Teori Kebutuhan (Need) Hendry Murray

Teori kebutuhan (need) dari Hendry Murray. Teori kepribadiannya terdiri dari 20 kebutuhan yang melandasi kepribadian seseorang.

Kerpibadian, Tokoh969 Views

Logos Indonesia Henry Murray terkenal dengan teori kebutuhan (Need) setiap individu secara unik. Dalam pandangannya, pengalaman seumur hidup memiliki kontribusi yang penting dalam perkembangan kepribadian seseorang. Pengalaman masa lalu, masa kini, dan masa depan dapat berkontribusi dalam berperilaku. Walaupun Murray menganut aliran psikoanalisis, namun pandangannya sedikit berbeda dengan para tokoh psikoanalisis lainnya.

Baca Artikel Kami Lainnya: Cara Agar Kamu Tidak Diremehkan Oleh Orang Lain.

Seperti yang kita ketahui bahwa, penganut freudian memfokuskan teorinya pada pengalaman masa kanak-kanak atau masa lalu seseorang. Sedangkan pengalaman masa yang akan datang dihiraukan oleh mereka. Walaupun memiliki pandangan yang sedikit berbeda dengan para tokoh psikoanalisis lainnya.

Namun ia berusaha untuk menerjemahkan teori Freud dan Jung. Karena teori kepribadiannya lebih menekankan pada sifat dari kepribadian seseorang. Maka, Murray lebih dikenal sebagai tokoh psikologi yang menekankan pada triad atai sifat seseorang dari pada sebagian psikoanalisis.

Teori Kebutuhan (Need)

Hendry Murray.

Menurut Murray, Need sebagai proses persepsi, berpikir, dan berbuat untuk mengubah kondisi yang ada dan tidak memuaskan. Need ini dapat dipicu melalui proses internal. Namun need ini lebih umum dipicu oleh faktor lingkungan.

Terdapat 6 kriteria dalam menyimpulkan adanya kebutuhan, yaitu (Alwisol, 2009):

  1. Hasil akhir dari tingkah laku.
  2. Pola khusus dari tingkah laku.
  3. Perhatian dan respon yang terjadi.
  4. Terhadap kelompok stimuli tertentu.
  5. Ekspresi terhadap suasana emosi tertentu.
  6. Ungkapan atau laporan subjektif mengenai perasaan, maksud dan tujuan. Khusus poin ini, membutuhkan partisipasi yang harus diamati.

Dengan keenam kriteria tersebut, Murray mau meneliti kelompok kecil secara intensif. Hasilnya adalah terdapat 20 kebutuhan kepribadian. 19 dari 20 kebutuhan tersebut bersifat non fisiologis. Artinya, proses mental sangat dominan (Kebutuhan Psikologis). Sedangkan satu kebutuhan lainnya bersifat fisiologis, yaitu kebutuhan seks.

Baca Artikel Kami Lainnya: Teori Kognitif Aaron Beck Mengenai Depresi.

Ke-20 kebutuhan tersebut saling berkaitan satu sama lain. Sebagai contoh, terdapat kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan itu muncul. Seperti kebutuhan untuk bermain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seseorang harus terbebas dari sakit, rasa lapar dan rasa haus.

Selain itu terdapat kebutuhan yang berlawanan satu dengan yang lainnya. Misalkan kebutuhan otonomi konflik dan kebutuhan afiliasi. Ada juga kebutuhan yang dapat bergabung dengan kebutuhan lainnya. Sebagai contoh, kebutuhan agresi dapat bergabung dengan kebutuhan untuk mendominasi.

Ada juga kebutuhannya menjadi bagian dari kebutuhan lainnya. Sebagai contoh, kebutuhan merendah menjadi bagian kebutuhan afirmasi.

Terdapat tiga kebutuhan yang paling banyak di soroti dari para pakar atau menjadi topik penelitian. Tiga kebutuhan itu yaitu, kebutuhan berprestasi, kebutuhan afiliasi, dan kebutuhan agresi. Berikut ini adalah kebutuhan dari Murray.

Abasement. Abasement atau kebutuhan merendah, emosi yang terlibat adalah malu, berdosa dan rendah diri. Sedangkan tekanan yang menyumbang abasement adalah agresi dan kekuasaan orang lain. Bentuk perilakunya adalah tunduk secara pasif kepada kekuatan eksternal, merasa inferior, dan merasa bersalah pada orang lain.

Achievement. Achievement atau kebutuhan prestasi, emosi yang terlibat adalah semangat dan ambisi. Sedangkan tekanan yang menyumbangkan kebutuhan prestasi ini adalah tugas dan saingan. Kebutuhan prestasi ini terlihat dari motivasinya seseorang untuk menyelesaikan suatu tugas.

Afiliation. Afiliation atau kebutuhan berkelompok, emosi yang terlibat adalah rasa kepercayaan, afeksi, cinta dan empati. Kebutuhan akan bekerja sama, mendapatkan afeksi dari orang dan teman.

Aggression. Kebutuhan agresi ini berupa kebutuhan akan bertindak kekerasan terhadap orang lain, menghukum, melukai, membunuh, dan memfitnah.

Autonomy. Kebutuhan untuk menjadi mandiri. Kebutuhan untuk menjadi bebas. Mampu berdiri sendiri dengan keputusan yang dipilihnya.

Counteraction. Kebutuhan untuk mengimbangi. Kebutuhan untuk berjuang atas kegagalan. Kebutuhan untuk mempertahankan harga diri. Kebutuhan untuk mengatasi kelemahan diri sendiri.

Defendence. Kebutuhan untuk membela diri. Kebutuhan untuk mempertahankan diri dari serangan, kritik dan celaan dari orang lain.

Deference. Kebutuhan akan menghormati orang lain. Seperti mengagumi seseorang, memuji dan menyanjung orang lain.

Dominance. Kebutuhan untuk menguasai. Seperti kebutuhan untuk mengontrol orang lain, kebutuhan untuk menyuruh orang lain melakukan tugas, dan di perlakuan seperti pemimpin.

Exhibition. Kebutuhan untuk menonjolkan diri dari orang lainnya. Seperti kebutuhan untuk mengesankan orang lain, membuat orang lain kagum dan terpesona. Kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian bagi orang lain.

Harm Avoidance. Kebutuhan untuk menghindari bahaya. Seperti menghindari rasa sakit, luka, penyakit dan kematian. Kebutuhan untuk melindungi diri sendiri.

Inavoidance. Kebutuhan untuk menghindari dari rasa hina. Seperti menghindari penghinaan dari orang lain, menghindar dari situasi yang memalukan dan lainnya.

Nurturance. Kebutuhan untuk merawat atau memelihara. Seperti perawat yang merawat orang yang sedang sakit. Seperti seorang ibu yang merawat anaknya dengan baik.

Order. Kebutuhan atas keteraturan. Seperti membuat semua teratur, menjaga kebersihan, dan mengatur secara teratur.

Play. Kebutuhan untuk bermain. Bersenang-senang tanpa tujuan. Kegiatan menyenangkan dan terbebas dari stres.

Rejection. Kebutuhan akan penolakan. Seperti memisahkan diri dari orang lain, memutuskan hubungan dengan orang lain, mengunci diri sendiri dan lainnya.

Sentience. Kebutuhan akan keharuan. Seperti mencari dan menikmati kesan yang menyentuh perasaan, menikmati keindahan dan kesempurnaan.

Sex. Kebutuhan akan sex. Memperoleh rangsangan fisik dan psikologis. Kebutuhan ini berkaitan dengan cinta dan rancangan secara biologis.

Succorance. Kebutuhan membuat orang iba. Membuat orang lain mengerti dan membantu dirinya. Memiliki kepuasan dari simpati dari orang lain.

Understanding. Kebutuhan untuk memahami. Seperti kebutuhan untuk memahami teori, pemikiran seseorang, dan memahami fenomena yang ada.

Baca Artikel Kami Lainnya: Sejarah Perkembangan Stanford-Binet Intelligence Test Dan Pandangan Alfred Binet Mengenai Terobosannya.

Alwisol. (2009). Edisi Revisi: Psikologi Kepribadian. UMM Press

Artikel oleh: Logos Indonesia.