Biografi Rogers: Teori Yang Berpusat Pada Pribadi

Carl Rogers merupakan tokoh psikologi humanistik yang terkenal dengan terapinya yang berpusat pada klien. Berikut biografi Carl Rogers.

Tokoh4943 Views

Logos Indonesia Teori Rogers terkenal dengan terapinya yang berpusat pada klien atau Client Centered Therapy. Teknik terapi ini dikembangkan berdasarkan jiwa humanistiknya untuk membantu orang lain. Berbeda dengan tokoh psikologi lainnya, bagi Rogers membantu orang lain lebih penting dibandingkan menemukan penyebab dari penyakitnya tersebut. Selain itu, jika tokoh psikologi lain berawal dari teorinya kemudian membentuk suatu klinik terapi. Berbeda dengan Rogers yang lebih berpusat kepada terapis dan tidak tertarik membentuk teorinya sendiri. Karena pada dasarnya, Rogers lebih suka memberikan bantuan kepada orang lain bukan untuk membuat teorinya sendiri. Namun pada tahun 1950, Rogers diminta menuliskan teorinya dalam membuat terapi yang berpusat pada klien. Dan teori tersebut merupakan teori kepribadian yang kita pelajari hingga sekarang.

Walaupun pada masa remajanya, ia cenderung pemalu dan tidak mempunyai teman dekat. Tapi di masa dewasanya ia mengembangkan sikap terbuka pada hal baru. Selama hidup Rogers, diwarnai oleh perubahan dan keterbukaannya akan pemikiran dan pengalaman baru yang datang menghampirinya. Rogers sering kali berinteraksi dengan orang baru yang memiliki pemahaman yang berbeda beda. Sikap inilah yang menyadarkan Rogers bahwa pentingnya hubungan interpersonal dalam mengembangkan pribadi yang sehat. Berikut ini adalah biografi dari Rogers dengan teori terkenalnya yaitu teori yang berpusat pada klien atau Client Centered Therapy.

Carl Rogers.
Carl Rogers.

Masa Kanak-kanak

Rogers memiliki nama lengkap Carl Ransom Rogers. Rogers lahir pada 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois. Ia merupakan anak ke-4 dari 6 bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai insinyur sipil yang sering bepergian. Sehingga Rogers jarang bertemu dengan ayahnya. Rogers sangat dekat dengan ibunya. Kedua orang tua Rogers memiliki pemahaman religius yang sangat kuat. Hal tersebut mempengaruhi Rogers pada ketertarikannya pada kitab Injil. Sikap kerja keras dari ayahnya juga menular pada Rogers.

Penemuan Minat Dirinya Kepada Psikologi Dan Pendidikan

Pada masa kecilnya, Rogers berkeinginan menjadi petani. Sehingga ia mengambil jurusan pertanian di University of Whisconsin. Namun pada semester ketiga kuliah. Roger kehilangan minatnya pada pertanian dan lebih menyukai kegiatan keagamaan. Sehingga ia mengikuti perjalanan ke Tiongkok selama 6 bulan untuk menghadiri konferensi keagamaan untuk pelajar. Di sana, Rogers bertemu dengan banyak pimpinan agama muda yang memiliki pemikiran yang berbeda dengan kedua orang tuanya. Setelah pulang dari konferensi tersebut, pikiran Rogers lebih terbuka pada hal baru.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Freud, Bapak Psikoanalisis.

Rogers ingin menjadi pastor. Ia bergabung ke Union Theological Seminary di New York pada tahun 1924. Di sana Rogers juga mempelajari ilmu psikologi dan pendidikan di Colombia University. Iya tertarik pada pandangan John Dewey yang kuat pada masa itu. Pandangan tersebut mengurangi minatnya pada kegiatan keagamaan. Sehingga pada tahun 1926 ia meninggalkan Union Theological Seminary di New York itu. Dari sini hingga akhir hayatnya Rogers berfokus pada ilmu psikologi dan pendidikan. Hingga akhirnya menemukan terapi yang berpusat pada klien.

Awal Karir Rogers

Sambil menyelesaikan gelar doktornya, Rogers bekerja sebagai staff di Institute of Child Guidance di New York. Selama berkuliah, Rogers juga mempelajari teori psikoanalisis Freud. Namun teori Freud tidak mempengaruhi pemahaman Rogers dalam mengembangkan teorinya. Rogers lebih tertarik dengan pandangan dari seorang mantan perkumpulan analisis Freud, yaitu Otto Rank. Roger lebih yakin lagi bahwa terapi haruslah memiliki ikatan emosional yang tumbuh, yang mampu mendengarkan keluhan pasien dengan baik dan penerimaan tidak bersyarat.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Alfred Adler, Karir & Pemikirannya.

Selama 12 tahun di Rochester memfokuskan dirinya pada karir akademik dan mengajar di universitas-universitas. Pada tahun 1939 ia menyelesaikan buku pertamanya dengan judul, The Clinical Treatment Of The Problem Child. Karena buku tersebutlah, ia ditawarkan untuk mengajar di Ohio State University. Namun, selang 1 tahun kemudian Rogers pindah ke Columbus untuk memulai karir barunya. Pada tahun 1942, Rogers menuliskan ke dalam Counseling and Psychoteraphy.

Puncak Karir Rogers Sebagai Terapis

Kepada tahun 1944, Rogers pindah ke New York dan berfokus pada karirnya sebagai konselor. Antara tahun 1945 – 1957 merupakan masa produktif dan kreatif Rogers. Teknik terapinya mulai berkembang yang dulunya hanya menekankan metode. Sekarang berubah menjadi hubungan antara terapis dan klien. Terapi inilah yang disebut sebagai terapi berpusat pada klien atau Client Centered Therapy. Pada tahun 1957 ia mendapatkan posisi tinggi di University Wisconsin. Namun karena ketidakcocokan antara anggota tim yang berlaku tidak etis. Akhirnya Roger keluar. Kemudian ia pindah ke California dan bergabung dengan Western Behavioural Sciences Institute (WBSI). Tapi tidak lama kemudian ia mengundurkan diri dan mendirikan Centre for Studies of the Person. Ia mengembangkan metodenya berpusat pada pribadi dalam bidang pendidikan dan politik internasional. Rogers meninggal pada tanggal 4 Februari 1987.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Klein, Ibu Dari Teori Objek.

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment