Kenali Perbedaan Orang Yang Fobia Dan Rasa Takut Biasa

Fobia adalah rasa ketakutan yang ekstrim pada suatu benda mati atau situasi atau makhluk hidup ataupun hal lainnya secara tidak logis.

Klinis3485 Views

Logos Indonesia Ada yang pernah merasa takut? Pasti semua orang pernah merasa takut ya teman-teman. Saat memasuki rumah hantu misalnya, kita akan merasakan merinding saat melihat hantu, atau kaget saat hantu tersebut tiba-tiba muncul di depan kita. Itu adalah perasaan takut.

Kemudian, saat menaiki roller coaster. Ketika teman-teman berada di puncak roller coaster, dan melaju turun dengan cepat. Perasaan seperti jiwa yang tertinggal terasa. Itu juga merupakan ketakutan.

Lalu, ketika bertemu dengan kecoa atau ular. Kamu berterik, karena merasa terancam akan hadirnya kedua hewan yang menyeramkan. Itu juga ketakutan teman-teman.

Tapi bagaimana jika ada seekor kucing yang lucu di depanmu. Apakah kamu takut dengan kucing itu? Tentu saja tidak, jika kamu orang yang normal. Tapi, ada loh yang benar-benar takut dengan kucing. Bahkan mendengar kata kucing saja, ia akan sangat ketakutan. Nah, itulah yang dinamakan fobia. Jadi, fobia dan rasa takut itu berbeda ya teman-teman. Mari kita bahas pelan-pelan disini.

Seseorang yang ketakutan.

Apa Itu Fobia?

Fobia adalah rasa ketakutan yang ekstrim pada suatu benda mati atau situasi atau makhluk hidup ataupun hal lainnya secara tidak logis. Mereka yang mengalami fobia tidak akan pernah bisa bertahan untuk menghadapi ketakutannya. Alasan mereka takut dengan hal tersebut juga tidak logis.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apa itu NEET? Kenapa Bisa Meningkat di Indonesia Selama Pandemik.

Bagi orang yang tidak mengalami fobia, akan menganggap ketakutan mereka adalah respon yang terlalu berlebihan. Namun percayalah, yang dirasakan penderita fobia sangatlah berat saat bertemu dengan sumber ketakutannya. Sebenarnya mereka juga tidak mau mengalami Fobia itu.

Perbedaan Fobia Dengan Rasa Takut

Perbedaan antara rasa ketakutan biasa dan fobia adalah dari intensitas rasa takut yang dirasakan. Fobia intensitasnya lebih tinggi di bandingkan rasa taku biasa. Jika biasanya kita ketakukan saat dalam situasi ketakutan saja. Pada orang yang mengalami fobia, mereka akan tetap merasakan ketakutan walaupun tidak dalam situasi yang ditakuti. Hanya menyebutkan nama dari yang ditakuti saja, mereka sudah ketakutan sekali. Apalagi jika berhadapan langsung. Sebagai contoh, kebanyakan orang akan takut pada ular. Rasa takut biasa akan terjadi pada saat bertemu dengan ular saja. Namun bagi yang fobia dengan ular, mereka akan sangat ketakutan hanya dengan mendengarkan kata “ular”.

Selain itu, biasanya hal yang ditakuti tidaklah logis. Maksudnya, sesuatu yang mereka takutkan adalah sesuatu yang orang pikir tidak menakutkan. Bahkan bisa saja hal yang menggemaskan, seperti kucing. Tapi, ada beberapa fobia yang umum dirasakan oleh orang banyak, yaitu fobia ketinggian, fobia pada ruang sempit dan fobia kegelapan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Tips Agar Terhindar FOMOGA, Merasa Khawatir Pada Pencapain Orang Lain.

Perbedaan selanjutnya adalah alasan takut yang tidak logis. Orang yang fobia, umumnya memberikan alasan yang tidak logis. Jika rasa takut pada ular adalah karena ular itu berbisa dan mengancam keselamatan kita, itu namanya rasa takut biasa. Sedangkan orang yang fobia akan mengatakan, takut kucing karena memiliki bulu. Atau contoh lainnya fobia buah apel, ia akan mengatakan bahwa rasa takutannya berasal dari bentuk apel tersebut. Bagaimana teman-teman, aneh bukan dengan jawabannya?

Penyebab fobia ini ada yang disadari dan ada yang tidak di sadari oleh penderitanya. Penyebab yang tidak disadari ini akibat kejadian traumatik masa kecil yang ditekan ke alam bawah sadar. Hal tersebut merupakan cara otak untuk mempertahankan diri dari rasa stres. Jika ingatan tersebut muncul kembali ke tingak kesadaran, perasaan cemas dan stres akan muncul. Hal itu akan menganggu kesehatan mentalnya.

Cara Penanganan Fobia

Jika fobia ini sudah menganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya teman-teman mencari pertolongan dengan psikolog atau psikiater. Teman-teman akan diberikan terapi yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Terdapat tiga jenis terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi fobia, yaitu terapi psikoanalisis, terapi behavioral dan menggunakan obat-obatan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apa Itu Xenophobia Dan Dampaknya Bagi Pendidikan Anak.

Terapi psikoanalisis untuk fobia ini berdasarkan alam bawah sadar teman-teman. Jadi apa saja ingatan yang ditekan sebagai pemicu terjadinya fobia. Ingatan tersebut diangkat ke tingkat kesadaran. Sehingga kamu mengetahui secara sadar kejadian traumatik yang menjadi kamu fobia.

Terapi behavioral. Terapi ini menggunakan perubahan perilaku sebagai hasil akhirnya. Terdapat tiga cara dalam menerapkan terapi behavioral, yaitu desensitisasi sistematik, floding dan modeling. Kamu akan di ajak secara langsung menghadapi rasa takut kamu. Bisa menggunakan desensitisasi sistematik, yaitu menghadapi rasa takut secara perlahan. Dilakukan secara bertingkat dari yang terendah hingga terberat, yaitu menemui secara langsung. Sedangkan floding, kamu akan langsung menghadapi dengan rasa takutmu. Modeling adalah cara terapi fobia dengan melihat orang lain melakukan hal yang ditakutkannya. Memberitahukan bahwa yang ditakutinya ini tidaklah seburuk yang dipikirkannya.

Artikel oleh: Logos Indonesia.