Apa Saja Faktor-Faktor Forgiveness

Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi forgiveness, yaitu faktor sosial kognitif, faktor hubungan, dan faktor kepribadian.

Sosial2523 Views

Logos Indonesia –Memaafkan, atau yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai “forgiveness,” merupakan salah satu aspek penting dalam hubungan antar manusia. Ketika seseorang merasakan sakit hati atau pengkhianatan. Maka kemampuan untuk memaafkan dapat memainkan peran penting dalam ketenangan emosional kita. Hal ini membangun kembali hubungan yang rusak. Namun, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk memaafkan? Menurut penelitian yang dilakukan oleh McCullough, dkk pada tahun 1997, ada 4 faktor utama yang mempengaruhi proses memaafkan, yaitu faktor sosial kognitif, faktor terkait pelanggaran, faktor hubungan, dan faktor kepribadian.

Social Cognitive Determinant. Faktor Sosial Kognitif

Faktor sosial kognitif menyoroti bagaimana persepsi individu terhadap memaafkan dapat mempengaruhi keputusan mereka dalam memaafkan. McCullough, dkk menekankan pentingnya empat elemen dalam faktor ini yaitu pertimbangan moral, empati, kontrol diri, dan konstruksi sosial.

Pertimbangan moral melibatkan penilaian individu terhadap, apakah memaafkan merupakan tindakan yang benar atau salah. Kita dapat bertanya pada diri sendiri, “Apakah tindakan memaafkan ini sesuai dengan nilai-nilai moral saya?”

Empati berperan dalam memahami perspektif orang lain. Sehingga kita merasakan apa yang mereka rasakan. Dengan merasakan emosi dan perspektif orang yang melakukan kejahatan kepada kita. Maka kita dapat lebih memahami alasan di balik tindakan mereka.

Kontrol diri berhubungan dengan kemampuan kita untuk mengendalikan emosi negatif. Seperti amarah dan dendam, yang dapat menghalangi proses memaafkan. Dalam menghadapi kesalahan orang lain, kita perlu memiliki kemampuan untuk mengelola emosi dengan bijak.

Konstruksi sosial berkaitan dengan bagaimana norma dan nilai-nilai sosial dalam lingkungan kita mempengaruhi pandangan kita tentang memaafkan. Apakah kita hidup dalam budaya yang mementingkan memaafkan? Bagaimana pandangan masyarakat sekitar tentang memaafkan?

Offense Related Determinant. Dampak Tindakan yang Menyakitkan

Faktor terkait pelanggaran menyoroti karakteristik dari tindakan yang menyakitkan yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan untuk memaafkan. Beberapa aspek penting dalam faktor ini adalah keparahan pelanggaran, penyingkiran ancaman, dan pengungkapan penyesalan.

Keparahan pelanggaran merujuk pada tingkat kejahatan atau kerusakan yang dilakukan oleh pelaku. Semakin parah pelanggaran yang dilakukan. Maka semakin sulit bagi kita untuk memaafkan. Namun, penting untuk diingat bahwa keparahan pelanggaran dapat dilihat secara relatif. Jadi tergantung pada pengalaman individu.

Penyingkiran ancaman berkaitan dengan kemampuan pelaku untuk menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh pelanggaran. Jika pelaku mampu mengatasi konsekuensi negatif yang ditimbulkan oleh tindakan mereka. Maka kita mungkin merasa lebih mampu memaafkan.

Pengungkapan penyesalan melibatkan upaya pelaku untuk meminta maaf dan menunjukkan penyesalan mereka atas tindakan yang telah dilakukan. Jika pelaku menunjukkan kesungguhan dan keinginan untuk memperbaiki kesalahannya. Maka kita mungkin lebih cenderung memaafkan mereka.

Relational Determinant. Kualitas dan Kedekatan Hubungan

Faktor hubungan menyoroti pentingnya konteks hubungan antara orang yang melakukan pelanggaran dan yang terluka dalam proses memaafkan. Ada tiga aspek utama yang perlu dipertimbangkan, yaitu kepentingan hubungan, kepercayaan, dan komitmen.

Kepentingan hubungan merujuk pada nilai pentingnya hubungan yang terjalin antara individu yang terlibat. Semakin penting hubungan tersebut bagi kita. Semakin mungkin kita akan berusaha memperbaiki dan memaafkan.

Kepercayaan adalah fondasi penting dalam setiap hubungan. Jika kepercayaan kita telah rusak oleh pelanggaran. Maka memaafkan dapat menjadi lebih sulit. Namun, kepercayaan dapat diperbaiki dan dibangun kembali melalui upaya yang sadar dari kedua belah pihak.

Komitmen mencerminkan keterikatan dan kesediaan individu untuk menjalin kembali hubungan yang ada. Ketika komitmen kuat ada di antara dua orang, mereka mungkin lebih mampu untuk mencari cara untuk melampaui pelanggaran dan memperbaiki hubungan mereka.

Personality Determinant. Perbedaan Individu

Faktor kepribadian menyoroti bagaimana perbedaan individual dalam kepribadian dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk memaafkan. Ada dua aspek utama dalam faktor ini yaitu kecenderungan untuk memaafkan dan orientasi penerimaan.

Kecenderungan untuk memaafkan mencerminkan kecenderungan bawaan seseorang untuk secara alami lebih cenderung memaafkan. Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan alami yang lebih tinggi untuk memaafkan. Sementara yang lain mungkin lebih cenderung mempertahankan amarah dan dendam.

Kecenderungan penerimaan ini menyoroti sejauh mana seseorang terbuka terhadap pengalaman baru. Seseorang berusaha untuk memahami perspektif orang lain. Dengan kecenderungan penerimaan yang tinggi ini, kamu lebih mampu melihat kesalahan dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga lebih mudah untuk memaafkan.

Menjadi Lebih Bijak dalam Memahami “Forgiveness”

Penting untuk diingat bahwa memaafkan bukanlah tindakan yang mudah. Ia melibatkan kerja keras, refleksi, dan kemauan untuk melepaskan dendam dan memperbaiki hubungan yang rusak. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi memaafkan, kita dapat menjadi lebih sadar akan kompleksitasnya dan mengembangkan kemampuan untuk memaafkan dengan lebih baik.

Memaafkan bukanlah tindakan yang hanya menguntungkan orang yang melakukan pelanggaran, tetapi juga memberikan kebebasan dan pemulihan emosional bagi kita sebagai individu yang terluka. Dalam proses memaafkan, kita memberikan kesempatan bagi diri kita sendiri dan orang lain untuk bertumbuh dan melanjutkan hidup dengan damai.

Baca Artikel Kami Lainnya: Tips Agar Bisa Memaafkan Seseorang Yang Mengkhianatimu.

Jadi, dalam kehidupan kita yang kompleks dan penuh dengan tantangan, mari kita belajar memaafkan dengan bijak. Mari kita berusaha memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kita untuk memaafkan, dan membawa kedamaian dan rekonsiliasi ke dalam kehidupan kita dan hubungan kita dengan orang lain.

Baca Artikel Kami Lainnya: Terlalu Sering Menyalahkan Diri Sendiri. Berikut Tips Dan Langkah-Langkah Untuk Memaafkan Diri Sendiri.

Artikel oleh: Logos Indonesia.