Mengenal Efek Placebo Dan Penelitian Eksperimen Menggunakan Efek Placebo

Mengenal efek placebo dan penelitian eksperimen menggunakan efek placebo. Keyakinan pada sesuatu hal untuk kesembuhan.

Sosial4810 Views

Logos Indonesia Efek Placebo sangat berkaitan dengan terapi. Dalam sejarahnya, efek placebo digunakan sebagai kelompok penelitian eksperimental. Kelompok dari efek placebo ini digunakan sebagai pembanding dengan kelompok penelitian yang diperlakukan dengan penanganan. Sehingga, kelompok dari efek placebo merupakan pengganti dari kelompok kontrol dalam penelitian eksperimental. Namun ternyata penggunaan kelompok efek placebo memiliki kekurangan dan permasalahan dalam menginterpretasikan hasil penelitian tersebut.

Baca Artikel Kami Lainnya: Yuk Latihan Teknik Grounding. Cara Cepat Mengatasi Rasa Cemas Dan Panik Saat Stres Melanda.

Terlepas dari sejarahnya mengenai posisi dalam eksperimental, saat ini efek placebo sering diterapkan dalam terapi psikologis untuk menunjang terapi secara medis. Efek placebo memiliki manfaat yang menguntungkan si penderita merasa lebih baik dari sebelumnya. Namun jika digunakan dalam kelompok penelitian, para ahli banyak mempertanyakan hasil penelitian tersebut. Sehingga dalam artikel ini kita akan membahas mengenai efek placebo, contoh dalam kehidupan sehari-hari, dan penelitian eksperimental dari kelompok efek placebo.

Apa Itu Efek Placebo?

Pil kosong.
Pil kosong.

Efek placebo terjadi ketika seseorang merasa kondisinya lebih sehat dari sebelumnya karena ada harapan dari sebuah pertolongan (seperti pil kosong disertai harapan palsu mengenai pil kosong tersebut) dan bukan penanganan secara medis. Dengan kata lain, seseorang yang awalnya sakit. Ketika diberikan pil kosong disertai harapan palsu, bahwa seseorang yang meminum pil kosong tersebut akan sembuh. Dan ternyata, orang tersebut kondisinya lebih baik, ada meningkatan kondisi fisik yang lebih baik dari sebelumnya. Maka orang tersebut sedang dipengaruhi oleh efek placebo dalam proses penyembuhan. Orang tersebut tidak mengikuti penanganan secara medis, melainkan secara psikologis.

Namun perlu diingat, seseorang yang dipengaruhi oleh efek placebo, tidak menyadari bahwa pil itu kosong. Keyakinan pada pengobatan tersebut yang membuat dirinya pulih dengan cepat. Efek placebo ini, tidak bisa bertahan lama untuk penyakit yang kronis. Artinya, penanganan secara medis tentu saja diperlukan dan harus dilakukan untuk sembuh. Efek placebo ini hanya sebagai dukungan sosial yang dibalut oleh keyakinan seseorang pada sesuatu. Hal ini yang memicu rasa keyakinan akan hal tersebut dapat terwujud.

Baca Artikel Kami Lainnya: Biografi Abraham Maslow, Teori Orang Yang Mengaktualisasi Diri.

Kadangkala, efek placebo tersirat dalam keyakinan mistis di dalam masyarakat. Kadang juga berupa dukungan sosial yang membangun semangat hidup seseorang. Dan kadang juga berupa benda yang diyakini dapat mengabulkan keinginan.

Apa Saja Contoh Efek Placebo Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengunjungi tempat-tempat suci.

Dalam kehidupan sehari-hari, efek placebo sangat berkaitan erat dengan kesembuhan secara mistis. Sebagai contoh orang yang berziarah ke tempat-tempat suci, meyakini bahwa aktivitas tersebut dapat menyembuhkan dirinya dari penyakit yang ia alami. Keyakinan akan ketenangan hati dari mengunjungi tempat-tempat suci tersebut dianggap sebagai keyakinan untuk sembuh dari penyakit.

Contoh lainnya adalah keyakinan bahwa dengan meminum ramuan tertentu dapat menyembuhkan seseorang dari penyakitnya. Terlepas itu ramuan yang berdasarkan medis ataupun tidak, yang pasti adalah kekuatan keyakinan itu adalah faktor utama dari kesembuhan.

Baca Artikel Kami Lainnya: Kenali Gangguan Panik Yang Mendadak Muncul.

Secara tidak sadar, terkadang kita terpengaruh atas efek placebo yang kita yakini. Keyakinan akan sesuatu yang dapat menyembuhkan, membuat diri kita membuat respon yang positif terhadap hal tersebut. Otak kita akan bekerja dan memberikan Efek secara fisik yang lebih bugar, lebih baik, lebih sehat sebagai tanda berhasilnya efek placebo.

Efek placebo sering terjadi pada penanganan yang ditemukan baru. Hal ini karena tingkat antusias seseorang dalam melakukan penanganan baru tersebut cukup tinggi dibandingkan penanganan yang lama. Melalui rasa antusias itu, seseorang lebih termotivasi untuk menjadi sehat.

Karena itu, efek placebo dapat digunakan pada seseorang yang menyerah pada penyakit kronisnya untuk meningkatkan semangat hidupnya melalui dukungan sosial. Walaupun efek placebo memiliki efek yang cukup besar terhadap kesembuhan seseorang. Namun penanganan secara medis juga penting dilakukan untuk kesembuhan itu. Efek placebo dan penanganan medis haruslah dilakukan secara bersamaan untuk menghasilkan kesembuhan yang maksimal.

Penelitian Eksperimen Menggunakan Efek Placebo

Eksperimen efek placebo.

Dalam penelitian eksperimen, pada awalnya banyak sekali para ahli yang menggunakan kelompok kontrol placebo. Kelompok penelitian tersebut diberikan penanganan yang palsu, namun disertai dukungan sosial yang cukup intens. Ketika dibandingkan antara kelompok kontrol placedo, kelompok yang diberikan penanganan medis, dan kelompok kontrol (tanpa diberikan penangan apapun).

Hasilnya adalah kelompok kontrol placedo lebih baik kondisinya dari pada kelompok kontrol. Namun, dampak yang diberikan tidak sebesar kelompok penanganan medis. Tentu saja kelompok penanganan medis memiliki dampak kesembuhan yang lebih besar dari pada kelompok kontrol placebo. Hal ini karena, kelompok penanganan medis memiliki khasiat yang benar-benar nyata. Sedangkan kelompok kontrol placebo memanipulasi otak untuk menunjukkan gejala fisik yang lebih baik.

Davison, G.C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Artikel oleh: Logos Indonesia.