Abram Amsel dan Teori Frustrative Nonreward (FNR)

Frustrative Nonreward (FNR) adalah konsep yang diperkenalkan oleh Abram Amsel dalam psikologi pada tahun 1958.

Tokoh102 Views

Logos IndonesiaAbram Amsel adalah seorang ahli psikologi yang terkenal karena kontribusinya dalam bidang pembelajaran dan motivasi. Amsel lahir pada tanggal 3 November 1923 di Brooklyn, New York. Dia meraih gelar sarjana dari Brooklyn College pada tahun 1948 dan kemudian mendapatkan gelar Ph.D. dalam bidang psikologi dari Universitas Michigan pada tahun 1953.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Singkat Kenneth W. Spence.

Setelah meraih gelar Ph.D., Amsel memulai karirnya sebagai dosen psikologi di Universitas Wisconsin pada tahun 1952. Dia kemudian pindah ke Universitas Rutgers pada tahun 1962, di mana ia menjadi profesor psikologi dan memegang jabatan tersebut hingga pensiun pada tahun 1993.

Karir dan Kontribusi Abram Amsel

Abram Amsel.

Kontribusinya dalam bidang psikologi adalah dalam teori pembelajaran dan motivasi, serta pengaruh kecemasan pada motivasi. Dalam teori pembelajaran, Amsel mengembangkan model teoritis tentang pengaruh kecemasan pada motivasi. Menurut Amsel, kecemasan dapat mempengaruhi motivasi dengan cara yang kompleks dan sulit diprediksi. Hal ini terkait dengan konsep “frustrative nonreward” (FNR), yaitu kondisi di mana seseorang telah belajar untuk mengharapkan hadiah, tetapi hadiah tersebut kemudian dicabut atau tidak diberikan. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan menurunkan motivasi untuk mencoba lagi di masa depan.

Amsel juga mengembangkan teori kontrol belajar, yang menyatakan bahwa individu dapat mengembangkan kontrol yang lebih besar atas lingkungan mereka melalui pengalaman belajar. Dia percaya bahwa orang dapat belajar untuk mengendalikan lingkungan mereka dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Dia menekankan pentingnya memberikan umpan balik yang tepat dan konsisten sebagai bagian dari proses belajar.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi O. Hobart Mowrer dan Kontribusinya Dalam Teori Belajar Dan Terapi Perilaku.

Selain itu, Amsel juga mengembangkan konsep “keterampilan verbal,” yang melibatkan penggunaan bahasa dan kata-kata dalam proses belajar dan pengajaran. Dia percaya bahwa keterampilan verbal sangat penting untuk pengembangan keterampilan akademik dan sosial.

Karya-karya Amsel dalam bidang psikologi sangat dihargai dan dipelajari hingga saat ini. Dia telah menerima beberapa penghargaan atas kontribusinya dalam bidang psikologi, termasuk Distinguished Scientist Award dari Divisi Pembelajaran dan Motivasi dari American Psychological Association pada tahun 1995. Amsel meninggal dunia pada tahun 2016 di usia 93 tahun.

Memahami Konsep Frustrative Nonreward (FNR)

Frustrative Nonreward (FNR) adalah konsep yang diperkenalkan oleh Abram Amsel dalam psikologi pada tahun 1958. Konsep ini menjelaskan bagaimana kegagalan dalam mencapai tujuan atau mendapatkan hadiah atau reward dapat mempengaruhi motivasi dan belajar seseorang.

Menurut Amsel, pengalaman FNR dapat memicu suatu keadaan frustasi yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pembelajaran dan motivasi. Ketika seseorang mengalami FNR, maka akan terjadi perubahan dalam pemrosesan informasi, di mana orang tersebut akan lebih fokus pada hal-hal yang menyebabkan frustasi dan kegagalan.

Faktor lain yang mempengaruhi dampak FNR adalah seberapa pentingnya tujuan atau hadiah yang tidak tercapai tersebut bagi seseorang. Semakin penting, maka semakin besar pengaruhnya terhadap motivasi dan pembelajaran seseorang.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Singkat Karl Jaspers Dan Kontribusinya.

Dalam teori Frustration Theory-nya, Amsel mengajukan beberapa hipotesis tentang bagaimana pengalaman FNR mempengaruhi motivasi dan pembelajaran, seperti hipotesis bahwa pengalaman FNR dapat meningkatkan ketahanan atau ketekunan seseorang dalam mencapai tujuan, atau sebaliknya dapat menurunkan motivasi dan keinginan untuk mencoba lagi.

Konsep FNR ini memiliki aplikasi luas dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, psikologi klinis, dan organisasi, di mana pemahaman tentang bagaimana FNR mempengaruhi motivasi dan pembelajaran dapat membantu dalam merancang program atau strategi untuk meningkatkan motivasi dan pencapaian tujuan.

Contoh Frustrative Nonreward (FNR)

Tanpa kita sadari, mungkin saja kita pernah mengalami kondisi Frustrative Nonreward (FNR). Berikut adalah contoh Frustrative Nonreward (FNR) dalam kehidupan sehari-hari:

Seorang siswa yang berusaha keras belajar untuk mendapatkan nilai A di ujian, namun akhirnya hanya mendapatkan nilai B atau C. Pengalaman FNR yang dialaminya bisa membuatnya merasa frustasi, menurunkan motivasinya untuk terus belajar, atau bahkan membuatnya berpikir untuk tidak lagi berusaha keras.

Seorang atlet yang berlatih keras untuk memenangkan pertandingan, namun pada akhirnya kalah dalam pertandingan tersebut. Pengalaman FNR yang dialaminya bisa mempengaruhi motivasi dan kepercayaan dirinya, sehingga membuatnya berpikir untuk menyerah atau berhenti berlatih.

Seorang pekerja yang berusaha untuk mencapai target penjualan, namun pada akhirnya tidak berhasil mencapai target tersebut. Pengalaman FNR yang dialaminya bisa membuatnya merasa frustasi, menurunkan motivasinya untuk bekerja lebih keras, atau bahkan membuatnya berpikir untuk resign dari pekerjaannya.

Seorang pengusaha yang berusaha untuk mengembangkan bisnisnya, namun pada akhirnya mengalami kegagalan dalam salah satu proyek atau usaha yang dijalankan. Pengalaman FNR yang dialaminya bisa mempengaruhi motivasi dan kepercayaan dirinya, sehingga membuatnya merasa tidak mau untuk mengambil risiko lebih lanjut.

Dalam semua contoh tersebut, FNR memainkan peran penting dalam mempengaruhi motivasi dan pembelajaran seseorang. Bagaimana seseorang merespons pengalaman FNR tersebut dapat berdampak pada keberhasilan dan pencapaian tujuan di masa depan.

Hergenhahn, B. R., & Olson, M. H. (2008). Teori Belajar, Edisi Ketujuh. Prenadamedia Group: Jakarta. 

Artikel oleh: Logos Indonesia.