Teori Kecemasan Anxiety Menurut Sigmund Freud

Teori Freud tentang anxiety mengungkapkan bahwa kecemasan merupakan hasil dari konflik psikis yang tidak disadari akibat dari dorongan yang ada.

Logos Indonesia – Teori Freud tentang anxiety atau kecemasan mengungkapkan bahwa kecemasan merupakan hasil dari konflik psikis yang tidak disadari oleh diri seseorang akibat dari dorongan yang ada. Kecemasan menjadi tanda terhadap ego untuk mengambil aksi penurunan cemas.

Ketika mekanisme diri berhasil, kecemasan menurun dan rasa aman datang lagi. Namun bila konflik terus berkepanjangan, maka kecemasan ada pada tingkat tinggi. Mekanisme pertahanan diri dialami sebagai simptom, seperti phobia, regresi dan tingkah laku ritualistik

Freud juga menerangkan bahwa kecemasan timbul pertama dalam hidup manusia saat lahir dan merasakan lapar yang pertama kali. Saat itu dalam kondisi masih lemah, sehingga belum mampu memberikan respon terhadap kedinginan dan kelaparan, maka lahirlah kecemasan pertama.

Kecemasan berikutnya muncul apabila ada suatu keinginan dari Id untuk menuntut pelepasan dari ego, tetapi tidak mendapat restu dari super ego, maka terjadilah konflik dalam ego, antara keinginan Id yang ingin pelepasan dan sangsi dari super ego lahirlah kecemasan yang kedua.

Teori Kecemasan Menurut Sigmund Freud
Teori Kecemasan Menurut Sigmund Freud

Konflik-konflik tersebut ditekan dalam alam bawah sadar, dengan potensi yang tetap tak terpengaruh oleh waktu, sering tidak realistik dan dibesar-besarkan. Tekanan ini akan muncul ke permukaan melalui tiga peristiwa, yaitu :

1. Sensor super ego menurun,

2. Desakan Id meningkat dan

3. Adanya stress psikososial

 

Logos Indonesia adalah Biro Psikologi & Konsultan HRD Jakarta dengan Layanan Rekrutmen, Asesmen Karyawan (Psikotes Online & Offline, Assessment Center dll) Klinik Psikologi, Pelatihan Alat Tes Psikologi dan Outbound.