Mengaplikasikan Teori Segitiga Maslow Untuk Memahami Karyawan

Teori Segitiga Maslow atau Hierarki Kebutuhan Maslow merupakan teori mengenai kebutuhan manusia yang menjadi motivasi. Teori ini dapat diaplikasikan kepada karyawan untuk lebih memahami apa yang menjadi motivasi kerja karyawan.

Kerpibadian, PIO328 Views

Logos Indonesia – Hierarki Kebutuhan Maslow merupakan teori mengenai tingkatan kebutuhan manusia yang menjadi motivasi. Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow yang merupakan seorang teoritikus di bidang psikologi kepribadian.

Teori hierarki kebutuhan maslow ini juga biasa dikenal dengan istilah Segitiga Maslow, dikatakan demikian karena hierarki kebutuhan ini digambarkan dengan sebuah tingkatan dalam segitiga. Mulai dari yang terendah hingga ke tingkatan tertinggi.

Dalam teori ini, Maslow beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia harus dipenuhi dari tingkat terendah terlebih dahulu baru bisa naik ke tingkatan di atasnya. Terdapat lima tingkatan dalam Segitiga Maslow, yaitu kebutuhan fisiologis (Physiological needs), rasa aman (Safety needs), rasa kasih sayang (love and belongingness needs), penghargaan (Esteem needs), hingga aktualisasi diri (self actualization needs).

Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan dasar manusia dalam teori ini. Seseorang dapat naik level ke rasa aman jika kebutuhan fisiologisnya sudah terpenuhi dengan baik. Begitu juga selanjutnya, seseorang bisa naik ke kebutuhan rasa kasih sayang jika kebutuhan fisiologis dan rasa amannya sudah terpenuhi dengan baik. Semuanya akan terus berlanjut hingga ke kebutuhan akan aktualisasi diri.

Jika Anda adalah seorang pemimpin perusahaan, HRD, ataupun leader tim dari perusahaan tempat Anda bekerja, sudah sepantasnya Anda memahami kebutuhan karyawan Anda. Karyawan adalah manusia yang mendapatkan dorongan dari motivasi. Motivasi ini bisa Anda bangun dengan mengidentifikasi kebutuhan karyawan berdasarkan Segitiga Maslow.

Berikut tingkatan dalam Hierarki Kebutuhan Maslow atau Segitiga Maslow dari yang paling dasar:

Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Kebutuhan fisiologis atau physiological needs merupakan kebutuhan paling dasar dalam Segitiga Maslow. Kebutuhan fisiologis ini berhubungan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup secara fisik. Sebagai leader, memastikan karyawan terpenuhi kebutuhan fisiologisnya adalah hal yang sepantasnya.

Kebutuhan fisiologis disini seperti makan, minum, tempat tinggal, dan pakaian. Semua kebutuhan tersebut diberikan dalam bentuk upah dari hasil kerja karyawan. Kita memang tidak bisa mengetahui secara pasti berapa nominal yang dibutuhkan. Namun dengan memberikan upah sesuai dengan kinerja kerja Karyawan, maka sudah bisa menjadi salah satu alasan untuk menjadi motivasi kerja karyawan.

Kebutuhan Rasa Aman (Safety Needs)

Kebutuhan akan rasa aman atau safety needs merupakan tingkatan kedua dalam Segitiga Maslow. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seseorang bisa memenuhi kebutuhan akan rasa amannya apabila orang tersebut sudah terpenuhi kebutuhan fisiologisnya dengan baik.

Sebagai seorang leader, kebutuhan rasa aman ini bisa diciptakan dengan menyediakan lingkungan kerja yang jauh dari bahaya. Perusahaan juga bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan untuk melindungi karyawan jika sewaktu-waktu terserang penyakit. Menunjang kesejahteraan karyawan dengan JKN atau BPJS Ketenagakerjaan juga bisa menjadi media untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman karyawan.

Sekilas memang keuntungan hanya berpihak kepada karyawan. Namun jika diperhatikan secara seksama, pemenuhan akan rasa aman ini akan membuat karyawan lebih fokus dengan pekerjaan. Hasilnya, efektivitas dan efisiensi kinerja kerja karyawan menjadi lebih baik.

Baca Artikel Kami Lainnya : Kenali Faktor Kepuasan Kerja Agar Kinerja Karyawan Meningkat

Kebutuhan Kasih Sayang (Love and Belongingness Needs)

Kebutuhan Kasih Sayang
Kebutuhan Kasih Sayang

Kebutuhan kasih sayang atau love and belongingness needs merupakan tingkatan ketiga dalam Segitiga Maslow. Kebutuhan ini bisa dipenuhi jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman sudah terpenuhi dengan baik. Sebagai seorang leader, pemenuhan rasa kasih sayang ini bisa dihubungkan dengan kebutuhan sosial.

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain untuk menjalani kehidupannya. Disinilah peran leader akan terlihat. Ciptakan hubungan atasan dan bawahan yang menyenangkan. Dibanding memberikan perintah, lebih baik membantu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tentunya hal ini disesuaikan dengan kemampuan karyawan.

Dengan membangun hubungan positif antara atasan dan bawahan, maka dengan sendirinya hubungan antar sesama karyawan lainnya juga akan terbangun positif. Selain menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja, semangat dan loyalitas karyawan juga bisa meningkat.

Kebutuhan Penghargaan (Esteem Needs)

Kebutuhan mendapatkan penghargaan atau esteem needs merupakan tingkatan keempat dalam Segitiga Maslow. Sebagai seorang leader, memberikan penghargaan atas pencapaian karyawan tidak ada salahnya.

Karyawan yang mendapatkan penghargaan akan merasa kerja kerasnya dihargai dan memiliki semangat untuk terus mempertahankan prestasi tersebut. Sedangkan karyawan yang belum mendapatkan penghargaan akan termotivasi untuk bisa mendapatkan penghargaan juga.

Mengadakan program employee of the month juga bisa menjadi opsi untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dengan demikian, perusahaan akan mengalami peningkatan beriringan dengan peningkatan kinerja kerja karyawannya.

Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization Needs)

Umumnya seseorang akan berhenti di tingkatan keempat dalam Segitiga Maslow, yaitu kebutuhan penghargaan. Cukup jarang seseorang yang berhasil hingga ke tingkatan tertinggi, yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs). Aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk membuktikan dan menunjukkan dirinya kepada orang lain.

Kebutuhan aktualisasi diri ini bisa terpenuhi jika keempat kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi dengan baik. Pada tahap ini, karyawan akan mengembangkan potensi yang dimiliki semaksimal mungkin agar dirinya terlihat. Tentunya jika karyawan dapat memenuhi tingkatan ini, akan membawa dampak positif bagi perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, sebagai seorang leader bisa membantu dalam pemberian motivasi. Tidak mesti dengan mengadakan seminar tentang motivasi, namun motivasi yang diberikan secara personal dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri justru akan lebih bermakna bagi karyawan.

Seperti itulah penjelasan mengenai pengaplikasian teori Segitiga Maslow untuk memahami karyawan. Semoga segala materi dalam artikel ini dapat bermanfaat. Namun, jika Anda masih kekusahaan untuk memahami karyawan Anda, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Konsultan HRD. Tujuannya adalah untuk membantu Anda menemukan masalah dan membantu menyelesaikan masalah seputar sumber daya manusia.

Baca Artikel Kami Lainnya : Kurangi Turnover Keryawan Dengan Membangun Komitmen Kerja