Keprihatinan Sosial dalam Perspektif Psikologi Sosial dan Kesehatan Mental

Keprihatinan sosial dalam perspektif psikologi sosial dan kesehatanmental. Terndapat dampak negatif jika diekspresikan dengan salah.

Kerpibadian, Sosial3733 Views

Logos Indonesia Keprihatinan sosial merupakan kesadaran dan perhatian kita terhadap kondisi sosial di sekitar kita yang membutuhkan bantuan, dukungan, dan perubahan. Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa contoh keprihatinan sosial yang dapat kita tunjukkan, antara lain:

  • Mengunjungi dan memberikan dukungan moral pada teman, saudara, atau tetangga yang sedang mengalami kesulitan atau masalah. Misalnya, membantu orang yang kehilangan pekerjaannya, atau mengunjungi teman yang sedang sakit.
  • Menyumbangkan sebagian waktu atau sumber daya yang dimiliki untuk kegiatan sosial. Misalnya, mengikuti program penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam, atau terlibat dalam program pembuatan rumah untuk orang-orang yang tidak mampu.
  • Memberikan bantuan langsung kepada orang yang membutuhkan. Misalnya, memberikan makanan atau pakaian kepada orang yang tidak memiliki tempat tinggal atau miskin, atau memberikan donasi untuk yayasan yang peduli dengan anak-anak terlantar.
  • Mengajak orang lain untuk peduli dan membantu sesama. Misalnya, mengajak keluarga atau teman untuk bergabung dalam kegiatan sosial yang kita ikuti, atau mengajarkan anak-anak tentang pentingnya berbagi dengan sesama.
  • Memperjuangkan hak-hak sosial dan keadilan. Misalnya, mengikuti aksi sosial dan demonstrasi untuk memperjuangkan hak-hak buruh atau hak-hak minoritas yang kurang terwakili.

Dengan melakukan beberapa contoh keprihatinan sosial di atas, kita dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan berkeadilan.

Apa Itu Keprihatinan Sosial?

Keprihatinan sosial adalah kesadaran dan perhatian kita terhadap kondisi sosial yang membutuhkan bantuan, dukungan, dan perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Keprihatinan sosial dapat diartikan sebagai kesediaan untuk peduli, menghargai, dan membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan atau membutuhkan bantuan.

Keprihatinan sosial dapat terkait dengan berbagai masalah sosial, seperti kemiskinan, kelaparan, kesehatan masyarakat, pendidikan, dan hak asasi manusia. Hal ini mencakup kesadaran kita terhadap masalah sosial, keinginan untuk melakukan tindakan untuk membantu, serta kepedulian dan empati terhadap orang-orang yang terkena dampak masalah sosial tersebut.

Baca Artikel Kami Lainnya: Terapi Psikologis: Analisis Mimpi Menurut Carl Jung.

Keprihatinan sosial juga mencakup upaya untuk memperjuangkan hak-hak sosial dan keadilan, serta mendorong perubahan sosial yang lebih baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, keprihatinan sosial merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk masyarakat yang peduli dan berkeadilan.

Dampak Positif Dan Negatif Dari Keprihatinan Sosial

Keprihatinan sosial dapat memiliki dampak positif dan negatif tergantung pada cara kita mengekspresikan dan mengatasi perasaan keprihatinan sosial tersebut. Dampak positif dari keprihatinan sosial antara lain:

  • Membantu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Keprihatinan sosial dapat mendorong kita untuk melakukan tindakan yang konstruktif dan membantu orang-orang yang membutuhkan.
  • Meningkatkan kepedulian dan empati terhadap orang lain. Dengan mengalami rasa keprihatinan sosial, kita dapat lebih memahami situasi dan kondisi orang lain serta mengembangkan empati dan kepedulian terhadap sesama.
  • Memperkuat hubungan sosial. Keprihatinan sosial dapat menjadi pemicu bagi kita untuk terlibat dalam kegiatan sosial atau kemanusiaan yang dapat memperkuat hubungan sosial dengan orang lain.

Namun, dampak negatif dari keprihatinan sosial juga perlu diperhatikan, yaitu:

  • Mengalami stres dan kecemasan. Keprihatinan sosial yang berlebihan dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang berdampak negatif pada kesehatan mental kita.
  • Kehilangan fokus dan energi. Terlalu fokus pada masalah sosial dapat mengalihkan fokus dan energi dari tugas atau kegiatan yang lebih produktif atau prioritas.
  • Merasa putus asa dan tidak berdaya. Terlalu banyak terpapar dengan masalah sosial dapat membuat seseorang merasa putus asa dan tidak berdaya untuk melakukan tindakan yang konstruktif.

Baca Artikel Kami Lainnya: Kenali Perbedaan Gangguan Kepribadian Antisosial Dan Psikopat.

Jadi, untuk menghindari dampak negatif dari keprihatinan sosial, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan antara kepedulian sosial dengan kesejahteraan pribadi dan melakukan tindakan yang konstruktif dan terukur untuk membantu orang lain.

Lalu Bagaimana Jika Rasa Keprihatinan Sosial Kita Terlalu Berlebihan?

Jika rasa keprihatinan sosial kita terlalu berlebihan, hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan kesejahteraan kita sendiri. Beberapa tanda bahwa rasa keprihatinan sosial kita terlalu berlebihan antara lain:

  • Merasa sangat sedih atau terganggu oleh masalah sosial yang tidak bisa kita atasi sendiri.
  • Mengabaikan kebutuhan pribadi dan menghabiskan waktu terlalu banyak untuk membantu orang lain.
  • Merasa terus-menerus cemas dan khawatir tentang masalah sosial yang ada di sekitar kita.
  • Mengalami kelelahan fisik dan mental karena terlalu banyak melakukan aktivitas sosial.

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Keprihatinan Sosial Yang Berlebihan?

Jika kita mengalami tanda-tanda tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa keprihatinan sosial yang berlebihan, antara lain:

  • Mengatur waktu dan energi dengan baik. Tetapkan waktu yang tepat untuk membantu orang lain dan jangan sampai mengabaikan kebutuhan pribadi.
  • Fokus pada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk membantu, dan jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita atasi sendiri.
  • Cari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional jika merasa kesulitan mengatasi rasa keprihatinan sosial yang berlebihan.
  • Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Ingat bahwa setiap orang memiliki batas kemampuan dan keterbatasan.
  • Jangan lupa untuk merawat diri sendiri dan melakukan aktivitas yang membuat kita bahagia dan rileks.

Dengan mengenali tanda-tanda dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi rasa keprihatinan sosial yang berlebihan, kita dapat terus membantu sesama dengan cara yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Memulai Hidup Baru: Membangun Dukungan Sosial Setelah Keluar dari Keluarga Toxic.

Artikel oleh: Logos Indonesia.