Mengapa Tes Kraepelin Sering Digunakan Saat Proses Rekrutmen Perusahaan Perbankan?

Tes kreaplein atau yang biasa dikenal dengan istilah tes koran merupakan psikotes yang bertujuan untuk mengetahui ketepatan dan ketelitian seseorang. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Kerpibadian, PIO241 Views

Logos Indonesia – Tes Kraepelin merupakan salah satu tes psikologi yang mampu mengungkap kepribadian seseorang. Tes ini menjadi sangat familiar untuk industri perbankan karena dianggap cukup baik untuk menilai kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja. Poin-poin tersebut sangat dibutuhkan di industri perbankan.

Tes kraepelin juga dikenal dengan istilah tes korang karena tes ini berupa kertas besar dengan deretan angka yang cukup banyak.

Tes Kraepelin dikembangakan oleh seorang psikiater asal Jerman yang bernama Emil Wilhelm Georg Magnus Kraepelin pada abad ke-19. Awalnya tes kraepelin diciptakan untuk mendiagnosis kemungkinan gangguan otak seperti alzheimer dan demensia.

Pada tahun 1938, Prof. Dr. Richard Pauli, Dr. Wilhelm Arnold, dan Prof. Dr. Vanmethod melakukan pembaharuan terhadap tes kraepelin dengan tujuan agar tes ini dapat digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang.

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia merupakan instansi yang memodifikasi tes kraepelin agar dapat digunakan di Indonesia.

Tes kraepelin bisa disajikan dalam bentuk individual maupun klasikal. Tes ini merupakan tipe battery test, dimana terdapat waktu dalam pengerjaannya. Tes kraepelin ditujukan untuk identifikasi kepribadian pada dewasa.

Aspek yang Diukur Tes Kraepelin

Aspek yang Diukur Tes Kraepelin
Aspek yang Diukur Tes Kraepelin

Terdapat beberapa aspek yang diukur dalam tes kraepelin, yaitu:

Tingkat konsentrasi

Dalam mengerjakan tes kraepelin, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. Seseorang dengan kemampuan konsentrasi yang kurang akan dapat diketahui dari tes ini. Makanya penting untuk menghadiri sesi psikotes dengan kondisi yang prima.

Kemampuan menghitung

Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa industri perbankan cukup sering menggunakan tes ini dalam sesi psikotesnya. Tes kraepelin dikerjakan dengan menjumlahkan setiap angka yang ada, dengan demikian kemampuan menghitung sederhana akan dapat diketahui dari tes ini.

Mengukur kecepatan kerja

Tingkat kecepatan kerja akan dengan mudah diukur dalam tes ini. Jumlah angka yang cukup banyak dengan batas waktu yang telah ditentukan mampu mengungkap kecepatan kerja.

Mengukur ketelitian

Tidak hanya kecepatan, namun juga ketelitian dalam bekerja dapat diungkapkan dalam tes ini. Perhitungan sederhana dalam tes ini seharusnya tidak akan susah, namun jika kurang teliti maka akan mempengaruhi hasil tes.

Mengukur stabilitas kerja

Tes kraepelin juga mampu mengukur kemampuan seseorang dalam mengendalikan dan meredam emosi saat terdapat tekanan di tempat kerja.

Mengukur koordinasi sensori motorik dan visual

Keseimbangan visual dan sensori motorik dalam tes ini juga dapat diukur. Mata akan melihat banyak angka dan diterjemahkan ke dalam jawaban yang dituliskan oleh tangan.

Mengukur ketahan kerja

Adanya tekanan dalam mengerjakan tes ini menjadikan ketahanan kerja cukup mudah untuk diprediksi.

Mengukur motivasi kerja

Motivasi kerja juga dapat diukur dari tes ini melihat kemauan untuk menyelesaikan tes.

Penyesuaian diri

Kecepatan adaptasi seseorang pada pekerjaan-pekerjaan baru juga dapat ditunjukan dari tes ini.

Tes kraepelin yang diadaptasi di Indonesia oleh UI dan UGM umumnya tersedia untuk mengukur kecepatan kerja (panker), ketelitian kerja (tianker), keajegan kerja (janker) dan ketahanan kerja (hanker). Namun, aspek-aspek lainnya di atas juga tetap bisa diukur berdasarkan grafik dari tes kraepelin.

Aspek-aspek seperti kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja ini cukup menjadi poin penting dalam industri perbankan. Hal inilah yang menjadikan tes kraepelin cukup populer dalam psikotes industri-industri perbankan.

Baca Artikel Kami Lainnya : Apa Saja Proses Rekrutmen Karyawan?

Kelebihan Tes Kraepelin

Kelebihan Tes Kraepelin
Kelebihan Tes Kraepelin

Terdapat banyak kelebihan dalam tes kraepelin. Hal inilah yang membuat tes kraepelin menjadi cukup populer di masyarakat. Berikut kelebihan dari tes kraepelin.

Instruksi tes yang mudah

Instruksi dalam pengerjaan tes kraepelin cukup mudah sehingga bisa lebih mudah juga untuk dipahami oleh testee (orang yang mengerjakan tes).

Penggunaan tes yang praktis

Cukup banyak aspek yang diungkap dalam tes ini, khususnya untuk kepentingan rekrutmen karyawan. Selain itu, tes ini juga dianggap dapat memenuhi kepentingan untuk jangka panjang. Hal inilah yang membuat tes kerapelin masih sangat sering digunakan walaupun tes ini sudah cukup lama.

Mampu memprediksi gangguan mental

Selain digunakan dalam lingkup organisasi. Tes ini juga bisa digunakan dalam lingkup klinis. Menurut Kraepelin, salah satu indikasi skizofrenia adalah menurunnya kemampuan kognitif. Tes ini memang awalnya dibuat untuk memprediksi adanya gangguan mental. Dengan demikian, sektor penggunaan tes ini menjadi lebih luas.

Kekurangan Tes Kraepelin

Kekurangan Tes Kreapelin
Kekurangan Tes Kreapelin

Setiap tes psikologi tentunya memiliki kekurangan, yang tentunya kekurangan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan tes ini. Berikut kekurangan tes kraepelin:

Kondisi fisik mempengaruhi hasil tes

Kondisi fisik yang kurang prima akan menurunkan konsentrasi. Dalam pengerjaan tes kraepelin dibutuhkan konsentrasi yang baik. Dengan demikian, kondisi fisik yang kurang fit akan menurunkan hasil tes.

Dibutuhkan kemampuan berhitung

Karena dalam pengerjaan tes ini memang melakukan penjumlahan dari beberapa angka, maka kemampuan berhitung menjadi sangat penting dalam pengerjaan tes ini. Bila testee memiliki pendidikan yang kurang dan jarang melakukan perhitungan, hasil tes ini akan menjadi tidak sesuai.

Tes kraepelin merupakan psikotes yang cukup populer, khususnya untuk kepentingan rekrutmen karyawan. Aspek yang diungkap dalam tes ini menjadi alasan mengapa tes kraepelin cukup sering digunakan di industri perbankan.

Jika Anda ingin mengikuti tes kraepelin, tidak ada salahnya untuk mengunjung biro psikologi terdekat dan melangsungkan psikotes. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca Artikel Kami Lainnya : Tips Sukses Mengikuti Wawancara Kelompok