Mengenal 4 Jenis Luka Pada Inner Child Dan Contohnya

Mengenal empat jenis luka pada inner child dan contohnya. Neglect wound, trust wound, guilt wound, dan abandonment wound.

Kerpibadian231 Views

Logos Indonesia Banyak sekali orangnya memiliki inner child yang terluka di masa kanak-kanak. Namun secara tidak sadar, Ia terus mengabaikan inner child yang terluka itu lebih dalam lagi. Pengalaman yang menyakitkan di masa kanak-kanak memicu suatu kepribadian yang menetap hingga dewasa.

Baca Artikel Kami Lainnya: Yuk Latihan Teknik Grounding. Cara Cepat Mengatasi Rasa Cemas Dan Panik Saat Stres Melanda.

Seperti namanya, inner child merupakan kepribadian anak-anak yang menetap hingga dewasa yang diakibatkan oleh pengalaman di masa kanak-kanak. Membuktikan bahwa setiap orang memiliki kepribadian yang seperti anak-anak yang menetap hingga dewasa. Layaknya seperti anak-anak pada umumnya.

Terdapat Sisi orang dewasa yang memiliki kepribadian seperti anak-anak. Namun karena kepribadian itu tidak sesuai dengan orang dewasa. Maka, orang tersebut cenderung memiliki permasalahan dengan orang lain terkait kepribadiannya itu.

Contoh Seseorang Yang Memiliki Luka Pada Inner Child

Biasanya kepribadian itu sebagai bentuk pelampiasan dari pengalaman yang menyakitkan di masa kanak-kanak itu. Suatu kepribadian yang terbentuk dari masa kanak-kanak itu bisa berupa emosi yang tidak stabil, ketakutan untuk ditinggal pergi, perasaan yang terabaikan dan bentuk lain dari kepribadian yang negatif lainnya.

Sebagai contoh, seseorang yang sering melihat orang tuanya bertengkar saat kecil. Lebih sering terpapar oleh emosi negatif dari pada emosi positif dari orang tuanya. Maka orang tersebut lebih mengembangkan emosi negatif dalam pribadiannya hingga dewasa. Orang tersebut terkenal dengan amarahnya yang meluap-luap tidak terkontrol dan sensitif terhadap orang lain. Orang tersebut cenderung sulit untuk berhubungan dengan orang lain.

Baca Artikel Kami Lainnya: Ini Alasan Kamu Masih Merasa Lesuh Walaupun Sudah Istirahat.

Namun kepribadian yang menetap menjadi dewasa ini, bisa juga berupa kepribadian yang berkebalikan dari pengalaman yang ia rasakan. Suatu kepribadian yang melengkapi dari pengalaman di masa kanak-kanaknya.

Sebagai contoh, seseorang yang diabaikan oleh orang tuanya sejak kecil. Dirinya tidak diperhatikan dan kurangnya kasih sayang orang tua. Maka kepribadian yang terbentuk hingga dewasa adalah kebutuhan kasih sayang dan perhatian dari orang lain. Dirinya berusaha untuk menyenangkan orang lain dan berusaha menjadi pusat perhatian dari orang lain. Kebutuhan ini merupakan hal yang tidak bisa ia capai ketika masih kanak-kanak.

Jenis-Jenis Luka Pada Inner Child 

kesehatan mental anak
Photo by Shutterstock

Terdapat empat jenis luka pada inner Child berdasarkan penyebabnya, yaitu neglect wound (perasaan diabaikan), trust wound (dikhianati kepercayaannya), guilt wound (merasa bersalah), dan abandonment wound (perasaan ditinggalkan).

Neglect Wound (Diabaikan)

Penyebab luka pada inner Child yang pertama adalah akibat diabaikan oleh orang lain khususnya orang tua. Pada masa kanak-kanak, dirinya diabaikan oleh orang tuanya. Perasaan terabaikan ini kemudian terus bertahan hingga dewasa. Akibat dari pengalaman masa kanak-kanak yang menyakitkan itu, dirinya cenderung memiliki harga diri yang rendah, mudah marah atau menekan emosinya sendiri. Atau dirinya takut diabaikan oleh orang lain. Sehingga berusaha untuk dirinya terlihat oleh orang lain melalui berbagai cara.

Trust Wound (Dikhianati Kepercayaannya) 

Penyebab kedua ketika inner Child terluka adalah merasa kepercayaannya dikhianati oleh orang yang paling dipercaya. Pada masa kanak-kanak, dirinya merasa dikhianati oleh orang tuanya. Seperti orang tua yang memberi janji untuk mengabulkan permintaanmu, namun tidak pernah dikabulkan. Pada saat itu juga, orang tuanya selalu mengatakan menyayangi dirinya. Akibat dari pengalaman di masa kanak-kanak itu, mungkin dirinya akan mengembangkan kepribadian yang tidak percaya pada orang lain, atau takut disakiti orang lain. Menganggap orang lain itu semuanya jahat kepada dirinya.

Guilt Wound (Merasa Bersalah)

Penyebab selanjutnya inner Child terluka adalah merasa bersalah pada seseorang yang kamu sayangi. Pada masa kanak-kanak, orang tua menjadi orang yang paling kamu sayangi. Namun ketika mereka menyalahkan dirimu secara berlebihan atas tindakan yang telah kamu lakukan di masa kecil. Kamu mengembangkan rasa bersalah hingga dewasa. Sehingga membentuk kepribadian yang mudah merasa bersalah pada orang lain, bahkan dengan tindakanmu yang tidak berkaitan dengan kejadian itu. Karena itu kamu lebih banyak berkata “maaf” pada orang lain. Selain itu, mungkin saja kamu menganggap dirimu dulu dari orang lain melalui rasa bersalah itu.

Abandonment Wound (Merasa Ditinggalkan)

Penyebab terakhir dari inner Child yang terluka adalah merasa ditinggalkan oleh orang yang kamu sayangi. Pada masa kanak-kanak, kamu sudah ditinggal oleh orang tuamu. Baik itu akibat dari perpisahan karena kematian ataupun ditinggalkan sendirian di tepi jalan. Akibatnya perasaan merasa ditinggalkan oleh orang yang tersayang terus menetap hingga dewasa. Dirinya mungkin takut sendirian, takut ditinggalkan orang yang tersayang, dan ketergantungan pada orang lain. Sikap ini merupakan kebutuhan yang tidak bisa ia raih ketika masa kanak-kanak. Dirinya mencoba berbagai macam hal agar orang lain mau bersamanya.

Baca Artikel Kami Lainnya: 7 Cara Menjadi Produktif Di Hari Libur.

Artikel oleh: Logos Indonesia.