Mengenal Generalized Anxiety Disorder dan Dampak Terhadap Pekerjaan

Generalized Anxiety Disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum merupakan kecemasan secara berlebihan terhadap suatu hal yang berlangsung lama. Kecemasan berlebihan ini bisa mengganggu kinerja kerja karyawan.

Klinis, PIO265 Views

Logos Indonesia – Saat bekerja kita akan dihadapkan dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Ada kalanya kita berada di lingkungan positif, namun ada kalanya lingkungan kerja justru menjadi pemicu karyawan mengalami gangguan kecemasan.

Sebagai contoh, berada di lingkungan kantor yang baru akan membuat kita lebih waspada terhadap lingkungan sekitar. Hal ini akan mengakibatkan kecemasan walaupun belum menjadi bagian dari gangguan.

Salah satu gangguan kecemasan dengan taraf yang lebih serius adalah Generalized Anxiety Disorder. Generalized Anxiety Disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum merupakan gangguan kecemasan yang dimana penderitanya mengalami rasa khawatir atau ketegangan kronis berlebihan dan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Walaupun penyebab pasti seseorang mengalami Generalized Anxiety Disorder belum diketahui, namun terdapat beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab Generalized Anxiety Disorder, seperti aktivitas terhadap otak yang mengatur emosi dan perilaku, ketidak seimbangan zat serotonin dan noradrenalin dalam otak, pengalaman traumatis, faktor genetik, dan masih banyak lagi.

Diagnosis Generalized Anxiety Disorder

Diagnosis Generalized Anxiety Disorder
Diagnosis Generalized Anxiety Disorder

Generalized Anxiety Disorder merupakan bagian dari anxiety disorder. Dimana dalam DSM-5, anxiety disorder dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Panic Disorder, Generalized Anxiety Disorder (GAD), Agoraphobia, Social Anxiety Disorder (SAD), Specific Phobia, Separation Anxiety Disorder, dan Selective Mutism.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami Generalized Anxiety Disorder atau tidak tentunya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh psikolog atau psikiater. Namun, dalam DSM-5 sendiri sudah diatur mengenai gejala dari Generalized Anxiety Disorder sebagai berikut:

Kekhawatiran berlebih berlangsung hampir setiap hari dan sepanjang hari, setidaknya selama 6 bulan terakhir. Rasa khawatir berlebih ini bisa didasari dari berbagai hal seperti pekerjaan. Penderita juga merasa kesulitan untuk mengendalikan kekhawatiran tersebut.

Gejala lain seperti kegelisahan, merasa mudah lelah, sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong, iritabilitas, ketegangan otot, dan gangguan tidur juga dialami oleh penderita GAD. Setidaknya pada orang dewasa mengalami 3 dari gejala tersebut, dan pada anak mengalami 1 dari gejala tersebut.

Orang dengan GAD juga mengalami gangguan yang bermakna secara klinis, gangguan pada fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi kehidupan penting lainnya. Gangguan yang dialami juga bukan berasal dari efek dari penyalahgunaan obat atau zat tertentu.

Meskipun terdapat beberapa kriteria yang dipaparkan di atas, belum bisa menjadi patokan untuk kita melakukan self diagnosis. Diperlukan observasi lebih dalam lagi dan dilakukan oleh para ahli seperti psikolog maupun psikiater. Khawatirnya pengetahuan minim yang dimiliki masyarakat awam membuat self diagnosis tersebut sebagai patokan. Dengan demikian, jika kamu merasa mengalami beberapa kriteria di atas, penting untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada psikolog maupun psikiater.

Baca Artikel Kami Lainnya : Tips Bekerja di Bawah Tekanan

Penanganan Generalized Anxiety Disorder

Penanganan Generalized Anxiety Disorder
Penanganan Generalized Anxiety Disorder

Pentingnya mendatangi psikolog maupun psikiater adalah untuk mendapatkan penanganan yang sesuai sedini mungkin. Berikut beberapa penanganan GAD yang menjadi penanganan favorit para ahli:

Cognitive Behavior Therapy (CBT)

CBT dilakukan untuk membantu seseorang untuk mengubah pola pikirnya dan merubah cara pandang seseorang terhadap situasi pemicu kecemasan.

Pengobatan medis

Pengobatan secara medis umumnya dilakukan oleh psikiater, karena psikolog tidak memiliki kehendak untuk menuliskan resep obat. Pengobatan medis ini biasanya dilakukan dengan memberikan resep obat seperti obat antidepresan, obat anti kecemasan, dan lain-lain yang tentunya sudah mendapatkan takaran sesuai dosis yang dibutuhkan.

Psikoterapi

Psikoterapi bisa dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli seperti psikiater, psikolog, atau konselor. Bisa juga mendatangi klinik konsultasi psikologi atau mengikuti konseling online untuk mendapatkan arahan lebih lanjut. Melalui psikoterapi, penderita GAD bisa menceritakan apa yang dirasakan dengan bebas dan mencoba untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada.

Dampak Generalized Anxiety Disorder Terhadap Pekerjaan

Dampak Generalized Anxiety Disorder Terhadap Pekerjaan
Dampak Generalized Anxiety Disorder Terhadap Pekerjaan

Pada kasus kecemasan sebelum memasuki tahap gangguan sudah cukup mempengaruhi kualitas pekerjaan. Kemungkinan seseorang menjadi tidak produktif, melewatkan banyak kesempatan, melewatkan deadline, hingga memiliki hubungan yang buruk dengan rekan kerja dapat menjadi dampak dari kecemasan atau anxiety.

Jonathan Berent yang merupakan seorang terapis dan konsultan kinerja bisnis menyatakan bahwa kekhawatiran berlebih yang tidak segera mendapatkan penanganan akan menurunkan kualitas kerja seseorang yang mengakibatkan orang tersebut menjadi tidak produktif dan kehilangan berbagai kesempatan untuk berkembang.

Berdasarkan pemaparan di atas juga sudah dituliskan mengenai gejala yang ada pada penderita GAD seperti kecemasan yang berlangsung dalam jangka waktu lama sudah jelas akan mempengaruhi kinerja kerja seseorang.

Dengan demikian, sangat penting untuk seseorang mendapatkan penanganan sedini mungkin dalam kasus anxiety ini. Karena, anxiety yang tidak mendapatkan penangan tepat menjadi besar kemungkinannya untuk berkembang menjadi sebuah gangguan.

Gangguan kecemasan ini menyerang mental dan pikiran manusia, sehingga menjadi tidak tampak oleh mata dan sering kali tidak diperhatikan. Padahal, akibat yang ditimbulkan dari mental yang terganggu tidak kalah parah dengan akibat dari penyakit fisik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca Artikel Kami Lainnya : Peran Ilmu Psikologi Dalam Pengelolaan K3