Bagaimana Melakukan Wawancara Kelompok?

Banyak ragam metode yang bisa recruiter gunakan untuk melakukan proses wawancara. Salah satu metode yang sudah tidak asing lagi adalah metode wawancara kelompok. Simak artikel ini untuk pemahaman lebih dalam

PIO100 Views

Logos Indonesia – Wawancara kelompok merupakan teknik wawancara kerja yang sudah cukup terkenal di masyarakat. Namun karena metode ini sedikit berbeda dari metode wawancara lainnya, masih banyak juga job seekers yang belum mengetahui. Artikel ini akan membahas mengenai wawancara kelompok secara lebih dalam.

Jenis-Jenis Wawancara Kelompok

Terdapat dua jenis wawancara kelompok, yaitu:

Wawancara kandidat

Wawancara kelompok yang satu ini merupakan tipe wawancara yang berisikan beberapa kandidat dan satu recruiter dalam satu waktu yang sama. Umumnya recruiter akan melemparkan sebuah pertanyaan atau kasus dan dijawab oleh calon karyawan secara bergantian. Wawancara jenis ini sangat cocok untuk perusahaan yang melakukan rekrutmen massal karyawan.

Jenis wawancara yang satu ini sering menjadi boomerang untuk setiap kandidat, karena jawaban yang disampaikan bisa menunjukkan kelemahan dan justru dijadikan kelebihan untuk kandidat lain. Sebisa mungkin tiap kandidat harus terlihat menonjol saat proses wawancara berlangsung.

Wawancara panel

Kebalikan dari wawancara kandidat, pada wawancara panel justru terdapat satu orang kandidat yang dihadapkan dengan dua atau lebih perwakilan dari perusahaan. Biasanya perwakilan dari perusahaan tersebut adalah HRD, user, dan rekan yang nantinya akan bekerja dalam satu tim.

Pada jenis wawancara ini kandidat harus paham mengenai posisi yang ingin dilamar, karena potensi tiap kandidat dalam bidang tersebut akan digali secara lebih dalam.

Penilaian Dalam Wawancara Kelompok

Penilaian Dalam Wawancara Kelompok
Penilaian Dalam Wawancara Kelompok

Terdapat beberapa hal yang akan menjadi penilai dalam wawancara kelompok, diantaranya adalah sebagai berikut:

Penampilan kandidat

Tidak bisa dipungkiri, hal pertama yang menjadi fokus seseorang adalah penampilan. Dalam hal ini bukan berarti harus cantik atau ganteng, namun lebih kepada kerapian dan kesesuaian pakaian yang digunakan saat proses interview berlangsung. Penampilan bersih dan rapi merupakan nilai plus bagi tiap kandidat.

Bahasa tubuh

Selain penampilan, bahasa tubuh juga menjadi penilaian yang tidak kalah penting. Bahasa tubuh yang berlebihan, gelisah, tatapan mata yang tidak fokus, dan lain sebagainya akan menjadi nilai minus untuk setiap kandidat.

Baca Artikel Kami Lainnya : Mengenal Lebih Jauh Tentang Teknik Interview BEI

Kemampuan komunikasi

Kemampuan komunikasi dalam wawancara mode apapun memang menjadi salah satu poin penilaian. Namun yang menjadi tantangan pada wawancara kelompok adalah kandidat tidak hanya dihadapi oleh satu interviewer, melainkan kandidat lain juga bisa menjadi trigger tersendiri.

Apabila kandidat memiliki menyampaikan pernyataan dengan baik, ramah, dan penuh percaya diri, bisa menjadi nilai plus untuk kandidat tersebut.

Keaktifan

Khusus untuk wawancara kandidat dimana terdapat beberapa kandidat dalam satu sesi wawancara, keaktifan kandidat menjadi nilai plus. Kandidat yang menonjolkan dirinya dalam sesi wawancara cenderung lebih terlihat dari kandidat lainnya. Aktif dalam hal ini bukan berarti berlebihan dan menjawab pertanyaan dengan asal.

Pertanyaan yang Bisa Diajukan Saat Wawancara Kelompok

Pertanyaan Dalam Wawancara Kelompok
Pertanyaan Dalam Wawancara Kelompok

Pada wawancara kelompok, recruiter bisa mengajukan beberapa pertanyaan atau meminta kandidat untuk menyelesaikan suatu kasus. Contoh pertanyaan yang bisa diajukan dalam wawancara kelompok adalah sebagai berikut:

Ceritakan tentang diri Anda

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan umum yang ada di setiap sesi wawancara. Berikan waktu satu per satu untuk tiap kandidat memperkenalkan diri mereka. Dari pertanyaan ini recruiter bisa mengetahui sejauh mana kandidat mengenal diri mereka masing-masing dan pengalaman apa yang pernah dilakukan oleh tiap kandidat.

Apa motivasi Anda melamar di perusahaan ini?

Motivasi kerja penting untuk performa kerja. Selain itu, dengan mengetahui motivasi tiap kandidat, rekuter akan mengenal kandidat dalam tingkat pribadi. Motivasi yang umum bersama bahasa tubuh yang tidak tenang merupakan indikasi kebohongan.

Apa kelebihan yang Anda miliki?

Tidak jauh berbeda dengan pertanyaan sebelumnya, pertanyaan ini akan membuat recruiter mengenal kepribadian yang dimiliki oleh kandidat. Dari kelebihan yang dimiliki kandidat juga bisa disesuaikan apakah akan membantu posisi yang akan tempati.

Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?

Recruiter bisa melempar pertanyaan ini kepada siapa saja yang ingin menjawab terlebih dahulu. Kandidat yang menjawab pertama dengan jawaban yang tepat merupakan kandidat yang memiliki antusias tinggi terhadap perusahaan dan telah melakukan riset tentang perusahaan.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk menunjang visi dan misi dari perusahaan ini?

Pertanyaan semacam ini bisa dijadikan pertanyaan lemparan. Orang pertama yang menjawab dengan baik merupakan orang yang memahami visi dan misi perusahaan, serta memiliki kemauan untuk berkembang.

Siapa yang pantas menjadi pemimpin dari kelompok ini menurut Anda?

Pertanyaan semacam ini bisa membuat recruiter tahu bagaimana pandangan antar sesama kandidat. Pertanyaan ini cocok untuk wawancara kandidat. Recruiter juga bisa mengajukan pertanyaan seperti “bagaimana pendapat Anda tentang teman di sebelah Anda.”

Kurang lebih seperti itulah pertanyaan-pertanyaan yang bisa recruiter ajukan saat proses wawancara kelompok berlangsung. Masih banyak pertanyaan yang bisa dimodifikasi lagi untuk mengungkap hal-hal yang dibutuhkan perusahaan.

Wawancara merupakan salah satu rangkaian dari proses rekrutmen yang harus dikuasai oleh recruiter. Semoga artikel ini dapat membantu.

Baca Artikel Kami Lainnya : Ingin Sesi Interview Anda Sukses? Gunakan Metode STAR!

Comment