HRD Wajib Tahu : Ini Dia Cara Mendeteksi Calon Karyawan yang Berbohong Saat Proses Interview

Mendeteksi kebohongan calon karyawan saat proses interview tidak perlu menggunakan lie detector. Beberapa tips pada artikel ini dapat membantu Anda.

PIO2011 Views

Logos Indonesia – Proses rekrutmen karyawan umumnya di handle oleh tim HRD. Dalam proses rekrutmen tersebut tidak jarang HRD menemukan berbagai hal yang mengganjal dari calon karyawan. Contohnya pengajuan lamaran kerja yang tidak sopan, psikotes yang dikerjakan dengan bias, hingga kebohongan dalam proses interview. Dengan demikian, HRD sudah sepantasnya dibekali kemampuan untuk mengantisipasi hal tersebut.

Pada artikel ini kami akan membahas mengenai kebohongan calon karyawan dalam proses interview. Topik ini memang tidak asing lagi, mengingat setiap karyawan akan mengusahakan agar dirinya diterima bekerja pada perusahaan yang dituju. Namun sayangnya, beberapa calon karyawan menghalalkan segala cara agar diterima. Salah satunya dengan cara berbohong.

Satu hal yang perlu diketahui oleh setiap calon karyawan bahwa berbohong dalam proses interview sama sekali tidak mendatangkan sisi positif untuk diri sendiri. Bisa jadi Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut, namun karena kebohongan yang diciptakan akan membuat Anda tidak cocok dengan budaya kerja yang ada di perusahaan tersebut. Hasilnya, proses bekerja tidak akan menyenangkan.

Bagi HRD, menemukan kandidat sesuai dengan posisi yang dibutuhkan merupakan suatu tantangan yang tidak mudah. Memang banyak orang yang membutuhkan pekerjaan, namun tidak semua orang cocok pada posisi yang sedang dicari.

Selain itu, perusahaan-perusahaan berkembang yang belum memiliki brand image kuat di masyarakat juga cenderung lebih susah mendapatkan calon karyawan yang berkualitas. Hal ini didasari oleh minat masyarakat yang masih kurang terhadap perusahaan tersebut. Dengan demikian, tidak jarang membuat HRD lalai dalam proses interview dan akhirnya menghire kandidat yang tidak sesuai.

Untuk mengantisipasi meningkatnya turn over karyawan, HRD perlu memperhatikan hal-hal yang mengganjal dari calon karyawan.

Kebohongan Umum Calon Karyawan

Kebohongan Umum Calon Karyawan
Kebohongan Umum Calon Karyawan

Umumnya calon karyawan berbohong didasari dengan perasaan ingin diterima bekerja pada perusahaan yang dituju. Walau cara yang digunakan salah, namun hal ini menjadi pertanda bahwa calon karyawan memiliki minat besar untuk bergabung di perusahaan Anda.

Namun tidak semua orang bisa mentolerir hal ini. Untuk itu Anda perlu mengetahui kebohongan apa yang umum diucapkan calon karyawan saat proses interview.

Pengalaman kerja

Beberapa calon karyawan memalsukan pengalaman kerjanya. Hal ini biasa dilakukan jika perusahaan menerakan kriteria pengalaman pada info lowongan kerja yang di sebar ke masyarakat. Hal ini dilakukan tentu untuk memenuhi kriteria yang diharapkan. Tidak jarang juga karyawan malah tidak menyebutkan pengalaman kerja. Umumnya dilakukan untuk pengalaman yang singkat agar tetap dinilai loyal.

Baca Artikel Kami Lainnya : HRD Wajib Tahu : Manfaat Pygmalion Effect Dalam Manajemen SDM

Alasan resign

Tidak semua orang resign dengan alasan positif dan bisa diterima. Untuk mereka yang resign dengan alasan-alasan negatif seperti dikeluarkan atau dipecat secara tidak sopan cenderung akan memalsukan alasan tersebut. Tujuannya agar calon karyawan tidak mendapatkan penilaian negatif dari HRD.

Jumlah gaji

Ada kalanya HRD menanyakan jumlah gaji di perusahaan sebelumnya. Tujuannya untuk memperkirakan standar gaji yang akan ditawarkan. Namun tidak jarang calon karyawan mengharapkan gaji yang lebih tinggi dari pekerjaan sebelumnya. Hal ini membuat mereka memalsukan jumlah gaji yang pernah diterima.

Kelemahan

Umumnya karyawan akan berusaha sesempurna mungkin agar dapat diterima diperusahaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Hal ini akhirnya membuat karyawan menutupi kelemahannya atau mencari kelemahan lain yang masih bisa diterima oleh HRD.

Cara Mendeteksi Kebohongan Saat Interview

Cara Mendeteksi Kebohongan Saat Interview
Cara Mendeteksi Kebohongan Saat Interview

Untuk menghadapi berbagai kebohongan saat proses interview berlangsung, HRD bisa melakukan beberapa tips berikut:

Mengecek informasi standar

Sebelum interview HRD telah mengantongi berbagai data mengenai calon karyawan berdasarkan daftar riwayat hidup yang telah dikirimkan sebelumnya. Berbekalkan daftar riwayat hidup tersebut, HRD bisa mengecek beberapa informasi standar saat proses interview. Setelah itu, HRD bisa mencocokan dengan daftar riwayat hidup yang telah dikirimkan. Jika terdapat perbedaan maka ada kemungkinan calon karyawan tersebut juga berbohong pada pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Mengecek rentan waktu

Jika calon karyawan menceritakan pengalaman kerja atau pendidikan, Anda bisa mengecek rentan waktu dari pendidikan atau pengalaman kerjanya. Jika karyawan tidak mampu menjelaskan secara baik, bisa jadi hal tersebut merupakan kebohongan.

Mengecek sosial media

Saat ini sosial media bagaikan kehidupan kedua bagi setiap manusia. Sebagai HRD, Anda bisa memanfaatkan perkembangan teknologi ini. Dari sosial media Anda bisa mengetahui karakteristik dari calon karyawan dan bisa Anda sesuaikan dengan hasil interviewnya.

Psikotes

Dari psikotes Anda bisa memastikan minat kerja dari calon karyawan. Jika terdapat perbedaan antara apa yang dikatakan dan hasil psikotes maka terdapat dua kemungkinan, yaitu berbohong saat proses interview, atau bias saat proses psikotes.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kebohongan saat proses interview bisa saja terjadi. Kebohongan yang diutarakan juga beragam, mulai dari pengalaman kerja, alasan resign, jumlah gaji, kelemahan, dan masih banyak lagi. Untuk mendeteksi kebohongan tersebut HRD tidak perlu melakukan lie detector. Mengecek informasi standar, rentan waktu, sosial media, hingga melakukan psikotes bisa menjadi opsi untuk mendeteksi kebohongan dari calon karyawan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca Artikel Kami Lainnya : HRD Wajib Tahu Cara Manajemen Stress Karyawan