Biografi Freud: Bapak Psikoanalisis

Freud merupakan tokoh psikologi yang mencetuskan teori psikoanalisis. Salah satu teori terkenalnya adalah id, ego dan super ego.

Tokoh383 Views

Logos Indonesia Freud merupakan tokoh psikologi yang mencetuskan teori psikoanalisis. Teori Freud sangatlah terkenal hingga sekarang dan menjadi landasan bagi beberapa tokoh psikologi dalam membentuk teori mereka. Hal yang menarik dalam teori Freud adalah landasan psikoanalisis Freud yaitu, seks dan agresi yang sangat populer saat itu. Kemudian pengikut Freud menyebarkan teori Freud hingga ke luar Wina. Selain itu, Freud terkenal dengan keahliannya dalam berbahasa yang begitu inspiratif dan meningkatkan rasa altruisme bagi orang yang membacanya.
Dalam proses merumuskan teorinya, ia menggunakan pengalaman observasinya terhadap pasiennya, analisis terhadap mimpinya sendiri dan menambahkan referensi dari berbagai ilmu pengetahuan dan humaniora. Freud memahami bahwa teorinya ini tidak bisa digabungkan dengan pembahasan yang berbeda ilmu pengetahuan. Namun pada kenyataannya, banyak sekali para tokoh yang awalnya mempelajari psikoanalisis, mengembangkan teorinya dengan menambahkan ilmu pengetahuan lainnya yang berlawanan dengan pemahamannya.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Erich Fromm Teori Orang Yang Produktif.

Perbedaan pemahaman dengan beberapa tokoh psikologi lainnya yang menjadi pemicu keretakan hubungan mereka. Karena oleh Freud akan mengucilkan orang tersebut secara personal maupun profesional.
Teori Freud sangat terkenal dengan teori id, ego, dan super egonya. Selain itu teori lainnya adalah, alam ketidaksadaran, alam bawah sadar dan tingkat kesadaran. Kedua teori tersebut menjadi pokok utama dalam penjelasan teori Freud. Berikut adalah biografi Freud.

Sigmund Freud
Sigmund Freud

Masa Kanak-kanak Freud

Freud memiliki nama lengkap Sigmund Freud. Terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai tanggal kelahiran Freud. Ada yang menyebutkan bawa Freud lahir pada 6 Maret 1856, tapi ada juga yang mempercayai bahwa Freud lahir pada tanggal 6 Mei 1856. Ia merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara, dari pernikahan ayahnya yang kedua.
Selama masa kanak-kanak, Freud menjadi anak kesayangan bagi ibunya. Sehingga hidup Freud di masa kanak-kanak selalu dimanjakan yang mempengaruhi kepribadiannya menjadi percaya diri. Walaupun Freud merupakan anak pertama. Freud tidak dekat dengan semua adik-adiknya. Kasih sayang seorang ibu ke anak menjadi landasan teori Freud kedepannya. Menurut Freud hubungan yang penuh kasih sayang dari ibunya merupakan hubungan yang paling nyaman dan damai antar manusia.
Pada usia satu setengah tahun, Freud merasa tersaingi oleh adiknya yang baru lahir. Ia merasa cemas, kasih sayang kedua orang tuanya teralihkan oleh adiknya tersebut. Sehingga pikiran benci terhadap adiknya berubah menjadi menginginkan adiknya untuk meninggal dunia. Benar saja, doa Freud seperti kenyataan. Pada usia 6 bulan adiknya meninggal dunia. Saat itu Freud menganggap bahwa apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan dan menimbulkan rasa bersalah yang mendalam. Ia menganggap bahwa penyebab kematian adiknya karena dirinya. Namun seiring berjalannya usia, akhirnya Freud menyadari bahwa dirinya bukan penyebab dari kematian adiknya. Hingga rasa bersalah pun mulai menghilang.

Memulai Karirnya Menjadi Psikoanalisis

Pada akhirnya, Freud masuk ke dunia kedokteran. Namun alasan utamanya adalah untuk lebih mengenal sifat dasar manusia, bukan mempelajari ilmu kedokteran itu sendiri. Pada tahun 1885, Freud belajar ke Paris dengan ahli saraf terkenal yaitu Jean-Martin Charcot selama 4 bulan. Freud mempelajari teknik hipnosis dalam menangani gangguan histeria. Pada saat itu, gangguan histeria hanya ditemukan oleh perempuan saja. Gangguan histeria adalah jenis gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan kelumpuhan atau ketidakfungsian bagian-bagian tubuh tertentu.
Selama menjadi mahasiswa kedokteran, Freud mempelajari katarsis dengan Breuer sebagai cara mengatasi gejala histeria. Dari situ, Freud mulai menemukan teknik baru dalam menggantikan hipotesis sebagai teknik terapi utamanya yaitu asosiasi bebas.
Sejak remaja, Freud memiliki cita-cita menjadi sukses, terkenal dengan penemuannya di masa depan. Namun di awal-awal usahanya, Freud menemukan kegagalan hingga membuat dirinya mengalami krisis peibadi. Usaha pertamanya yaitu melibatkan eksperimen dengan kokain. Usaha keduanya yaitu penelitiannya terkait dengan histeria yang bisa juga dialami oleh laki-laki. Namun karena penelitian ini sejenis dengan penelitian Breuer sebelumnya, yang berbeda hanyalah subjeknya. Alhasil penemuannya ini tidak direspon oleh toko psikologi lainnya. Namun Freud tidak menerima perlakuan tersebut. Sehingga ia bercerita, bahwa ia mendapatkan perlakuan tersebut karena mereka tidak mengerti konsep histeria laki-laki yang dijelaskan. Pemahaman yang keliru ini bertahan hingga bertahun-tahun di kalangan pengikut setia Freud.

Hubungan Dengan Para Tokoh Psikologi Lainnya

Kerjasama pertamanya adalah dengan Breuer dalam menganalisis kasus histeria. Perbedaan pandangan untuk mempublikasikannya menjadi pencetus hubungan mereka memburuk. Freud memiliki pandangan yang berbeda, bahwa pengalaman seksual masa kanak-kanak merupakan penyebab histeria di masa dewasa. Dan pandangan tersebut ditolak oleh Breuer.
Pada masa separuh baya freud terus mengalami krisis pribadi akibat belum tercapainya cita-citanya, yaitu dapat berkontribusi besar bagi dunia psikologi.
Pada tahun 1899, impian Freud barulah terwujud dengan penelitian besarnya yang berjudul “Interpretation Of Dreams”. Walaupun tidak langsung menarik banyak peminat, tetapi secara perlahan nama Freud mulai terkenal di kalangan tokoh psikologi lainnya. Iya menulis buku penguat psikoanalisis lainnya sebagai pelengkap dari buku sebelumnya.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Alfred Adler: Karir & Pemikirannya.

Pada tahun 1902, Freud mulai mengundang beberapa tokoh psikologi untuk membahas permasalahan psikologis di rumahnya. Pertemuan kecil ini kemudian secara resmi dibuat pada tahun 1908, dengan nama Vienna Psychoanalytic Society. Dan hingga beberapa tahun berikutnya memiliki banyak pengikut yang fanatik dengan teori Freud.
Dalam pertemuan tersebut, Freud banyak kerjasama dengan beberapa tokoh psikologi terkenal lainnya. Salah satunya adalah Carl Jung dan Adler. Pada awalnya mereka memiliki hubungan yang baik. Namun dengan alasan perbedaan paham, hubungan mereka memburuk. Hingga akhirnya, Freud meninggal pada tanggal 23 September 1939 di London.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Tokoh Psikologi Analisis, Carl Jung.

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment