Tips Bekerja di Bawah Tekanan

Bekerja di bawah tekanan bukanlah merupakan kemampuan yang banyak dicari di perusahaan. Walaupun tidak mudah, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut.

PIO, Tips dan Trik279 Views

Logos Indonesia – Pernahkah kamu melihat tulisan “bersedia bekerja di bawah tekanan” pada sebuah brosur info lowongan kerja? Tentu saja hal ini bukanlah hal baru di kalangan masyarakat, mengingat tuntutan dalam setiap pekerjaan memiliki porsinya masing-masing.

Tuntutan kerja yang tinggi dapat mengakibatkan stress hingga kondisi psikologis yang lebih parah. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa tuntutan dalam pekerjaan sudah menjadi bagian dari pekerjaan itu sendiri. Karena hal inilah kemampuan bekerja di bawah tekanan kerap kali menjadi skill yang dibutuhkan perusahaan.

Tekanan yang ada dalam sebuah perusahaan terdapat dua jenis, yaitu tekanan internal dan tekanan eksternal. Tekanan internal merupakan tekanan dari dalam diri sendiri yang memaksakan sikap untuk bekerja keras dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ekspektasi orang lain. Tekanan eksternal merupakan tekanan dari lingkungan sekitar, seperti tuntutan atasan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna dan sesuai target.

Jika kamu sedang bekerja atau berharap bisa bekerja di perusahaan dengan tekanan yang tinggi, tips berikut ini bisa membantu keseharianmu.

Tetap Tenang dalam Menghadapi Situasi

Berusaha untuk tenang di tengah-tengah kondisi yang tidak menyenangkan memang bukanlah hal yang mudah. Namun, sikap ini bisa dilatih seiring dengan berjalannya waktu. Yang perlu menjadi perhatian dalam tips ini adalah bagaimana caranya agar kamu tidak mudah terbakar emosi. Sikap tenang yang kamu tunjukkan ini dapat memberikan kesan profesional terhadap orang-orang yang kamu hadapi.

Melakukan Teknik Meditasi Mindfulness

Meditasi mindfulness merupakan meditasi yang bertujuan untuk melatih seseorang untuk fokus terhadap lingkungan sekitar dan emosi yang dirasakan. Kenyataannya, meditasi mindfulness dapat meningkatkan kemampuan untuk tetap tenang dalam menghadapi tekanan. Tentunya hal ini akan membantu tips awal kita.

Menjaga Pola Tidur

Menjaga Pola Tidur
Menjaga Pola Tidur

Tidur yang kurang akan mengakibatkan emosi yang tidak stabil. Emosi yang tidak stabil ini akan mengganggu kemampuan kita dalam bekerja di bawah tekanan. Dengan demikian, untuk menjaga profesionalitas kita dalam bekerja di bawah tekanan diperlukan pola tidur yang teratur. Selain itu, pola tidur yang teratur juga bisa menambah stamina, meningkatkan fokus, menurunkan stress, dan masih banyak lagi.

Kembali Pada Tujuan Awal Bekerja

Kamu mungkin akan merasa kesal jika mendapatkan tuntutan beragam dari atasan mu. Mulai dari pekerjaan yang harus selesai tepat waktu, mengejar target penjualan, atau tuntutan-tuntutan lain yang membuat mu hampir gila. Untuk menghadapi hal itu, ingatlah tujuan awal mu bekerja.

Jika tujuan mu adalah mencari pengalaman, maka setiap hal yang kamu lakukan dalam bekerja merupakan pengalaman berharga. Dengan fokus kepada tujuan awal, akan membuat kita dapat melihat sisi positif dari tekanan yang diberikan kepada kita. Hal ini akan baik untuk diri sendiri.

Hindari Prokrastinasi

Prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan merupakan kebiasaan yang buruk. Banyaknya tekanan yang kamu dapatkan di tempat kerja bukan berarti membuat mu menghindari tekanan tersebut. Segala tugas dan tanggung jawab tetap harus dikerjakan sebagaimana mestinya. Jika tidak, maka akan menimbulkan permasalahan baru lagi.

Baca Artikel Kami Lainnya : Kenali Penyebab Work Anxiety dan Cara Mengelolahnya

Pandai Memilah Prioritas

Dari berbagai jenis pekerjaan yang dibebankan kepada kita tentunya terdapat pekerjaan-pekerjaan dengan prioritas tinggi. Bisa berdasarkan tingkat urgensinya, bisa juga berdasarkan kerumitan pekerjaan tersebut.

Penting untuk mampu memilah prioritas. Tujuannya adalah agar pekerjaan bisa lebih tertata dan pekerjaan dengan prioritas tinggi dapat terselesaikan sesuai pada waktunya.

Memanfaatkan Kerjasama Tim

Memanfaatkan Kerjasama Tim
Memanfaatkan Kerjasama Tim

Untuk pekerjaan yang dibebankan kepada tim jangan dikerjakan seorang diri. Hal ini akan membuat satu orang merasa terbebani. Kemampuan bekerja dalam tim memang kemampuan yang tidak semua orang miliki. Namun kita perlu diketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang masih membutuhkan bantuan orang lain. Lagi pula, membagi pekerjaan dengan tim akan meringankan beban dari pekerjaan tersebut.

Fokus Terhadap Proses

Fokus terhadap hasil akan membuat kita tidak peduli dengan proses yang ada. Hasilnya akan membuat kita tidak produktif. Padahal dengan memperhatikan tugas dan prosesnya akan membuat kita menemukan langkah konkret untuk menemukan hasil yang lebih efektif. Dengan demikian, dibandingkan fokus terhadap apa yang dihasilkan, lebih baik fokus terhadap tugas dan prosesnya.

Ubah Tekanan Menjadi Tantangan

Umumnya manusia akan kehilangan semangat jika dihadapkan dengan tekanan. Namun lain halnya jika tekanan tersebut dianggap sebagai tantangan. Manusia umumnya ingin menjadi yang terbaik. Dengan menganggap tekanan itu sebagai tantangan akan membuat kita merasa semangat dan penuh energi dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

Untuk mengubah mindset yang satu ini memang tidak mudah, namun bisa dilatih seiring dengan berjalannya waktu. Cobalah untuk menanamkan pemikiran bahwa apa yang menjadi kendala saat ini merupakan upaya untuk pengembangan diri.

Hindari Konflik yang Tidak Penting

Berada dalam sebuah konflik atau ikut campur terhadap konflik rekan kerja akan membuat kita merasa lebih tertekan. Menjaga pikiran agar tetap positif perlu dilakukan. Konflik sendiri dalam membawa kita terhadap hal-hal negatif. Dengan demikian, usahakan untuk tidak terlibat konflik apapun di kantor.

Bekerja di bawah tekanan memang bukanlah skill yang mudah dan diperlukan latihan yang panjang. Meski demikian, tekanan yang terlalu besar di tempat kerja bisa mendatangkan gangguan-gangguan psikologis ringan hingga berat. Jika kamu merasa tidak sanggup dalam menghadapi tekanan di tempat kerja, tidak ada salahnya untuk mengunjungi klinik konsultasi psikologi.

Baca Artikel Kami Lainnya : Peran Ilmu Psikologi Dalam Pengelolaan K3