimu, sebenarnya kamulah yang paling tahu kapan harus ke psikolog. Namun karena kesehatan mental tidak bisa terlihat seperti kesehatan fisik, seseorang menjadi ragu apakah Ia perlu mendatangi psikolog atau tidak.

Pada artikel ini akan kamu jelaskan mengenai apa itu psikolog, manfaat ke psikolog, dan kapan kamu harus ke psikolog.

Apa Itu Psikolog?

Apa Itu Psikolog
Apa Itu Psikolog

Pada umumnya, psikolog adalah seseorang yang ahli dalam ilmu psikologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia. Namun, di Indonesia sendiri untuk menjadi seorang psikolog harus melalui pendidikan S1 Psikologi dan S2 Profesi Psikolog. Jika tidak melalui pendidikan profesi maka akan disebut dengan sebutan ilmuwan psikologi.

Psikolog sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu psikolog industri dan organisasi, psikolog pendidikan, psikolog klinis, dan psikolog sosial. Seorang psikolog biasanya menggunakan metode psikoterapi untuk membantu pasien mengatasi masalah yang mempengaruhi kondisi mental dan kesehatannya.

Psikolog berbeda dengan psikiater atau yang dikenal dengan dokter jiwa. Walaupun keduanya sama-sama mengatasi masalah kejiwaan seseorang, namun psikiater melalui pendidikan S1 Kedokteran dan mengambil spesialis kejiwaan. Selain itu, psikiater berhak memberikan obat-obatan dalam penanganan kasus kejiwaan, sedangkan psikolog tidak boleh memberikan resep obat.

Apa Manfaat ke Psikolog?

Apa Manfaat ke Psikolog
Apa Manfaat ke Psikolog

Mengunjungi psikolog sama halnya dengan mengunjungi dokter pada kasus kesehatan fisik. Namun, penanganan psikolog adalah pada kesehatan mental, seperti hal-hal yang berhubungan dengan masalah dan keluhan, terutama yang berkaitan dengan perasaan, emosi, sosial, dan perilaku. Kesehatan mental juga cukup beragam, mulai dari yang ringan hingga berat.

Psikolog tidak membuatmu pulih dari masalah kesehatan mentalmu, namun membantumu pulih dari masalah kesehatan mentalmu. Karena pada dasarnya dibutuhkan kemauan untuk pulih agar prosesnya menjadi lebih cepat dan mudah.

Terdapat beberapa tindakan yang akan dilakukan oleh psikolog, yaitu wawancara psikologis dan psikotes, psikoterapi atau konseling, membuat program terapi atau pelatihan, dan hipnoterapi. Tindakan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Kapan Harus ke Psikolog?

Kapan Harus ke Psikolog
Kapan Harus ke Psikolog

Jika kamu sudah mengetahui apa itu psikolog dan apa manfaat ke psikolog, harusnya kamu tidak ragu lagi untuk berkonsultasi dengan psikolog. Kamu tidak akan mendapat predikat “gila” jika memutuskan untuk ke psikolog. Karena pada dasarnya, datang ke psikolog untuk masalah mental sama halnya dengan datang ke dokter untuk masalah fisik. Kesehatan mental sendiri cukup beragam dari kasus ringan hingga berat.

Jadi, kapan kita harus ke psikolog? Berikut beberapa hal yang menjadi tanda kalau kamu perlu untuk mengunjungi psikolog berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh alodokter:

Baca Artikel Kami Lainnya : Apa Bahaya Self Diagnosis? Bagaimana Cara Mencegahnya?

Masalah yang sangat mengganggu

Ada kalanya kita dijumpai dengan berbagai masalah, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Untuk beberapa masalah ringan bukanlah hal sulit untuk kita hadapi. Namun, pada masalah-masalah berat dapat membuat kita putus asa, cemas berlebihan, sulit tidur, dan kehilangan nafsu makan.

Jika masalah tersebut sudah mengganggumu dalam menjalani aktivitas sehari-hari, maka mengunjungi psikolog adalah hal yang tepat. Kita tidak pernah tahu kapan kesehatan mental menjadi lebih parah jika kita tidak berkonsultasi dengan ahlinya.

Gagal menyelesaikan masalah sendiri

Tidak ada salahnya untuk mencoba menyelesaikan masalah sendiri. Justru itu adalah hal yang normal. Namun, jika kamu merasa sedih, cemas, atau takut dan sudah mencoba untuk mengatasinya dengan berbagai cara untuk mengatasinya namun tidak berhasil, mungkin ini waktu yang tepat untuk kamu berkonsultasi dengan psikolog.

Meminta bantuan psikolog bukan berarti kamu adalah orang yang lemah, justru memiliki keberanian untuk meminta bantuan psikolog bukti kuat bahwa kamu mencintai dirimu sendiri. Jadi, jangan takut untuk ke psikolog.

Mencari pelampiasan negatif

Ada kalanya seseorang melampiaskan emosi yang dirasakan dengan melakukan hal-hal negatif, seperti minum-minuman beralkohol, merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, atau makan berlebihan.

Jika hal itu terjadi padamu, mengunjungi psikolog adalah tindakan yang bijak. Perilaku-perilaku negatif tersebut hanya mendatangkan berbagai masalah untukmu, salah satunya pada masalah kesehatan fisik. Selai itu, emosi dan masalah yang kamu hadapi tidak terselesaikan. Dengan demikian, berkonsultasi dengan psikolog lebih baik dibanding cara-cara negatif tersebut.

Baru mengalami kejadian traumatis

Setelah mengalami kejadian traumatis seperti kehilangan orang tercinta, bencana alam, kehilangan pekerjaan, atau yang lainnya, mengunjungi psikolog adalah tindakan yang tepat. Kejadian-kejadian traumatis tersebut bisa memicu PTSD jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Melalui konsultasi dengan psikolog, kamu akan dibantu mencari cara yang tepat untuk menghadapi masalah tersebut. Tentunya agar kejadian traumatis itu tidak mengganggumu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk melalui permasalahan yang ada. Namun ada kalanya orang tersebut membutuhkan bantuan seseorang. Stigma negatif bahwa mengunjungi psikolog hanyalah orang gila atau lemah merupakan stigma yang salah. Mengunjungi psikolog berarti kita mencintai diri sendiri dan mencari cara agar hidup dengan lebih baik.

Jika kamu memutuskan untuk ke psikolog, jangan ragu untuk mengunjungi Klinik Konsultasi Psikologi. Namun jika kamu belum siap bertatapan langsung dengan psikolog, kamu bisa mengikuti sesi Konseling Online. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca Artikel Kami Lainnya : Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Childfree