Bagaimana Jika Kamu Selalu Menentang Kata Hatimu?

Kita bisa saja menentang kata hati kita. Tapi, apa sih konsekuensi dari selalu menentang kata hati kita ini?

Kerpibadian, Sosial1588 Views

Logos IndonesiaPernahkah kamu merasa ingin sekali melakukan sesuatu, tetapi akal pikiranmu mengatakan sebaliknya? Atau apakah kamu sering kali merasa dirimu sedang berperang antara hati dan logika? Kita akan membahas fenomena yang tidak asing lagi bagi kita semua, yaitu menentang kata hati.

Baca Artikel Kami Lainnya: Cara Mengatasi Stress Ketika Menganggur: Tips Untuk Kamu

Artikel ini bertujuan untuk membuka wawasan kita tentang apa yang terjadi ketika kita terus-menerus menentang kata hati. Kadang, dalam kehidupan ini, kita semua pernah merasakan momen di mana kita melawan apa yang sebenarnya kita rasakan. Tapi, apa sebenarnya yang akan terjadi jika kita selalu menentang kata hati kita? Apakah dampak-dampak yang mungkin muncul?

Mengapa Terkadang Kita Menentang Kata Hati

Mulai dari benci mengikuti rencana diet. Atau menentang keinginan untuk berhenti dari pekerjaan yang tidak lagi memuaskan. Bahkan menahan diri untuk tidak membalas chat gebetan yang muncul di layar hp. Semua itu adalah salah satu bentuk dari ‘kata hati.’ Sesuai dengan namanya, kata hati. Biasanya berbicara langsung ke perasaan kita, membimbing kita tentang apa yang sebenarnya kita inginkan atau butuhkan dalam hidup kita. Itu dia, kurang lebih definisi dari kata hati.

Tapi, pernah nggak kamu bertanya-tanya kenapa terkadang kita cenderung menentang kata hati kita sendiri? Sebenarnya, ada banyak alasan kenapa hal ini bisa terjadi. Terkadang, kita merasa takut atau cemas tentang apa yang mungkin terjadi jika kita mengikuti kata hati. Bisa jadi, kita khawatir akan kegagalan, penolakan, atau mungkin konsekuensi negatif lainnya. Di lain waktu, kita mungkin merasa tertekan oleh harapan masyarakat, norma sosial, atau harapan dari orang-orang di sekitar kita.

Akhirnya, kita bisa saja menentang kata hati kita, dan memilih untuk melakukan apa yang kita pikirkan lebih aman. Tapi, apa sih konsekuensi dari selalu menentang kata hati kita ini? Yuk, kita cari tau lebih lanjut!

Bagaimana Jika Kamu Selalu Menentang Kata Hatimu?

Kalau kamu terus-terusan menentang kata hati, bisa jadi kamu nantinya akan merasa kehilangan esensi dari diri kamu sendiri. Bayangkan saja, kata hati itu semacam kompas dalam hidup kita. Kalau kita terus menolak arahan dari kompas, kita bisa saja tersesat dan merasa bingung.

Bukannya dilarang, loh, untuk sesekali menentang kata hati, terutama jika kamu merasa kata hati kamu bergulir ke arah yang tidak sehat. Tetapi, jika kamu menemukan diri kamu sendiri terus menerus menantang apa yang sebenarnya kamu rasakan. Maka dalam jangka panjangnya bisa mempengaruhi kesejahteraan emosi dan mental kamu.

Kamu mungkin akan mulai merasa lelah, stres, dan bahkan depresi. Itu sebabnya mengapa penting untuk sesekali berhenti sejenak, mendengarkan, dan mempertimbangkan kata hati kita. Dalam banyak kasus, insting atau perasaan kita tentang sesuatu bisa menjadi panduan yang berharga dalam membuat keputusan di kehidupan kita.

Dampak Negatif dari Selalu Menentang Kata Hati

Jika kita terus-menerus menolak kata hati kita, dampaknya bisa sangat luas. Mulai dari konflik internal, penurunan kesejahteraan emosional, dan berakibat pada kesehatan fisik kita. Mari kita bahas lebih lanjut masing-masing dampak ini:

1. Kebingungan dan Konflik Internal

Menentang kata hati berarti melawan keinginan atau kebutuhan kamu yang sebenarnya. Ketika kamu melawan perasaan kamu sendiri, kamu mungkin mulai merasa bingung tentang apa yang sebenarnya kamu inginkan. Siapa diri kamu yang sebenarnya, dan bagaimana kamu harus menjalani hidup.

Ini bisa membuat kamu merasa terpecah atau terbelah antara apa yang diharapkan dari diri kamu oleh orang lain. Konflik internal ini bisa mempengaruhi kepercayaan diri, harga diri, dan bahkan kualitas hubungan dengan orang lain.

2. Penurunan Kesejahteraan Emosional

Selalu menentang kata hati juga bisa mengakibatkan penurunan kesejahteraan emosional. Misalnya, kamu mungkin merasa tidak bahagia, stres, atau frustasi karena kamu terus menerus mengekang keinginan atau kebutuhan diri kamu.

Buruknya, ini bisa dilanjutkan dengan menurunnya motivasi kamu dalam hidup. Seolah-olah kamu hidup tanpa tujuan yang jelas. Hal ini bisa berakibat pada hilangnya semangat hidup dan sulit menjernihkan pikiran untuk menentukan arah hidup yang kamu mau.

3. Potensial Efek Fisik dari Stres Emosional

Terakhir, dampak negatif dari menentang kata hati bukan hanya pada aspek mental dan emosional saja. Tapi juga bisa secara signifikan berdampak pada kesehatan fisik kita. Stres emosional yang berkepanjangan bisa menimbulkan gangguan tidur. Seperti insomnia, dan mengakibatkan kelelahan kronis.

Selain itu, stres yang menumpuk bisa meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Stres juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh serta meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, gangguan pencernaan, dan masalah kulit seperti eksim.

Jadi, sangat penting bagi kita untuk memberi kesempatan pada diri kita untuk mendengarkan kata hati. Menghargai apa yang kita dengar, dan mengevaluasi apakah itu yang sebenarnya kita inginkan. Kita perlu sering berkomunikasi dengan diri sendiri serta mencoba untuk menyeimbangkan antara kebutuhan hati dan kebutuhan akal.

Baca Artikel Kami Lainnya: Manfaat Mengikuti Aktivitas Sosial Bagi Pengangguran: Meningkatkan Kepercayaan Diri

Artikel oleh: Logos Indonesia.