Biografi Singkat Albert Ellis Dan Terapi REBT

Biografi singkat Albert Ellis dan Terapi REBT. Rasional Emotive Behavioural Therapy (REBT) bertujuan untuk mengubah pikiran irasional.

Konseling152 Views

Logos Indonesia Albert Ellis merupakan tokoh psikologi yang berasal dari Amerika Serikat. Ellis pada awalnya menggunakan metode psikoanalisis. Namun di pertengahan karirnya, ia menciptakan terapi behavioral yaitu Rasional Emotive Behavioral Therapy atau disebut juga terapi REBT.

Dari terapi yang ia ciptakan dapat berdampak luar biasa pada profesi psikoterapi. Hal ini didasarkan pada artikel yang diterbitkan pada tahun 1982 di American psychologist. Berdasarkan artikel tersebut terdapat survei yang dilakukan oleh lebih dari 400 psikolog profesional.

Baca Artikel Kami Lainnya: Apa Itu Client Center Therapy Dari Carl Rogers?

Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui konseling dan psikoterapi yang sedang trend saat itu. Hasil dari survei tersebut adalah terapi yang diciptakan oleh Carl Roger berada di posisi pertama dengan terapi yang berfokus pada klien. Sedangkan pada posisi kedua diraih oleh Albert Ellis dengan terapi perilaku emosional rasional atau REBT.

Tersebut diketahui bahwa terapi yang diciptakan oleh Albert Ellis memiliki pengaruh besar dan disukai oleh psikolog profesional saat itu, bahkan hingga sekarang. Terapi REBT ini sudah banyak digunakan untuk mengatasi gangguan mental yang disebabkan oleh pemikiran yang tidak irasional tentang dirinya. Seperti fobia sosial, dan seseorang yang memaksakan dirinya untuk menjadi hal yang ia inginkan dengan pemikiran irasionalnya.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Rogers: Teori Yang Berpusat Pada Pribadi.

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai biografi singkat dari Albert Ellis dan terapi ciptaannya yaitu REBT. Walaupun tidak setenar terapi Carl Rogers. Tapi terapi ini masih tetap digunakan hingga sekarang.

Biografi Singkat Albert Ellis

Albert Ellis.
Albert Ellis.

Albert Elis lahir di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat pada tahun 1513. Pada awal karirnya, Ellis menetapkan diri untuk menggunakan metode psikoanalisis dalam menerapkan terapi yang ia gunakan. Namun pada tahun 1950 -an, Ellis mengembangkan terapi perilaku emosional rasional atau REBT. Akhirnya, REBT ini menjadi pendekatan terapeutik yang ia gunakan hingga akhir karirnya dan terkenal hingga sekarang.

Ellis berpendapat bahwa Ketika seseorang menghadapi kehidupan yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. Maka mereka biasanya memberikan respon frustasi, kecewa, kesal, takut, panik, dan kondisi yang tidak bisa dihibur oleh orang lain. Respon tersebut wajar dialami oleh orang yang berada di situasi tersebut. Namun pada tingkat tertentu, memiliki dampak yang tidak baik untuk kesehatan mental.

Tingkatan Respon yang tidak baik itu berkaitan dengan pemikiran yang tidak irasional mengenai dirinya dan situasi yang dialaminya. Pemikiran irasional inilah yang menjadi landasan dari terbentuknya REBT atau Rasional Emotive Behavioural Therapy. Pemikiran irasional inilah yang menjadi landasan dari sebagian besar gangguan mental yang terjadi. Karena itu, terapi yang menggunakan REBT mampu mengatasi gangguan mental tersebut.

Rasional Emotive Behavioural Therapy (REBT)

REBT atau terapi perilaku emosional rasional, bertujuan untuk menyadarkan seseorang atas keyakinan yang tidak irasional yang ia yakini. Pada proses terapi REBT, terapis akan mendengarkan dengan cermat cerita dari klien, memberikan perasaan diterima tanpa syarat apapun keadaan klien.

Walaupun begitu, tugas terapis lainnya adalah untuk menunjukkan bahwa pemikiran yang mereka yakini itu salah dan menunjukkan bagaimana pemikiran itu bisa salah. Setelah itu, terapis akan berusaha untuk mengubah pikiran mereka dan membentuk perilaku yang lebih baik sebagai cara untuk mengurangi tekanan psikologis akibat dari pemikiran irasional.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Singkat Antonio Damasio Dan Eksperimen Kerusakan Otak Dalam Pengambilan Keputusan.

Dalam pengembangan terapi rasional emotive behavioural therapy (REBT), Ellis mengidentifikasi keyakinan irasional yang dapat menghancurkan diri sendiri. Pernyataan yang merujuk pada keyakinan diri yang tidak irasional. Seperti, pemikiran irasional berikut ini (Asnawi, 2019).

Saya harus dicintai dan diterima oleh semua orang.

Saya harus selalu menjadi luar biasa dan tidak pernah membuat kesalahan.

Saya harus mengutuk orang lain Jika mereka berperilaku dengan cara yang saya anggap salah atau jahat.

Menurut Elis Ketika seseorang memiliki keinginan yang kuat untuk dicintai, memperoleh kesuksesan, mendapatkan kenyamanan yang dibarengi dengan pemikiran suatu keharusan, kewajiban atau kebutuhan. Maka ketika dirinya tidak mampu mencapai hal tersebut, akan menimbulkan rasa cemas, tertekan dan cenderung mengasihani diri sendiri.

Karena apa yang ia yakininya harus bisa dilakukan olehnya. Sesuatu yang dianggapnya penting dan suatu keharusan. Pemikiran tersebut merupakan keyakinan yang irasional. Karena sebagaimana kita tahu bahwa selama menjalani kehidupan pasti ada saja orang yang membenci diri kita. Kita pernah mengalami kegagalan. Seseorang pasti pernah merasa tidak nyaman pada situasi atau seseorang. Dan semua hal tersebut adalah wajar dialami oleh setiap orang. Pemikiran mengenai menolak semua kegagalan, kemungkinan dibenci orang lain, dan merasa tidak nyaman, merupakan hal yang tidak rasional. Pemikiran tentang kesempurnaan diri yang sulit untuk diterapkan dalam kehidupan realitas yang ada.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Singkat John B Watson dan Eksperimen Little Albert.

Asnawi, Ahmad. (2019). 50 Tokoh Psikologi Dunia: Gagasan Dan Pemikiran Mereka. Jawa Tengah: Desa pustaka Indonesia.

Artikel oleh: Logos Indonesia.