Hendry Tajfel Tokoh Psikologi Yang Memperkenalkan Istilah In-Group Dan Out-Group

Hendry Tajfel tokoh psikologi yang memperkenalkan istilah in-group dan out-group. Kamu cenderung mendukung kelompokmu daripada kelompok luar.

Sosial, Tokoh6563 Views

Logos Indonesia Henry Tajfel merupakan tokoh psikologi yang memperkenalkan istilah in-group dan out-group dalam kehidupan bermasyarakat. Kita sering melihat seseorang merasa bangga ketika menjadi bagian dari kelompok masyarakat. Kemudian sangat menjunjung tinggi nilai kelompok tersebut hingga menganggap kelompok di luar mereka tidak lebih baik dari kelompok yang mereka memasuki.

Hal ini karena adanya identitas sosial sebagai anggota kelompok dalam masyarakat. Identitas sosial inilah yang menjadi fokus utama dari penelitian Hendry Tajfel. Walaupun teorinya lebih sering dikenal di luar bidang psikologi. Namun tetap kontribusinya sangat berharga di psikologi sosial. Khususnya memandang kelompok di luar mereka sebagai musuh atau tidak lebih baik dari kelompok mereka.

Siapa Itu Henry Tajfel?

Hendry Tajfel
Hendry Tajfel.

Henry Tajfel lahir di Wloclawek, Polandia pada tahun 1919. Henry Tajfel meninggal di Oxford, Inggris pada tahun 1982. Henry Tajfel dikenal sebagai ilmuwan yang mengembangkan teori identitas sosial. Bahwa setiap orang cenderung masuk di dalam suatu kelompok sebagai identitas sosialnya dan dalam bermasyarakat terdapat dua kelompok atau lebih yang berlawanan satu sama lain. Fenomena itulah yang mendasari adanya istilah in-group atau kelompok kami dan out-group atau kelompok mereka.

Setiap anggota dari kelompok tersebut akan menganggap dirinya bagian dari kelompok tersebut dan menggambarkan kelompok tersebut sebagai kelompok yang terbaik. Sedangkan kelompok di luar dari kelompoknya digambarkan sebagai kelompok yang tidak baik bagi dirinya.

Menurut Henry Tajfel, mengidentifikasi diri sebagai bagian dari kelompok merupakan cara manusia untuk berbaur di masyarakat. Walaupun Henry Tajfel merupakan tokoh psikologi tapi, hasil dari penelitian ini lebih banyak dikenal di luar bidang psikologi profesional.

Pada tahun 1998, setelah sepeninggalan Henry Tajfel. Para koleganya menerbitkan buku Henry Tajfel yang berjudul “Social Group and Identitites”. Alasan penerbitan buku ini sebagai cara untuk menghargai karya Henry Tajfel karena telah berkontribusi dalam bidang psikologi maupun bidang sosial.

Eksperimen Kelompok “In-Group” dan “Out-Group”

In-Group dan Out-Group. Image by Getty Images.
In-Group dan Out-Group. Image by Getty Images.

Eksperimen yang dilakukan oleh Henry Tajfel untuk membuktikan adanya in-group dan out-group. Penelitian dilakukan pada awal tahun 1970-an. Subjek penelitian eksperimental ini akan diberikan tugas sederhana yaitu menebak jumlah pada sebuah cluster. Kemudian mereka akan mengirimkan informasi tersebut kepada dua orang lainnya. Jika mereka mampu melakukannya, maka hadiahnya akan diberikan uang.

Tugas pertama ini merupakan tugas kelompok. Di mana mereka akan mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota kelompok namun tidak memiliki ikatan apapun. Pertanyaannya adalah seberapa akurat mereka memperkirakan jumlah dalam cluster?

Pada percobaan eksperimen pertama kondisi kelompok tersebut terdiri dari beberapa orang yang tidak saling mengenal namun diberikan tugas bersama sebagai kelompok. Para subjek penelitian tersebut bahkan tidak pernah bertemu sama sekali dan tidak tahu sama sekali tentang tiap-tiap anggota kelompok.

Baca Artikel Kami Lainnya: The Clark Doll Test. Rasisme Yang Terinternalisasi Pada Anak Kulit Hitam Afrika-Amerika.

Setelah tugas selesai mereka akan diberikan uang sebagai hadiah telah menebak jumlah titik dalam cluster. Namun uang yang diberikan bukan berdasarkan individu tapi kelompok. Sehingga mereka harus membagi uang tersebut ke tiap anggota kelompok.

Tujuan dari percobaan pertama ini adalah untuk melihat jenis keanggotaan kelompok. Apakah terdapat perbedaan jenis keanggotaan kelompok yang minim dan keanggotaan kelompok yang sudah sangat mengenal satu sama lain dalam membagi hadiah uang. Apakah akan berbeda dalam melihat kepentingan sebagai anggota kelompok sendiri dan bukan sebagai anggota kelompok sendiri.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka berusaha secara maksimal untuk memperkirakan jumlah titik dalam cluster. Keanggotaannya sebagai bagian dari kelompok membuat mereka saling mendukung dari pada bersikap diskriminasi.

Baca Artikel Kami Lainnya: Mamie Phipps Clark Sebagai Tokoh Psikologi Perempuan Yang Mampu Mengubah Dunia.

Artinya ketika kamu menjadi bagian dari kelompok yang anggotanya tidak pernah kamu kenal, tidak pernah berinteraksi dengan mereka sebelumnya. Ternyata kamu masih mendukung tiap anggota dalam kelompok tersebut dan menentang anggota di luar kelompok tersebut.

Menurut Henry Tajfel, perilaku tersebut merupakan cara seseorang untuk bisa masuk ke dalam masyarakat, untuk bisa diterima dalam masyarakat. Bahkan dalam mengidentifikasi diri sebagai bagian dari kelompok tersebut terdapat ikatan emosional yang ditimbulkan.

Namun perlu ada kontribusi yang positif dari kelompok tersebut terhadap dirimu. Bahwa identitas sosial yang telah terbangun dalam kelompok tersebut positif di mata dirimu dan di mata masyarakat. Terdapat kepuasan pribadi ketika menjadi anggota dalam kelompok tersebut.

Baca Artikel Kami Lainnya: Stanley Milgram dan Eksperimen Klasik Tentang Kepatuhan.

Pada kenyataannya seseorang yang berada dalam kelompok sering membandingkan dirinya dengan kelompok yang berada di luar atau yang berlawanan dari mereka. Mereka akan cenderung melihat kekurangan dari kelompok luar dan melihat kelebihan dari kelompok mereka sendiri. Hal ini untuk menunjukkan rasa bangga bahwa dirinya berada dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok luar mereka.

Asnawi, Ahmad. (2019). 50 Tokoh Psikologi Dunia: Gagasan Dan Pemikiran Mereka. Jawa Tengah: Desa pustaka Indonesia.

Artikel oleh: Logos Indonesia.

Comment