Tips dan Trik Menghadapi Wawancara Kerja

Sukses saat inteview kerja dan lolos kerja dipengaruhi banyak hal. Berikut tips dan trik menghadapi wawancara kerja.

PIO, Tips dan Trik5644 Views

Lolos tidaknya kita saat mengikuti penerimaan karyawan baru bisa terlihat pada saat kita interview kerja. Dan bagian yang paling menguras fikiran adalah saat wawancara kerja, karena sedikit saja kita salah menjawab maka point keberuntungan berkurang.

Wawancara kerja adalah babak terakhir yang dihadapi para pelamar kerja setelah mereka lulus seleksi administrasi dan test tulis. Babak terakhir ini menjadi point bagaimana cara HRD membaca karakter pelamar kerja dan menilai apakah lolos atau tidak.

Ada banyak hal yang harus teman-teman siapkan ketika hendak wawancara kerja. Dengan menyiapkan sebaik mugkin, maka hasil yang teman peroleh juga sebaik mungkin. Apalagi jika itu adalah wawancara kerja pertama yang teman-teman ikuti. Berikut ini tips dan trik menghadapi wawancara kerja agar teman-teman bisa menyelesaikan dengan maksimal.

Perhatikan Penampilan Kamu

First Look adalah point penting, bahkan dalam keadaan apapun kita selalu menilai seseorang dari penampilan. Mau kita professional atau tidak, secara naluriah kita seolah bisa menilai seseorang langsung dari penampilannya saja. Ternyata memang benar, bahwa penampilan itu mencerminkan karakter seseorang, berbeda dengan buku yang “dont judge a book by its cover”.

BACA JUGA : Trik Meningkatkan Produktivitas Selama WFH

Menghadapi wawancara kerja dengan pakaian yang rapi adalah 100% benar dan valid. lalu kriteria penampilan rapi itu seperti apa? Teman-teman bisa mengikuti saran berikut:

  • Gunakan kemeja polos, jangan memakai kemaja yang warna warni, sekalipun teman-teman melamar di sebuah cafe di tepi pantai. Kemeja polos dengan warna hitam, putih, abu-abu, biru sangat ramah di mata HRD.
  • Bersepatu dan berkaos kaki, Jika kalian bersepatu, maka pastikan juga teman-teman mengenakan kaos kaki. Karena itu adalah tanda displin.
  • Potong dan sisir rambut dengan rapi. Gaya rambut memang tidak mencerminkan skill sesorang bagus atau tidak. Namun menghadapi wawancara dengan rambut rapi menandakan bahwa kamu faham mengenai situasi dan kondisi.
  • Pakai celana formal. Dunia kerja adalah lingkungan yang formal, maka kenakanlah celana yang formal sesuai dengan tempat teman-teman melamar kerja.

Pelajari Pertanyaan yang Sering Ditanyakan HRD

Wawancara kerja memang bukan ujian akhir semester, alangkah baiknya kalau teman-teman mempelajari pertanyaan yang sering ditanyakan HRD. Dengan mempelajari pertanyaan tersebut, harapannya teman-teman bisa menjawab dengan tenang dan sesuai. Jangan sampai teman-teman tidak bisa menjawab sama sekali saat wawancara kerja.

Berikut beberapa pertanyaan umum yang sering HRD tanyakan.

  • Coba ceritakan diri anda. Belajarlah menceritakan diri kamu saat bercermin, rangkai kata-katanya sesimpel mungkin, mudah dipahami, dan tersusun rapi.
  • Kenapa anda tertarik bekerja di perusahaan ini. Jawab dengan lugas dan tidak usah muluk-muluk.
  • Tolong jelaskan kelemahan anda. Pertanyaan seperti ini jawab saja secara diplomatis jangan terlalu bohong dan terlalu jujur.
  • Kenapa perusahaan ini harus memperkerjakan anda. Maka jawablah kelebihan kamu yang sesuai dengan posisi yang akan kamu tempati nantinya.
  • Apa rencana anda dalam 5 tahun kedepan. Jangan memberikan rencana yang muluk-muluk bisa jadi malah blunder buat teman-teman.

Logos Indonesia Membuka Layanan Tes Psikologi Karir

Berikan Attitude yang Baik

Jika penampilan adalah yang pertama, maka sikap baik adalah yang kedua. Usahakan selama mengikuti proses wawancara selalu berikan attitude yang baik kepada HRD. Sikap baik bisa kamu tunjukkan dengan perilaku berikut ini.

  • Menjaga nada bicara dan pemilihan kata yang tepat
  • Mengucapkan salam atau permisi sebelum meneruskan langkah masuk
  • Jangan tutup pintu dengan membelakangi HRD
  • Salam, sapa, dan berjabat tangan (jika diperbolehkan) sebelum duduk
  • Duduklah dengan tegap dan santai
  • Selalu memberikan kesan positif. Jangan berdebat dengan HRD, ikuti saja alurnya, kesan positif yang teman-teman berikan dapat mengubah sikap HRD menjadi lebih welcome.

Tunjukkan Antusiasme Bekerja

Terkadang HRD memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menggangu kenyamanan emosi teman-teman. Saat menghadapi situasi seperti itu usahakan untuk selalu memberikan kesan bahwa kalian sangat antusias dalam bekerja. Bahkan jika teman-teman merasa tertekan dengan pertanyaan atau kritikan yang diberikan, tetaplah tunjukkan antusiasme bekerja.

Jadi, dalam kondisi di bawah tekanan pertanyaan dari HRD jangan sampai teman-teman menunjukkan sikap menyerah. Jika memang pertanyaannya sulit, jawab sebisanya jangan hanya diam, karena dengan berusaha menjawab maka itu menunjukkan kamu memiliki semangat kerja meski di bawah tekanan.