Jenis-Jenis Orientasi Seksual yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Orientasi seksual adalah bagian dari dari identitas seseorang. Namun tidak semua jenis orientasi seksual dikenal secara luas oleh masyarakat.

Logos Indonesia – Orientasi seksual adalah bagian dari dari identitas seseorang. Namun tidak semua jenis orientasi seksual dikenal secara luas oleh masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan membahas empat jenis orientasi seksual yang jarang diketahui banyak orang. Di antara nya yaitu orientasi aromatik, androseksual, gineseksual, dan demiseksual.

Orientasi Aromatik

Orientasi aromatik merujuk pada individu yang tidak merasakan ketertarikan secara seksual atau romantis terhadap siapa pun. Termasuk baik pada pria maupun wanita. Mereka cenderung tidak memiliki keinginan untuk menjalin hubungan intim atau memiliki hubungan romantis dengan orang lain. Meskipun demikian, mereka masih dapat memiliki keinginan untuk menjalin persahabatan dan ikatan sosial lainnya. Kita perlu memahami bahwa orientasi aromatik bukanlah pilihan atau kondisi yang perlu diperbaiki. Melainkan bagian dari keberagaman orientasi seksual yang harus dihormati.

Jadi, mungkin saja kamu pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki orientasi aromatik. Contohnya adalah seorang teman yang sangat fokus pada hubungan persahabatan dan mengabaikan aspek romantis atau seksual dalam kehidupan mereka. Mereka menikmati hubungan yang didasarkan pada kebersamaan, kepercayaan, dan dukungan emosional. Tentu saja tanpa merasa tertarik secara seksual atau romantis kepada siapa pun.

Jadi, Seseorang yang mengidentifikasi diri sebagai aromatik memiliki kecenderungan tidak memiliki minat seksual atau romantis terhadap siapa pun. Termasuk pria maupun wanita. Mereka mungkin lebih memprioritaskan hubungan persahabatan. Karena menurut mereka hal itu membuatnya bahagia dan merasa puas secara emosional. Dengan melalui ikatan sosial dengan teman-teman terdekat.

Orientasi Androseksual

Orientasi androseksual mengacu pada ketertarikan seksual atau romantis terhadap maskulinitas. Seseorang yang androseksual cenderung merasa tertarik secara seksual atau romantis hanya pada pria atau maskulinitas yang diwujudkan dalam berbagai cara. Hal ini tidak harus berkaitan dengan identitas gender seseorang. Sehingga seseorang yang berjenis kelamin perempuan dapat mengidentifikasi diri sebagai androseksual. Orientasi ini menunjukkan bahwa orientasi seksual tidak selalu sejalan dengan identitas gender seseorang.

Kita dapat mengilustrasikan orientasi androseksual dengan memberikan contoh seorang perempuan yang merasa tertarik secara seksual terhadap pria yang maskulinitas. Mereka mungkin merasa tertarik pada sikap yang tegas, kekuatan fisik, atau atribut maskulin lainnya. Penting untuk diingat bahwa orientasi seksual seseorang bukanlah cerminan dari identitas gender.

Jadi, seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai androseksual merasa tertarik secara seksual pada maskulinitas. Terlepas dari identitas gender orang yang menarik perhatiannya. Misalnya, dia dapat merasa tertarik secara seksual terhadap pria dan juga perempuan yang menampilkan karakteristik maskulin.

Orientasi Gineseksual

Orientasi gineseksual mengacu pada ketertarikan seksual terhadap feminitas. Individu yang gineseksual cenderung merasa tertarik secara seksual hanya terhadap wanita atau feminitas yang diwujudkan dalam berbagai cara. Sama seperti orientasi androseksual, orientasi gineseksual juga dapat dirasakan oleh individu tanpa memandang jenis kelamin mereka sendiri. Orientasi ini menggambarkan keberagaman dalam preferensi seksual. Dan menunjukkan bahwa ketertarikan seksual bukanlah sesuatu yang universal.

Misalnya, seorang pria yang mengidentifikasi diri sebagai gineseksual merasakan ketertarikan seksual terhadap wanita atau atribut feminin yang terlihat dalam berbagai cara. Mereka cenderung tertarik pada kelembutan, keanggunan, atau karakteristik feminin lainnya yang mereka temui pada diri seseorang. Tanpa memandang jenis kelamin mereka sendiri.

Jadi, seorang wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai gineseksual cenderung merasakan ketertarikan seksual atau romantis hanya terhadap feminitas. Tanpa memandang jenis kelamin pasangan potensialnya. Misalnya, dia merasa tertarik pada wanita dan pria yang menunjukkan ciri-ciri feminitas yang kuat.

Orientasi Demiseksual

Orientasi demiseksual mencerminkan ketertarikan seksual atau romantis yang hanya muncul setelah terjalinnya ikatan emosional yang kuat dengan seseorang. Seseorang yang demiseksual mungkin tidak merasakan ketertarikan seksual atau romantis terhadap orang lain. Kecuali mereka telah mengembangkan ikatan emosional yang mendalam dan kuat terlebih dahulu. Dalam konteks ini, keintiman emosional menjadi faktor penting yang memicu timbulnya ketertarikan seksual atau romantis. Orientasi demiseksual menyoroti pentingnya ikatan emosional dalam pengembangan hubungan intim. Dan menunjukkan keragaman pengalaman manusia dalam hal ini.

Contohnya adalah seseorang yang merasa kurang tertarik secara seksual atau romantis pada orang yang baru dikenalnya. Namun, ketika mereka mengembangkan ikatan emosional yang mendalam dengan seseorang. Maka mereka mulai merasakan ketertarikan seksual atau romantis. Ini bisa terjadi ketika seseorang hanya tertarik secara seksual pada pasangan hidup mereka. Setelah mengenal satu sama lain dalam waktu yang lama. Sehingga membangun hubungan emosional yang kuat.

Baca Artikel Kami Lainnya: Pahami Perbedaan Orientasi Seksual dan Identitas Gender

Jadi, seseorang yang demiseksual tidak merasakan ketertarikan seksual terhadap orang lain, kecuali telah membentuk ikatan emosional yang mendalam. Misalnya, seseorang bisa merasa tertarik hanya setelah mereka mengembangkan hubungan yang erat, saling percaya, dan terhubung secara emosional.

Mempelajari jenis-jenis orientasi seksual yang jarang diketahui banyak orang adalah langkah penting untuk memahami keberagaman manusia dalam hal identitas seksual dan preferensi. Dalam menghargai keberagaman ini, kita harus menghindari prasangka atau stereotip yang mungkin timbul dari ketidaktahuan. Penting bagi kita untuk menghormati dan menerima berbagai jenis orientasi seksual yang ada. Dengan memperluas pengetahuan kita tentang orientasi seksual. Maka kita dapat membangun lingkungan yang lebih berempati dan mendukung bagi semua individu. Tanpa memandang orientasi seksual mereka.

Baca Artikel Kami Lainnya: Siapa Saja Yang Boleh Tau Kondisi Kesehatan Mental Kita?

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment